Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

KERAJINAN TANDUK KERBAU “BERDIKARI” DESA KEPRABON KABUPATEN KLATEN DALAM KONTEKS INDUSTRI KREATIF

Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni · Vol. 10 No. 1 (2021) · pp. 83–93

ISSN
2721-785X, 2252-6625
Published
2021-01-01
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) Bagaimana proses produksi kerajinan tanduk kerbau di Sentra Kerajinan “Berdikari” Desa Keprabon Kabupaten Klaten? (2) Bagaimana hasil kerajinan tanduk kerbau di Sentra Kerajinan “Berdikari” Desa Keprabon Kabupaten Klaten? (3) Apa saja Faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi eksistensi kerajinan tanduk kerbau di Sentra Kerajinan “Berdikari” dalam menghadapi tantangan industri kreatif?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Lokasi penelitian adalah di Sentra Kerajinan Tanduk Berdikari Desa Keprabon, Klaten. Data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi, penyajian dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hal-hal sebagai berikut: pertama, konsep inovasi terdiri dari invasi horizontal, vertikal dan geografis. Proses berkarya kerajinan dilakukan dalam beberapa tahap yaitu persiapan (ide desain kerajinan), inkubasi (pemantapan ide), iluminasi (sketching desain) dan evaluasi (aplikasi desain kerajinan). Karya-karya di sentra kerajinan tanduk Berdikari masih belum sepenuhnya memperhatikan estetika formalist dan pemenuhan nilai inovasi. Eksistensi kerajinan tanduk kerbau dalam menghadapi tantangan industri keratif dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dikelompokkan menjadi faktor internal dan eksternal. Guntur Rachmadi perluterus meningkatkan ide dan kreativitas dalam mengkreasikan desain. Selain itu perlu adanya inovasi peralatan yang lebih modern untuk menunjang eksistensi kerajinan tanduk dalam konteks industri kreatif. Bagi pemerintah Kabupaten Klaten diharapkan dapat memberikan akses pemasaran terutama dalam penyediaan fasilitas di expo Nasional maupun Internasional.

Collaboration network of the authors

40 authors · 102 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Sebelas Maret University
  • IPB University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Syakir SyakirAffiliation unknown7
Wandah WibawantoAffiliation unknown5
Agus CahyonoAffiliation unknown3
Kemal Budi MulyonoAffiliation unknown2
Muh Fakhrihun NaamAffiliation unknown2
Achmad ZairinAffiliation unknown2
Retnoningrum HidayahAffiliation unknown2
Arif FiyantoAffiliation unknown2
Rahina NugrahaniState University of Semarang2
Dwi Wahyuni KurniawatiAffiliation unknown1
Muhammad ZulmiAffiliation unknown1
Reza KhatamiAffiliation unknown1
Abdul AzizSebelas Maret University1
Adhytia RizkyhimawanAffiliation unknown1
Pratama WidagdoAffiliation unknown1
Vika AfriliyaniAffiliation unknown1
Rossalia Reza TrisnawatiAffiliation unknown1
Syahrul Syah SinagaAffiliation unknown1
Udi UtomoAffiliation unknown1
Prima Suci LestariAffiliation unknown1
Suharto SAffiliation unknown1
Widodo WidodoIPB University1
Slamet HaryonoAffiliation unknown1
Malarsih MalarsihAffiliation unknown1
Frizia Nuary Novalia Frizia Nuary NovaliaAffiliation unknown1
Mardina RahayuAffiliation unknown1
Bangkit SanjayaAffiliation unknown1
Annisa' Ayu FirmadhaniAffiliation unknown1
Anindya Saskia HanifaratriAffiliation unknown1
Anung GunartoAffiliation unknown1
Muhammad Rijalul Azka ArifinAffiliation unknown1
Sarpani SarpaniAffiliation unknown1
Adinda Surya AdiAffiliation unknown1
Triyanto TriyantoAffiliation unknown1
Ita YulaidaAffiliation unknown1
Yuli Tri AstutiAffiliation unknown1
Imran - ImranAffiliation unknown1
Deva MarsianaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eduart/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KERAJINAN TANDUK KERBAU “BERDIKARI” DESA KEPRABON KABUPATEN KLATEN DALAM KONTEKS INDUSTRI KREATIF</dc:title>
	<dc:creator>Jamil, Nur Asiyah</dc:creator>
	<dc:creator>Sugiarto, Eko</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) Bagaimana proses produksi kerajinan tanduk kerbau di Sentra Kerajinan “Berdikari” Desa Keprabon Kabupaten Klaten? (2) Bagaimana hasil kerajinan tanduk kerbau di Sentra Kerajinan “Berdikari” Desa Keprabon Kabupaten Klaten? (3) Apa saja Faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi eksistensi kerajinan tanduk kerbau di Sentra Kerajinan “Berdikari” dalam menghadapi tantangan industri kreatif?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Lokasi penelitian adalah di Sentra Kerajinan Tanduk Berdikari Desa Keprabon, Klaten. Data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi, penyajian dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hal-hal sebagai berikut: pertama, konsep inovasi terdiri dari invasi horizontal, vertikal dan geografis. Proses berkarya kerajinan dilakukan dalam beberapa tahap yaitu persiapan (ide desain kerajinan), inkubasi (pemantapan ide), iluminasi (sketching desain) dan evaluasi (aplikasi desain kerajinan). Karya-karya di sentra kerajinan tanduk Berdikari masih belum sepenuhnya memperhatikan estetika formalist dan pemenuhan nilai inovasi. Eksistensi kerajinan tanduk kerbau dalam menghadapi tantangan industri keratif dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dikelompokkan menjadi faktor internal dan eksternal. Guntur Rachmadi perluterus meningkatkan ide dan kreativitas dalam mengkreasikan desain. Selain itu perlu adanya inovasi peralatan yang lebih modern untuk menunjang eksistensi kerajinan tanduk dalam konteks industri kreatif. Bagi pemerintah Kabupaten Klaten diharapkan dapat memberikan akses pemasaran terutama dalam penyediaan fasilitas di expo Nasional maupun Internasional.&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2021-01-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/eduart/article/view/45839</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni; Vol 10 No 1 (2021): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni; 83-93</dc:source>
	<dc:source>2721-785X</dc:source>
	<dc:source>2252-6625</dc:source>
	<dc:source>10.15294/eduarts.v10i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/eduart/article/view/45839/18599</dc:relation>
</oai_dc:dc>