Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Kearifan Lokal Untuk Antisipasi Bencana Longsor di Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan

Edu Geography · Vol. 6 No. 1 (2018) · pp. 80–88

ISSN
2549-0346, 2252-6684
Published
2018-06-10
Publisher
Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Kutorojo, village in Kajen, Pekalongan district has a variety of local wisdom. The purpose of this research: 1) To know the shape of local wisdom that lasts, 2) To analyze the meaning of local wisdom related to the anticipation of landslide, 3) To describe the local hereditary. The research is descriptive research by approach descriptive. The data obtained by the use of observation, interview and documentation. The subject of the research is elders, village the village, communities, and children aged school. The result of this research suggests that: 1) The local knowledge that there is rumah sembilan, larangan menebang pohon, perlindungan air pancuran Telaga Pakis, perlindungan lingkungan Sendang Sari, and dusun terlarang, 2) There are meaning local knowledge larangan menebang pohon by anticipation, landslide disaster. 3) The local hereditary begins advice in general glorious. Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan memiliki berbagai kearifan lokal. Tujuan penelitian ini: 1) Untuk mengetahui bentuk kearifan lokal yang berlangsung, 2) Untuk menganalisis makna kearifan lokal berkaitan dengan antisipasi bencana longsor, 3) Untuk mendeskripsikan sistem pewarisan lokal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan deskriptif. Data di peroleh dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah sesepuh desa, kepala desa, masyarakat, dan anak usia sekolah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Bentuk kearifan lokal yang ada adalah rumah sembilan, larangan menebang pohon, perlindungan air pancuran Telaga Pakis, perlindungan lingkungan Sendang Sari, dan dusun terlarang, 2) Terdapat makna kearifan lokal larangan menebang pohon dengan antisipasi bencana longsor, 3) Sistem pewarisan lokal bersumber dari petuah-petuah luhur.

Collaboration network of the authors

40 authors · 121 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Puji HardatiAffiliation unknown3
Sriyanto SriyantoAffiliation unknown3
Juhadi JuhadiAffiliation unknown2
Tjaturahono Budi SanjotoAffiliation unknown2
Arifatun Rizka AmaliaAffiliation unknown2
Ferani MulianingsihAffiliation unknown2
Heri TjahjonoAffiliation unknown1
Nina RosianaAffiliation unknown1
Hariyanto HariyantoAffiliation unknown1
Fajar RianawatiAffiliation unknown1
Meriena Mustikaning KussusiloAffiliation unknown1
Muh. SholehAffiliation unknown1
sri nata saputriAffiliation unknown1
Wahyu SetyaningsihAffiliation unknown1
Aji Setiyo NugrohoAffiliation unknown1
Apik Budi SantosoAffiliation unknown1
Delia Ekky CahyaniAffiliation unknown1
Saptono PutroAffiliation unknown1
Annis FaridaAffiliation unknown1
Putri Inmas PAffiliation unknown1
Ananto AjiAffiliation unknown1
Erlina YulianiAffiliation unknown1
Indah Nur FitrianiAffiliation unknown1
Siti Aida MaghfirohAffiliation unknown1
Erni SuhariniAffiliation unknown1
Ariesta Dwi WulandariAffiliation unknown1
Ariyani IndrayatiAffiliation unknown1
Kiki Yudhi PrasetyoAffiliation unknown1
Larosa PangaribuanAffiliation unknown1
Andik WijayantoAffiliation unknown1
Zendi AldiantotoAffiliation unknown1
Sriyono SriyonoAffiliation unknown1
Moch. Wahyu RiyantoAffiliation unknown1
Muhammad Nasrun Eko WibowoAffiliation unknown1
Eva BanuwatiAffiliation unknown1
Dwiga Selly MadyaratriAffiliation unknown1
Heni Kristina WatiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kearifan Lokal Untuk Antisipasi Bencana Longsor di Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan</dc:title>
	<dc:creator>Linuwar, Tunggul Wulung</dc:creator>
	<dc:creator>Liesnoor, Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Arifien, moch</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kutorojo, village in Kajen, Pekalongan district has a variety of local wisdom. The purpose of this research: 1) To know the shape of local wisdom that lasts, 2) To analyze the meaning of local wisdom related to the anticipation of landslide, 3) To describe the local hereditary. The research is descriptive research by approach descriptive. The data obtained by the use of observation, interview and documentation. The subject of the research is elders, village the village, communities, and children aged school. The result of this research suggests that: 1) The local knowledge that there is rumah sembilan, larangan menebang pohon, perlindungan air pancuran Telaga Pakis, perlindungan lingkungan Sendang Sari, and dusun terlarang, 2) There are meaning local knowledge larangan menebang pohon by anticipation, landslide disaster. 3) The local hereditary begins advice in general glorious.
Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan memiliki berbagai kearifan lokal. Tujuan penelitian ini: 1) Untuk mengetahui bentuk kearifan lokal yang berlangsung, 2) Untuk menganalisis makna kearifan lokal berkaitan dengan antisipasi bencana longsor, 3) Untuk mendeskripsikan sistem pewarisan lokal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan deskriptif. Data di peroleh dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah sesepuh desa, kepala desa, masyarakat, dan anak usia sekolah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Bentuk kearifan lokal yang ada adalah rumah sembilan, larangan menebang pohon, perlindungan air pancuran Telaga Pakis, perlindungan lingkungan Sendang Sari, dan dusun terlarang, 2) Terdapat makna kearifan lokal larangan menebang pohon dengan antisipasi bencana longsor, 3) Sistem pewarisan lokal bersumber dari petuah-petuah luhur.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-10</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/edugeo/article/view/23595</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Edu Geography; Vol 6 No 1 (2018): Vol 6 No 1 (2018); 80-88</dc:source>
	<dc:source>2549-0346</dc:source>
	<dc:source>2252-6684</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/edugeo/article/view/23595/11000</dc:relation>
</oai_dc:dc>