Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

PROSES PRODUKSI, MOTIF DAN MAKNA SIMBOLIK “BATIK BANGBANGAN BURUNG HONG” DI SANGGAR BATIK KATURA TRUSMI CIREBON

Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni · Vol. 12 No. 3 (2023) · pp. 1–12

ISSN
2721-785X, 2252-6625
Published
2023-09-01
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses produksi batik, motif dan makna simbolik batik Bangbangan Burung Hong. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Data yang diperoleh dianalisis dan dideskripsikan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan proses produksi batik Bangbangan Burung Hong di Sanggar Batik Katura terdiri dari: 1) tahap persiapan yaitu mencuci kain, 2) tahap pembuatan pola batik (memola), 3) tahap pembatikan dilakukan sebanyak dua kali yaitu: a) pembatikan pertama terdiri dari proses nglowong, nembok, isen-isen, pewarnaan dengan teknik celup menggunakan pewarna napthol AS-D dengan larutan garam merah yaitu Diazo Merah R atau Scarlet R, kemudian proses nglorod atau pelorodan, b) Pembatikan kedua terdiri dari proses nembok, pewarnaan dengan teknik celup menggunakan pewarna napthol AS-BO dengan larutan garam merah bata yaitu Diazo Merah B, kemudian proses pelorodan, 4) tahap akhir yaitu mencuci, menyetrika kain batik dan dikemas. Batik Bangbangan Burung Hong memiliki ciri khas pada motifnya yaitu perpaduan corak budaya terdiri dari: 1) motif Burung hong berasal dari budaya Cina sebagai motif pokok, 2) motif pelengkap berasal dari budaya Cina yaitu motif Bunga Seruni dan dari budaya Cirebon di antaranya motif Tumpal atau Pucuk Rebung, motif Banji dan motif Burung, 3) motif isen-isen berupa cecek (titik), sawut (garis-garis), dan sisik. Ciri khas kedua terdapat pada warna motif batik yaitu berwarna merah seperti warna darah ayam. Makna simbolik batik Bangbangan Burung Hong terdiri dari: 1) berdasarkan keseluruhan motif batik menjadi perlambangan dari sifat, sikap dan perilaku kehidupan masyarakat Cirebon yang memegang erat nilai religius dan nilai sosial budaya (kebajikan, kemanusiaan, kesatuan, tanggung jawab, kebahagiaan atau kesejahteraan, kekuatan, kesabaran, kejujuran, menjunjung tinggi kedamaian), 2) berdasarkan warna pada batik Bangbangan Burung Hong yaitu warna merah seperti warna darah ayam melambangkan karakter masyarakat Cirebon yaitu harapan, kemakmuran, kebahagiaan dan keberuntungan.

Collaboration network of the authors

39 authors · 64 co-authorship links · 9 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Medan Area University
  • Andalas University
  • Diponegoro University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Habib SatriaMedan Area University3
Moranain MungkinMedan Area University2
Dina MaizanaMedan Area University2
Rahmad SyahMedan Area University1
Nukhe Andri SilvianaMedan Area University1
Indri DayanaMedan Area University1
Dadan RamdanMedan Area University1
Muhammad Fadlan SiregarMedan Area University1
Sulistyo Agung Dwi KurniawanAffiliation unknown1
Kamsidjo Budi UtomoAffiliation unknown1
Imam Fauzi Ath ThaariqAffiliation unknown1
Lusi Ngestina PutriAffiliation unknown1
Anggi Verresya DwiAffiliation unknown1
Apri YuliyanaAffiliation unknown1
Triyanto TriyantoAffiliation unknown1
Dewi Barata Siswa LelanaAffiliation unknown1
Novita Tri LestariAffiliation unknown1
Onang MurtiyosoAffiliation unknown1
Restu Angening PawekasAffiliation unknown1
Eko SugiartoAffiliation unknown1
Qoimatun NajahAffiliation unknown1
Rivaldi AditiantoAffiliation unknown1
Widodo KurniantoAffiliation unknown1
Alfi Sholehah Dwi MeyraniAffiliation unknown1
Rina Aenun RohmadiatiAffiliation unknown1
Dewi SetianingrumAffiliation unknown1
Muhammad KarimunAffiliation unknown1
Cermat Gentur PambukoAffiliation unknown1
Lisna Zaida HusnyAffiliation unknown1
Mohammad Nova PurnamaAffiliation unknown1
Dwi Ayu WulandariAffiliation unknown1
Anggun Mega Yuli YanaAffiliation unknown1
Annis Laela FardaniAffiliation unknown1
Purwanto PurwantoDiponegoro University1
Dita SetyawanAffiliation unknown1
Julia PermatasariAffiliation unknown1
Nur Lailatul MaulidiyahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eduart/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PROSES PRODUKSI, MOTIF DAN MAKNA SIMBOLIK “BATIK BANGBANGAN BURUNG HONG” DI SANGGAR BATIK KATURA TRUSMI CIREBON</dc:title>
	<dc:creator>Tiara, Elsa Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Syafii, Syafii</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses produksi batik, motif dan makna simbolik batik Bangbangan Burung Hong. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Data yang diperoleh dianalisis dan dideskripsikan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan proses produksi batik Bangbangan Burung Hong di Sanggar Batik Katura terdiri dari: 1) tahap persiapan yaitu mencuci kain, 2) tahap pembuatan pola batik (memola), 3) tahap pembatikan dilakukan sebanyak dua kali yaitu: a) pembatikan pertama terdiri dari proses nglowong, nembok, isen-isen, pewarnaan dengan teknik celup menggunakan pewarna napthol AS-D dengan larutan garam merah yaitu Diazo Merah R atau Scarlet R, kemudian proses nglorod atau pelorodan, b) Pembatikan kedua terdiri dari proses nembok, pewarnaan dengan teknik celup menggunakan pewarna napthol AS-BO dengan larutan garam merah bata yaitu Diazo Merah B, kemudian proses pelorodan, 4) tahap akhir yaitu mencuci, menyetrika kain batik dan dikemas. Batik Bangbangan Burung Hong memiliki ciri khas pada motifnya yaitu perpaduan corak budaya terdiri dari: 1) motif Burung hong berasal dari budaya Cina sebagai motif pokok, 2) motif pelengkap berasal dari budaya Cina yaitu motif Bunga Seruni dan dari budaya Cirebon di antaranya motif Tumpal atau Pucuk Rebung, motif Banji dan motif Burung, 3) motif isen-isen berupa cecek (titik), sawut (garis-garis), dan sisik. Ciri khas kedua terdapat pada warna motif batik yaitu berwarna merah seperti warna darah ayam. Makna simbolik batik Bangbangan Burung Hong terdiri dari: 1) berdasarkan keseluruhan motif batik menjadi perlambangan dari sifat, sikap dan perilaku kehidupan masyarakat Cirebon yang memegang erat nilai religius dan nilai sosial budaya (kebajikan, kemanusiaan, kesatuan, tanggung jawab, kebahagiaan atau kesejahteraan, kekuatan, kesabaran, kejujuran, menjunjung tinggi kedamaian), 2) berdasarkan warna pada batik Bangbangan Burung Hong yaitu warna merah seperti warna darah ayam melambangkan karakter masyarakat Cirebon yaitu harapan, kemakmuran, kebahagiaan dan keberuntungan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2023-09-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/eduart/article/view/76621</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni; Vol 12 No 3 (2023): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni; 1-12</dc:source>
	<dc:source>2721-785X</dc:source>
	<dc:source>2252-6625</dc:source>
	<dc:source>10.15294/eduarts.v12i3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/eduart/article/view/76621/25787</dc:relation>
</oai_dc:dc>