Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

PATUNG PANTAK DAYAK KANAYATN Kajian Bentuk dan Fungsi dalam Perubahan Sosial Budaya

Catharsis · Vol. 5 No. 2 (2017) · pp. 135–141

ISSN
2502-4531, 2252-6900
Published
2017-02-28
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Patung Pantak merupakan karya seni yang hadir dari hasil produk budaya Suku Dayak Kanayatn. Keberadaan patung Pantak dalam kehidupan masyarakat Suku Dayak Kanayatn merupakan tindakan sosial masyarakat untuk mengekpresikan budaya melalui sebuah patung. Berubahnya budaya bertani masyarakat memberikan dampak terhadap bentuk dan fungsi patung Pantak. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan memahami masalah bentuk dan fungsi pada patung Pantak dalam konteks perubahan sosial budaya masyarakat Suku Dayak Kanayatn. Metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan perubahan sosial budaya masyarakat Suku Dayak Kanayatn dari beberapa aspek kehidupan mempengaruhi aspek yang berhubungan dengan budaya serta orientasi nilai budayanya. Salah satu aspek kebudayaan yang dipengaruhi dengan terjadinya perubahan sosial budaya itu adalah karya seni, termasuk disini karya seni patung. Tegasnya bentuk dan fungsi karya seni patung Pantak Dayak Kanayatn berubah seiring dengan tejadinya perubahan sosial budaya masyarakatnya. Tampaknya peran budayawan dan bidang pendidikan yang sejatinya menjaga, mempertahankan serta melestarikan suatu produk budaya belum terlihat jelas, sehingga dalam hal ini Perlu memberikan pengetahuan kepada masyarakat yang menjadi pemilik suatu kebudayaan untuk secara bijak dalam menyikapi setiap kemajuan yang berdampak dalam sebuah kebudayaan dan perlunya untuk memasukkan karya seni patung Pantak sebagai materi ajar untuk memperkenalkan salah satu produk budaya dari Suku Dayak Kanayatn.

Collaboration network of the authors

40 authors · 107 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Gajayana Malang
  • State University of Semarang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hartono HartonoAffiliation unknown10
Muh. Ibnan SyarifAffiliation unknown6
Udi UtomoAffiliation unknown6
Tjetjep Rohendi RohidiAffiliation unknown5
Tjetjep Rohendi RohidiAffiliation unknown5
Sunarto SunartoAffiliation unknown4
Wadiyo WadiyoAffiliation unknown4
Ratih Ayu PratiwinindyaAffiliation unknown4
Syakir SyakirAffiliation unknown3
Tjatur RebowoAffiliation unknown2
Agus CahyonoAffiliation unknown2
Muh. Ibnan SyarifAffiliation unknown2
Gunadi GunadiUniversitas Gajayana Malang2
Onang MurtiyosoAffiliation unknown2
Purwanto PurwantoAffiliation unknown2
Wahyu LestariAffiliation unknown2
Anik RahmawatiAffiliation unknown2
Yudi Ari AdiAffiliation unknown1
Ario WirayaAffiliation unknown1
Laila FitrianaAffiliation unknown1
Amellia PutriAffiliation unknown1
Ascariena RafindaAffiliation unknown1
Rahina NugrahaniState University of Semarang1
Rimasari Pramesthi PutriAffiliation unknown1
Fivin Bagus Septiya PambudiAffiliation unknown1
Teguh SupriyantoAffiliation unknown1
Risca DamayantiAffiliation unknown1
Dodo DodoAffiliation unknown1
Romas TahrirAffiliation unknown1
Fatimah AzzahrahAffiliation unknown1
Totok SumaryantoAffiliation unknown1
Arsan ShanieAffiliation unknown1
Masayu Selly SabillahAffiliation unknown1
Ahmad Fikri AriefAffiliation unknown1
Suparti SupartiAffiliation unknown1
Novysa BasriAffiliation unknown1
Suherman SuhermanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/catharsis/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PATUNG PANTAK DAYAK KANAYATN Kajian Bentuk dan Fungsi dalam Perubahan Sosial Budaya</dc:title>
	<dc:creator>Andrianus, Andrianus</dc:creator>
	<dc:creator>Iswidayati, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Triyanto, Triyanto</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Patung Pantak merupakan karya seni yang hadir dari hasil produk budaya Suku Dayak Kanayatn. Keberadaan patung Pantak dalam kehidupan masyarakat Suku Dayak Kanayatn merupakan tindakan sosial masyarakat untuk mengekpresikan budaya melalui sebuah patung. Berubahnya budaya bertani masyarakat memberikan dampak terhadap bentuk dan fungsi patung Pantak. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan memahami masalah bentuk dan fungsi pada patung Pantak dalam konteks perubahan sosial budaya masyarakat Suku Dayak Kanayatn. Metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan perubahan sosial budaya masyarakat Suku Dayak Kanayatn dari beberapa aspek kehidupan mempengaruhi aspek yang berhubungan dengan budaya serta orientasi nilai budayanya. Salah satu aspek kebudayaan yang dipengaruhi dengan terjadinya perubahan sosial budaya itu adalah karya seni, termasuk disini karya seni patung. Tegasnya bentuk dan fungsi karya seni patung Pantak Dayak Kanayatn berubah seiring dengan tejadinya perubahan sosial budaya masyarakatnya. Tampaknya peran budayawan dan bidang pendidikan yang sejatinya menjaga, mempertahankan serta melestarikan suatu produk budaya belum terlihat jelas, sehingga dalam hal ini Perlu memberikan pengetahuan kepada masyarakat yang menjadi pemilik suatu kebudayaan untuk secara bijak dalam menyikapi setiap kemajuan yang berdampak dalam sebuah kebudayaan dan perlunya untuk memasukkan karya seni patung Pantak sebagai materi ajar untuk memperkenalkan salah satu produk budaya dari Suku Dayak Kanayatn.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2017-02-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/catharsis/article/view/13155</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Catharsis; Vol 5 No 2 (2016); 135-141</dc:source>
	<dc:source>2502-4531</dc:source>
	<dc:source>2252-6900</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/catharsis/article/view/13155/7228</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Catharsis: Journal of Arts Education</dc:rights>
</oai_dc:dc>