Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

KECENDERUNGAN PENCIPTAAN DESAIN MOTIF ORNAMEN BATIK KAMPOENG KAUMAN KOTA PEKALONGAN

Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni · Vol. 8 No. 3 (2019) · pp. 65–76

DOI
10.15294/eduart.v8i3.35138
ISSN
2721-785X, 2252-6625
Published
2019-10-28
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Kota Pekalongan memiliki banyak sentra industri batik. Dari industri tersebut terbentuklah beberapa kampung batik. Salah satunya Kampoeng Kauman. Karena berada di lingkungan yang agamis, Kampoeng Kauman memiliki potensi desain batik yang berbeda dengan kampung batik yang lain. Penelitian ini bertujuan mengkaji perwujudan kecenderungan penciptaan desain motif ornamen batik, serta berbagai pertimbangan yang mendasari kecenderungan penciptaan desain motif ornamen batik Kampoeng Kauman Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: Pertama, kecenderungan perwujudan motif batik Kampoeng Kauman Kota Pekalongan dapat dilihat dari beberapa aspek sebagai berikut (1) aspek tema meliputi; (a) flora (tumbuhan), (b) fauna (binatang), (c) geometris, (d) sosok manusia (figure), (e) alam benda, (f) imajinatif dan (g) gabungan. (2) aspek corak meliputi; (a) corak klasik/tradisional dan (b) corak kontemporer, dan (3) aspek pewarnaan meliputi; (a) warna solid/terang dan (b) warna soft. Kedua, alasan kecenderungan motif-motif tersebut banyak diproduksi di Kampoeng Kauman Kota Pekalongan didasari pertimbangan: Ekonomi, keluarga (turun temurun), agama, serta ekspresi dan kreativitas.

Collaboration network of the authors

40 authors · 99 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Gajayana Malang
  • Cenderawasih University
  • State University of Semarang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hartono HartonoAffiliation unknown9
Sri IswidayatiAffiliation unknown8
Muh. Ibnan SyarifAffiliation unknown6
Udi UtomoAffiliation unknown6
Tjetjep Rohendi RohidiAffiliation unknown5
Sunarto SunartoAffiliation unknown4
Wadiyo WadiyoAffiliation unknown4
Ratih Ayu PratiwinindyaAffiliation unknown3
Tjatur RebowoAffiliation unknown2
Agus CahyonoAffiliation unknown2
Tjetjep Rohendi RohidiAffiliation unknown2
Syakir SyakirAffiliation unknown2
Muh. Ibnan SyarifAffiliation unknown2
Gunadi GunadiUniversitas Gajayana Malang2
Onang MurtiyosoAffiliation unknown2
Purwanto PurwantoCenderawasih University2
Nursyirwani NursyirwaniAffiliation unknown2
W. AsmaraAffiliation unknown2
A.E.T.H. WahyuniAffiliation unknown2
Ascariena RafindaAffiliation unknown1
Rahina NugrahaniState University of Semarang1
Risca DamayantiAffiliation unknown1
Andrianus AndrianusAffiliation unknown1
Anik RahmawatiAffiliation unknown1
Fatimah AzzahrahAffiliation unknown1
Totok SumaryantoAffiliation unknown1
Arsan ShanieAffiliation unknown1
Masayu Selly SabillahAffiliation unknown1
Ahmad Fikri AriefAffiliation unknown1
Suparti SupartiAffiliation unknown1
Novysa BasriAffiliation unknown1
Suherman SuhermanAffiliation unknown1
Dhimayu Ichtiara WijayaAffiliation unknown1
Rico AndriansyahAffiliation unknown1
Ulya Zakaria AzmiAffiliation unknown1
Fitriani FitrianiAffiliation unknown1
Tria Ayu DiniAffiliation unknown1
Arrini Shabrina AnshorAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eduart/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KECENDERUNGAN PENCIPTAAN DESAIN MOTIF ORNAMEN BATIK KAMPOENG KAUMAN KOTA PEKALONGAN</dc:title>
	<dc:creator>Mariana, Zulfa</dc:creator>
	<dc:creator>Triyanto, Triyanto</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kota Pekalongan memiliki banyak sentra industri batik. Dari industri tersebut terbentuklah beberapa kampung batik. Salah satunya Kampoeng Kauman. Karena berada di lingkungan yang agamis, Kampoeng Kauman memiliki potensi desain batik yang berbeda dengan kampung batik yang lain. Penelitian ini bertujuan mengkaji perwujudan kecenderungan penciptaan desain motif ornamen batik, serta berbagai pertimbangan yang mendasari kecenderungan penciptaan desain motif ornamen batik Kampoeng Kauman Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: Pertama, kecenderungan perwujudan motif batik Kampoeng Kauman Kota Pekalongan dapat dilihat dari beberapa aspek sebagai berikut (1) aspek tema meliputi; (a) flora (tumbuhan), (b) fauna (binatang), (c) geometris, (d) sosok manusia (figure), (e) alam benda, (f) imajinatif dan (g) gabungan. (2) aspek corak meliputi; (a) corak klasik/tradisional dan (b) corak kontemporer, dan (3) aspek pewarnaan meliputi; (a) warna solid/terang dan (b) warna soft. Kedua, alasan kecenderungan motif-motif tersebut banyak diproduksi di Kampoeng Kauman Kota Pekalongan didasari pertimbangan: Ekonomi, keluarga (turun temurun), agama, serta ekspresi dan kreativitas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2019-10-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/eduart/article/view/35138</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/eduart.v8i3.35138</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni; Vol 8 No 3 (2019): Eduarts; 65-76</dc:source>
	<dc:source>2721-785X</dc:source>
	<dc:source>2252-6625</dc:source>
	<dc:source>10.15294/eduart.v8i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/eduart/article/view/35138/14534</dc:relation>
</oai_dc:dc>