Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

EKSPRESI WAJAH ANAK GEPENG SEBAGAI SUMBER INSPIRASI DALAM BERKARYA SENI LUKIS

Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni · Vol. 10 No. 2 (2021) · pp. 1–9

ISSN
2721-785X, 2252-6625
Published
2021-05-01
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Masalah anak gepeng (gelandang pengemis) disebabkan karena adanya permasalahan keluarga yang dihadapi, seperti faktor ekonomi atau perceraian orang tua bahkan kondisi lingkungan yang mendukung anak gepeng turun di jalanan. Masyarakat memandang anak gepeng tidak mempunyai kehidupan yang jelas, kotor, dan suram. Tetapi anak gepeng memiliki sisi negatif dan positif. Oleh karena itu penulis mempresentasikan karya seni lukis yang mengambil sumber gagasan ekspresi wajah anak gepeng sebagai media penyampaian pesan ketegaran dan optimisme anak gepeng dalam komponen penonjolan subjek wajah secara lebih dominan dengan pendekatan realis. Metode yang digunakan meliputi pemilihan media, teknik berkarya, dan proses berkarya. Media yang digunakan berupa bahan dan alat (kanvas, cat minyak, plamir, spanram, minyak, kuas, pensil, dan palet). Proses berkarya dalam proyek studi ini terbagi menjadi lima langkah (1) pengumpulan data atau gambar sebagai acuan refrensi (2) membuat sket dalam bentuk closeup (3) memindahkan sket pada kanvas (4) pewarnaan (5) finishing. Penulis menghasilkan 10 karya lukisan melalui pendekatan realis dengan ukuran bervariasi. Pemberani (110cm x 110cm), Kehidupanku (110cm x 130cm), Riang (110cm x 140cm), Ketenteraman (110cm x 110cm), Siaga (110cm x 130cm), Keseronokan (110cm x 140cm), Optimisme (110cm x 130cm), Keteguhan (110cm x 140cm), Tak Tentu Arah (110cm x 140), dan Berfantasi (110cm x 110cm). Dengan adanya proyek studi ini, diharapkan mahasiswa atau masyarakat memahami sisi positif dan negatif anak gepeng.

Collaboration network of the authors

40 authors · 73 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Gajayana Malang
  • Cenderawasih University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Syakir SyakirAffiliation unknown8
Eko HaryantoAffiliation unknown2
Onang MurtiyosoAffiliation unknown2
Gunadi GunadiUniversitas Gajayana Malang2
Adi KuntoroAffiliation unknown1
Eko NusantoroAffiliation unknown1
Aga RahmadaniAffiliation unknown1
Marcellina Agni NoresyAffiliation unknown1
Pramudita Nur Anisa HapsariAffiliation unknown1
Syakir MuharrarAffiliation unknown1
Jamil MunazilAffiliation unknown1
Arif FiyantoAffiliation unknown1
Prayogo WicaksonoAffiliation unknown1
Ayu Nita DewiAffiliation unknown1
Purwanto PurwantoCenderawasih University1
Moh RondhiAffiliation unknown1
Novran AndriyantoAffiliation unknown1
Eko SugiartoAffiliation unknown1
Devy LatifatunnisaAffiliation unknown1
Dwi Wahyu SubektiAffiliation unknown1
Yuli SetiyawatiAffiliation unknown1
Dian Ika PertiwiAffiliation unknown1
Durotul AzqiyaAffiliation unknown1
Danang SuyudiAffiliation unknown1
Fajar Dara RiaAffiliation unknown1
Moch. RondhiAffiliation unknown1
Miko GuntaraAffiliation unknown1
Arif SugiartoAffiliation unknown1
Maghfur Imam Abdul MajidAffiliation unknown1
Alfu Sa’iidahAffiliation unknown1
Andryas Eka Candra TarsenaAffiliation unknown1
Aisyahtun AnjaniAffiliation unknown1
Luna Vania Mustika NingtyasAffiliation unknown1
Nushrotu ZulfaAffiliation unknown1
Wilujeng Eky SeptianaAffiliation unknown1
Randi Gita SetyokoAffiliation unknown1
Deva Dwi ArnandaAffiliation unknown1
Muhammad Gunawan AssegabAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eduart/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EKSPRESI WAJAH ANAK GEPENG SEBAGAI SUMBER INSPIRASI DALAM BERKARYA SENI LUKIS</dc:title>
	<dc:creator>Ardyansah, Annas</dc:creator>
	<dc:creator>Mujiyono, Mujiyono</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Masalah anak gepeng (gelandang pengemis) disebabkan karena adanya permasalahan keluarga yang dihadapi, seperti faktor ekonomi atau perceraian orang tua bahkan kondisi lingkungan yang mendukung anak gepeng turun di jalanan. Masyarakat memandang anak gepeng tidak mempunyai kehidupan yang jelas, kotor, dan suram. Tetapi anak gepeng memiliki sisi negatif dan positif. Oleh karena itu penulis mempresentasikan karya seni lukis yang mengambil sumber gagasan ekspresi wajah anak gepeng sebagai media penyampaian pesan ketegaran dan optimisme anak gepeng dalam komponen penonjolan subjek wajah secara lebih dominan dengan pendekatan realis. Metode yang digunakan meliputi pemilihan media, teknik berkarya, dan proses berkarya. Media yang digunakan berupa bahan dan alat (kanvas, cat minyak, plamir, spanram, minyak, kuas, pensil, dan palet). Proses berkarya dalam proyek studi ini terbagi menjadi lima langkah (1) pengumpulan data atau gambar sebagai acuan refrensi (2) membuat sket dalam bentuk closeup (3) memindahkan sket pada kanvas (4) pewarnaan (5) finishing. Penulis menghasilkan 10 karya lukisan melalui pendekatan realis dengan ukuran bervariasi. Pemberani (110cm x 110cm), Kehidupanku (110cm x 130cm), Riang (110cm x 140cm), Ketenteraman (110cm x 110cm), Siaga (110cm x 130cm), Keseronokan (110cm x 140cm), Optimisme (110cm x 130cm), Keteguhan (110cm x 140cm), Tak Tentu Arah (110cm x 140), dan Berfantasi (110cm x 110cm). Dengan adanya proyek studi ini, diharapkan mahasiswa atau masyarakat memahami sisi positif dan negatif anak gepeng.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/eduart/article/view/46666</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni; Vol 10 No 2 (2021): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni; 1-9</dc:source>
	<dc:source>2721-785X</dc:source>
	<dc:source>2252-6625</dc:source>
	<dc:source>10.15294/eduarts.v10i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/eduart/article/view/46666/18829</dc:relation>
</oai_dc:dc>