Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

FUNGSI MUSIK DALAM KESENIAN KUNTULAN KUDA KEMBAR DI DESA SABARWANGI KECAMATAN KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN SEBAGAI SARANA INTEGRASI SOSIAL

Catharsis · Vol. 1 No. 2 (2012)

ISSN
2502-4531, 2252-6900
Published
2012-12-01
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

AbstrakMusik merupakan faktor penting dalam setiap rangkaian pertunjukan, baik pada bentuk pertunjukan rudat, akrobat, sulap, maupun lawak. Musik mempunyai fungsi untuk menghidupkan suasana sekaligus untuk memberitahu kepada penonton akan dimulainya pertunjukan dan selesainya pertunjukan. Lagu yang digunakan untuk mengiringi kesenian kuntulan memiliki nilai fungsi terhadap kebutuhan masyarakat sehingga mampu berintegrasi dalam kehidupan sosial. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan bentuk pertunjukan kesenian kuntulan kuda kembar, (2) mendeskripsikan bentuk musik dalam kesenian kuntulan kuda kembar, dan (3) menganalisis bentuk integrasi musik dalam kesenian kuntulan kuda kembar di Desa Sabarwangi, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, serta metode dokumen, sedangkan teknik analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk pertunjukan kesenian kuntulan kuda kembar terdiri dari rudat, akrobat, sulap dan lawak, (2) bentuk musik dalam kesenian kuntulan terdiri dari musik pembuka, musik pengiring rudat, musik pengiring akrobat, musik pengiring sulap, serta musik pengiring lawak, (3) bentuk integrasi sosial musik kuntulan kuda kembar di desa Sabarwangi yaitu sebagai sarana penyampaian pesan bagi wong gedhe dalam acara peringatan hari kemerdekaan, sebagai media hiburan bagi wong cilik dalam acara khitanan, sebagai sarana upacara dan hiburan dalam khitanan adat bagi golongan abangan, sebagai hiburan bagi pinisepuh, sebagai penanaman nasionalisme bagi kawula mudha melalui keikutsertaan sebagai pemain kuntulan, bagi sedulur dan wong liya berfungsi sebagai media hiburan dalam acra khitanan, maupun acara pernikahan. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang disampaikan adalah kepada pemerintah kabupaten Pekalongan agar meningkatkan dana pembinaan dan melakukan pelatihan organisasi kesenian kerakyatan, kepada pemerintah desa Sabarwangi agar melakukan usaha pembenahan dan bimbingan dibidang musik, kepada bapak Santoso agar melakukan kaderisasi dan sosialisasi tentang fungsi musik kesenian kuntulan agar kesenian kuntulan dapat selalu berintegrasi dalam kehidupan masyarakat.AbstrakMusic has an important factor in its set of the show, also in the form of Rudat performances, acrobatics, magic, and comedy. The function of music is to liven things up at once and to tell the audience that the show will be the started and finished. The used song in Kuntulan art has a value to integrate certain community in social life. The purposes of this study are (1) to describe the form of Kuntulan Kuda Kembar art performance, (2) to describe a form of Kuntulan Kuda Kembar music, (3) to analyze the music form of Kuntulan Kuda Kembar in Desa Sabarwangi, Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan. This study uses qualitative research methods with an ethnographic approach. Data Collection techniques used are observation, interviews, and document, while the analytical technique consists of three flow events occurring simultaneously, namely data reduction, presentation of data, drawing conclusions/verification. These results indicate that (1) The form of Kuntulan Kuda Kembar art performance consists of Rudat, acrobatics, magic and come-dy, (2) the forms music in Kuntulan consists of appetizers, Rudat, acrobatics, magic, and comedy musical accompani-ment, (3) the social integration of Kuntulan Kuda Kembar in Sabarwangi village are as a means of delivering a message to wong gedhe in commemoration of Independence Day, as a medium of entertainment for the people in the ceremony circumcision, as a means of entertainment in circumcision ceremonies and customs for abangan, as entertainment for the olders, as the implementation of nationalism for the youth Kuntulan players, as a medium of entertainment in the circumcisions, and weddings for the others. Based on the findings, the suggestions are (1) district government is expected to increase the funding in coaching and training, (2)the village should improve the quality in order to make business improved, (3)Mr. Santoso should begin the regeneration to preserve the culture.

Collaboration network of the authors

40 authors · 97 co-authorship links · 4 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Yogyakarta State University
  • Universitas Gadjah Mada
  • Sebelas Maret University
  • Universitas Ahmad Dahlan
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hartono HartonoAffiliation unknown6
Sunarto SunartoAffiliation unknown3
Totok SumaryantoAffiliation unknown3
Fuadi -Affiliation unknown2
Nurul InfitahYogyakarta State University1
Riezky AlviansyahUniversitas Gadjah Mada1
Kusmuriyanto KusmuriyantoAffiliation unknown1
Musdalifah MusdalifahAffiliation unknown1
Anik MaghfirohAffiliation unknown1
Trisnani WidowatiAffiliation unknown1
Milda RuliyantiAffiliation unknown1
Ikfina Kamal IdaAffiliation unknown1
Lutfiah KhoirunnisaAffiliation unknown1
Abdul AzizSebelas Maret University1
Athian, Muhammad RahmanAffiliation unknown1
Soesanto SoesantoAffiliation unknown1
HERMAN HERMANUniversitas Ahmad Dahlan1
Nurbaiti NurbaitiAffiliation unknown1
Fidia AkmalAffiliation unknown1
Citra Winarni SiahaanAffiliation unknown1
Adiwirman AdiwirmanAffiliation unknown1
Adeel Abdulkarim Fadhl AltuhaishAffiliation unknown1
Dewi Indriyani RoslimAffiliation unknown1
Ahmadi AhmadiAffiliation unknown1
Abdul RachmanAffiliation unknown1
Ahmad SumindarAffiliation unknown1
Rimasari Pramesthi PutriAffiliation unknown1
Sri IswidayatiAffiliation unknown1
Ni Komang Tri ParamityaningrumAffiliation unknown1
Irchami PutriningtyasAffiliation unknown1
Rakanita Dyah Ayu KinestiAffiliation unknown1
Gandes NursetoAffiliation unknown1
Wahyu Ratri HapsariAffiliation unknown1
Aulia Haq GirantiAffiliation unknown1
Triyanto TriyantoAffiliation unknown1
Achmad Fahmi HidayatAffiliation unknown1
Tri Joko RaharjoAffiliation unknown1
Guntur Abdul YunusAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/catharsis/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FUNGSI MUSIK DALAM KESENIAN KUNTULAN KUDA KEMBAR DI  DESA  SABARWANGI  KECAMATAN  KAJEN  KABUPATEN  PEKALONGAN SEBAGAI SARANA INTEGRASI SOSIAL</dc:title>
	<dc:creator>Bahatmaka, Antama</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Wahyu</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakMusik merupakan faktor penting dalam setiap rangkaian pertunjukan, baik pada bentuk pertunjukan rudat, akrobat, sulap, maupun lawak. Musik mempunyai fungsi untuk menghidupkan suasana sekaligus untuk memberitahu kepada penonton akan dimulainya pertunjukan dan selesainya pertunjukan. Lagu yang digunakan untuk mengiringi kesenian kuntulan memiliki nilai fungsi terhadap kebutuhan masyarakat sehingga mampu berintegrasi dalam kehidupan sosial. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan bentuk pertunjukan kesenian kuntulan kuda kembar, (2) mendeskripsikan bentuk musik dalam kesenian kuntulan kuda kembar, dan (3) menganalisis bentuk integrasi musik dalam kesenian kuntulan kuda kembar di Desa Sabarwangi, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, serta metode dokumen, sedangkan teknik analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk pertunjukan kesenian kuntulan kuda kembar terdiri dari rudat, akrobat, sulap dan lawak, (2) bentuk musik dalam kesenian kuntulan terdiri dari musik pembuka, musik pengiring rudat, musik pengiring akrobat, musik pengiring sulap, serta musik pengiring lawak, (3) bentuk integrasi sosial musik kuntulan kuda kembar di desa Sabarwangi yaitu sebagai sarana penyampaian pesan bagi wong gedhe dalam  acara peringatan hari kemerdekaan, sebagai media hiburan bagi wong cilik dalam acara khitanan, sebagai sarana upacara dan hiburan dalam khitanan adat bagi golongan abangan, sebagai hiburan bagi pinisepuh, sebagai penanaman nasionalisme bagi kawula mudha melalui keikutsertaan sebagai pemain kuntulan, bagi sedulur dan wong liya berfungsi sebagai media hiburan dalam acra khitanan, maupun acara pernikahan. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang disampaikan adalah kepada pemerintah kabupaten Pekalongan agar meningkatkan dana pembinaan dan melakukan pelatihan organisasi kesenian kerakyatan, kepada pemerintah desa Sabarwangi agar melakukan usaha pembenahan dan bimbingan dibidang musik,  kepada bapak Santoso agar melakukan kaderisasi dan sosialisasi tentang fungsi musik kesenian kuntulan agar kesenian kuntulan dapat selalu berintegrasi dalam kehidupan masyarakat.AbstrakMusic has an important factor in its set of  the show, also in the form of  Rudat performances, acrobatics, magic, and comedy. The function of  music is to liven things up at once and to tell the audience that the show will be the started and finished. The used song in Kuntulan art has a value to integrate certain community in social life. The purposes of  this study are (1) to describe the form of   Kuntulan Kuda Kembar art performance, (2) to describe a form of  Kuntulan Kuda Kembar music,  (3) to analyze the music form of   Kuntulan Kuda Kembar  in Desa Sabarwangi, Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan. This study uses qualitative research methods with an ethnographic approach. Data Collection techniques used are observation , interviews, and document, while the analytical technique consists of  three flow events occurring simultaneously, namely data reduction, presentation of  data, drawing conclusions/verification. These results indicate that (1) The form of   Kuntulan Kuda Kembar art performance consists of  Rudat, acrobatics, magic and come-dy, (2) the forms music in Kuntulan consists of  appetizers, Rudat, acrobatics , magic, and comedy musical accompani-ment, (3) the social integration of  Kuntulan Kuda Kembar in Sabarwangi village are as a means of  delivering a message to wong gedhe in commemoration of  Independence Day, as a medium of  entertainment for the people in the ceremony circumcision, as a means of  entertainment in circumcision ceremonies and customs for abangan, as entertainment for the olders, as the implementation of  nationalism for the youth Kuntulan players,  as a medium of  entertainment in the circumcisions, and weddings for the others. Based on the findings, the suggestions are (1) district government is expected to increase the funding in coaching and training, (2)the village should improve the quality in order to make business improved, (3)Mr. Santoso should begin the regeneration to preserve the culture.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2012-12-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/catharsis/article/view/859</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Catharsis; Vol 1 No 2 (2012)</dc:source>
	<dc:source>2502-4531</dc:source>
	<dc:source>2252-6900</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/catharsis/article/view/859/883</dc:relation>
</oai_dc:dc>