Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Efektivitas Program Kartu Jakarta Pintar Tingkat Sekolah Menengah Atas Negeri di Kecamatan Pesanggrahan

Efficient: Indonesian Journal of Development Economics · Vol. 1 No. 1 (2018) · pp. 44–50

DOI
10.15294/efficient.v1i1.27218
ISSN
2655-318X, 2655-6197
Published
2018-11-17
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Jakarta Provincial Government to implement 12-year compulsory education policy since 2007. However, the disparity in school enrollment between groups is still quite high. One reason is the high cost of education borne by students. For the Jakarta provincial government funding to enforce policies KJP. But there are still cases of misuse of funds. The method used in this research is descriptive analysis percentage. The samples in this research using stratified random sampling. The results showed KJP program on education National High School is quite effective it is seen from the success of the program and the success of the target. Advice can be given by researchers that, for the government should pay more attention to the socialization of the new regulations so that the continuity of the program KJP can be better and for beneficiaries students and parents should be the attitude of opportunities to be controlled and relieve dependence on KJP only for the fulfillment of access to education and not for personal needs. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaksanakan kebijakan wajib belajar 12 tahun sejak tahun 2007. Namun, disparitas partisipasi sekolah antar kelompok masyarakat masih cukup tinggi. Salah satu alasannya adalah tingginya biaya pendidikan yang ditanggung oleh peserta didik. Untuk itu pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan kebijakan pemberian dana KJP. Namun masih adanya kasus penyalahgunaan dana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif persentase. Penentuan sampel dalam penelitian ini mengunakan stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukan Program KJP pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri terbilang cukup efektif hal ini dilihat dari keberhasilan program dan keberhasilan sasaran. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti yaitu, bagi pemerintah hendaknya lebih memperhatikan sosialisasi tentang peraturan yang baru agar keberlangsungan program KJP dapat lebih maksimal.dan bagi para penerima bantuan siswa dan orang tua hendaknya sikap opportunities harus dikendalikan dan menghilangkan rasa ketergantungan terhadap program karena Kartu Jakarta Pintar diperuntukan hanya untuk pemenuhan akses pendidikan, bukan untuk kebutuhan pribadi.

Collaboration network of the authors

40 authors · 75 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • State University of Semarang
  • Diponegoro University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sucihatiningsih Dian Wisika PrajantiState University of Semarang2
Grace Natalia MarpaungAffiliation unknown2
Yozi Aulia RahmanAffiliation unknown2
Joko WidodoAffiliation unknown2
Eva BanowatiAffiliation unknown2
Thriwaty ArsalAffiliation unknown2
Hadiyanto HadiyantoDiponegoro University2
Muhammad Syarwa SangilaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
La BoyInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Dedyerianto DedyeriantoInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Halistin HalistinInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Firman RiansyahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Tirta YogaAffiliation unknown1
Cepryana Sathalica WidyanandaAffiliation unknown1
Tuti IrianiAffiliation unknown1
Etty Puji LestariAffiliation unknown1
Agung Yudhi PramonoAffiliation unknown1
Gita Yuliantina ParameswariAffiliation unknown1
Assafrul Ali AdhimAffiliation unknown1
Rizki NafisaAffiliation unknown1
Tania WicaksanaAffiliation unknown1
Yustiko Arvan Gilang PangestuAffiliation unknown1
Makbuludin MakbuludinAffiliation unknown1
Maman RachmanAffiliation unknown1
Tri Joko RaharjoAffiliation unknown1
Musino MusinoAffiliation unknown1
Nadhirin NadhirinAffiliation unknown1
Cahyo Budi UtomoAffiliation unknown1
Tri Joko RaharjoAffiliation unknown1
Rinda Herdiyani RindaAffiliation unknown1
Lely Kusumaning AyuAffiliation unknown1
Novita RahmawatiAffiliation unknown1
Febrianti WahyuningrumAffiliation unknown1
Yuan Daniel TegarAffiliation unknown1
Rizka YulianiAffiliation unknown1
Bambang PriyonoState University of Semarang1
Tjetjep Rohendi RohidiAffiliation unknown1
Hidayatun HidayatunAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/efficient/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Efektivitas  Program Kartu Jakarta  Pintar Tingkat Sekolah Menengah Atas Negeri di Kecamatan Pesanggrahan</dc:title>
	<dc:creator>Anisah, Anisah</dc:creator>
	<dc:creator>Soesilowati, Etty</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jakarta Provincial Government to implement 12-year compulsory education policy since 2007. However, the disparity in school enrollment between groups is still quite high. One reason is the high cost of education borne by students. For the Jakarta provincial government funding to enforce policies KJP. But there are still cases of misuse of funds. The method used in this research is descriptive analysis percentage. The samples in this research using stratified random sampling. The results showed KJP program on education National High School is quite effective it is seen from the success of the program and the success of the target. Advice can be given by researchers that, for the government should pay more attention to the socialization of the new regulations so that the continuity of the program KJP can be better and for beneficiaries students and parents should be the attitude of opportunities to be controlled and relieve dependence on KJP only for the fulfillment of access to education and not for personal needs.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaksanakan kebijakan wajib belajar 12 tahun sejak tahun 2007. Namun, disparitas partisipasi sekolah antar kelompok masyarakat masih cukup tinggi. Salah satu alasannya adalah tingginya biaya pendidikan yang ditanggung oleh peserta didik. Untuk itu pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan kebijakan pemberian dana KJP. Namun masih adanya kasus penyalahgunaan dana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif persentase. Penentuan sampel dalam penelitian ini mengunakan&amp;nbsp; stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukan Program KJP&amp;nbsp; pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri terbilang cukup efektif hal ini dilihat dari keberhasilan program dan keberhasilan sasaran. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti yaitu, bagi pemerintah hendaknya lebih memperhatikan sosialisasi tentang peraturan yang baru agar keberlangsungan program KJP dapat lebih maksimal.dan bagi para penerima bantuan siswa dan orang tua hendaknya sikap opportunities harus dikendalikan dan menghilangkan rasa ketergantungan terhadap program karena Kartu Jakarta Pintar diperuntukan hanya untuk pemenuhan akses pendidikan, bukan untuk kebutuhan pribadi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2018-11-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/efficient/article/view/27218</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/efficient.v1i1.27218</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Efficient: Indonesian Journal of Development Economics; Vol 1 No 1 (2018); 44-50</dc:source>
	<dc:source>2655-318X</dc:source>
	<dc:source>2655-6197</dc:source>
	<dc:source>10.15294/efficient.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/efficient/article/view/27218/11900</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 EFFICIENT Indonesian Journal of Development Economics</dc:rights>
</oai_dc:dc>