Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

KEUNIKAN ESTETIK BENTUK TOKOH WAYANG KLITIK DESA WONOSOCO KECAMATAN UNDAAN KABUPATEN KUDUS: KAJIAN PADA TOKOH DAMARWULAN, MENAK JINGGA, DAN PUNAKAWAN

Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni · Vol. 8 No. 1 (2019) · pp. 59–66

DOI
10.15294/eduart.v8i1.34994
ISSN
2721-785X, 2252-6625
Published
2019-10-22
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan bentuk visual Wayang Klitik Desa Wonosoco dan keunikan estetik Wayang Klitik Desa Wonosoco khususnya pada tokoh Damarwulan, Menak Jingga, dan Punakawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verivikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan hal-hal sebagai berikut. Pertama, bentuk Wayang Klitik Desa Wonosoco Tokoh Damarwulan, Menak Jingga, dan Punakawan menyerupai bentuk manusia dengan struktur lengkap yaitu kepala, tangan, badan, dan kaki dengan hiasan berupa atribut dan busana yang berbeda-beda. Kedua, keunikan estetik pada Wayang Klitik Tokoh Damarwulan, Menak Jingga, dan Punakawan berbeda-beda, masing-masing memiliki keunikan yang khas pada struktur bagian bentuk wayang yang meliputi bagian atas wayang seperti kepala, bagian tengah seperti badan, dan bagian bawah seperti pada dodot. Sedangkan dari segi tatahan dan pewarnaan terkesan sederhana, kasar, dan apa adanya, hal tersebut merefleksikan ciri khas masyarakat pesisiran yang cenderung spontan, ekspresif, kasar, dan apa adanya. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan saran sebagai berikut. Pertama, bagi masyarakat dan pemerintah desa setempat supaya mencintai kesenian Wayang Klitik untuk memperkenalkan kemasyarakat luas. Kedua, bagi peneliti lain untuk menindaklanjuti hasil penelitian ini agar mendapatkan hasil yang lebih terkait Wayang Klitik.

Collaboration network of the authors

40 authors · 99 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Cenderawasih University
  • Universitas Gajayana Malang
  • State University of Semarang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hartono HartonoAffiliation unknown9
Sri IswidayatiAffiliation unknown8
Muh. Ibnan SyarifAffiliation unknown6
Udi UtomoAffiliation unknown6
Tjetjep Rohendi RohidiAffiliation unknown5
Sunarto SunartoAffiliation unknown4
Wadiyo WadiyoAffiliation unknown4
Ratih Ayu PratiwinindyaAffiliation unknown3
Mira FauziahAffiliation unknown3
Purwanto PurwantoCenderawasih University3
Tjatur RebowoAffiliation unknown2
Agus CahyonoAffiliation unknown2
Tjetjep Rohendi RohidiAffiliation unknown2
Syakir SyakirAffiliation unknown2
Muh. Ibnan SyarifAffiliation unknown2
Gunadi GunadiUniversitas Gajayana Malang2
Onang MurtiyosoAffiliation unknown2
Nursyirwani NursyirwaniAffiliation unknown2
W. AsmaraAffiliation unknown2
A.E.T.H. WahyuniAffiliation unknown2
I Putu Ajie Windu KertayogaAffiliation unknown1
Luluk IrawatiAffiliation unknown1
Ascariena RafindaAffiliation unknown1
Rahina NugrahaniState University of Semarang1
Risca DamayantiAffiliation unknown1
Andrianus AndrianusAffiliation unknown1
Anik RahmawatiAffiliation unknown1
Fatimah AzzahrahAffiliation unknown1
Totok SumaryantoAffiliation unknown1
Arsan ShanieAffiliation unknown1
Masayu Selly SabillahAffiliation unknown1
Ahmad Fikri AriefAffiliation unknown1
Suparti SupartiAffiliation unknown1
Novysa BasriAffiliation unknown1
Suherman SuhermanAffiliation unknown1
Dhimayu Ichtiara WijayaAffiliation unknown1
Rico AndriansyahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eduart/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KEUNIKAN ESTETIK BENTUK TOKOH WAYANG KLITIK DESA WONOSOCO KECAMATAN UNDAAN KABUPATEN KUDUS: KAJIAN PADA TOKOH DAMARWULAN, MENAK JINGGA, DAN PUNAKAWAN</dc:title>
	<dc:creator>Zaini, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Triyanto, Triyanto</dc:creator>
	<dc:creator>Utomo, Kasmidjo Budi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan menjelaskan bentuk visual Wayang Klitik Desa Wonosoco dan keunikan estetik Wayang Klitik Desa Wonosoco khususnya pada tokoh Damarwulan, Menak Jingga, dan Punakawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verivikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan hal-hal sebagai berikut. Pertama, bentuk Wayang Klitik Desa Wonosoco Tokoh Damarwulan, Menak Jingga, dan Punakawan menyerupai bentuk manusia dengan struktur lengkap yaitu kepala, tangan, badan, dan kaki dengan hiasan berupa atribut dan busana yang berbeda-beda. Kedua, keunikan estetik pada Wayang Klitik Tokoh Damarwulan, Menak Jingga, dan Punakawan berbeda-beda, masing-masing memiliki keunikan yang khas pada struktur bagian bentuk wayang yang meliputi bagian atas wayang seperti kepala, bagian tengah seperti badan, dan bagian bawah seperti pada dodot. Sedangkan dari segi tatahan dan pewarnaan terkesan sederhana, kasar, dan apa adanya, hal tersebut merefleksikan ciri khas masyarakat pesisiran yang cenderung spontan, ekspresif, kasar, dan apa adanya. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan saran sebagai berikut. Pertama, bagi masyarakat dan pemerintah desa setempat supaya mencintai kesenian Wayang Klitik untuk memperkenalkan kemasyarakat luas. Kedua, bagi peneliti lain untuk menindaklanjuti hasil penelitian ini agar mendapatkan hasil yang lebih terkait Wayang Klitik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2019-10-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/eduart/article/view/34994</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/eduart.v8i1.34994</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni; Vol 8 No 1 (2019): Eduarts; 59-66</dc:source>
	<dc:source>2721-785X</dc:source>
	<dc:source>2252-6625</dc:source>
	<dc:source>10.15294/eduart.v8i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/eduart/article/view/34994/14481</dc:relation>
</oai_dc:dc>