Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Penggunaan Kulit Tumbuhan Kareumbi (Homalanthus populneus) Sebagai Zat Warna Alam dengan Variasi Mordan

Fashion and Fashion Education Journal · Vol. 9 No. 1 (2021) · pp. 58–64

DOI
10.15294/ffej.v9i1.37016
ISSN
2828-0237, 2252-6803
Published
2021-04-29
Publisher
Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Zat warna alam banyak dihasilkan dari tumbuhan bagian daun, buah, bunga, biji, akar dan kulit. Kulit tumbuhan kareumbi (Homalanthus populneus) dapat digunakan sebagai zat warna alam pada kain mori primissima. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas hasil pencelupan meliputi ketuaan warna, ketahanan luntur dan beda warna pada pencelupan menggunakan kain mori primissima. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen. Kain sebelum diwarnai diberi perlakuan pre mordanting menggunakan tawas, kapur tohor dan tunjung dengan konsentrasi 50gr/l. Pewarnaan dilakukan dengan cara merendam kain mori primissima dalam ekstrak kulit kareumbi (Homalanthus populneus) selama 30 menit, kemudian di jemur dan diulangi hingga frekuensi pencelupan 10 kali. Hasil uji ketuaan warna nilai tertinggi dihasilkan dari perlakuan mordan tunjung dengan nilai reflektansi (R%) 4.71 dan nilai ketuaan warna terendah dihasilkan dari perlakuan mordan kapur tohor dengan nilai reflektansi (R%) 54.76. Hasil uji ketahanan luntur warna terhadap pencucian sabun perlakuan mordan tawas dan tunjung menghasilkan nilai 4 dengan kategori “baik” dan perlakuan mordan kapur tohor menghasilkan nilai 3-4 dengan kategori “cukup baik”. Selain itu, hasil uji ketahanan luntur terhadap penodaan kain menunjukkan perlakuan mordan kapur tohor dan tunjung menghasilkan nilai 4-5 dengan kategori “baik” dan perlakuan mordan tawas menghasilkan nilai 5 dengan kategori “baik sekali”. Sedangkan uji arah warna dapat diketahui perlakuan mordan tawas dan kapur tohor mengarah pada warna kuning dan pencelupan dengan menggunakan mordan tunjung mengarah pada warna hitam.

Collaboration network of the authors

40 authors · 93 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Yogyakarta State University
  • University of Indonesia
  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Yeri SutopoAffiliation unknown5
Ade Novi Nurul IhsaniAffiliation unknown3
Nur QudusAffiliation unknown2
Nelly Setyowati AnggraeniAffiliation unknown2
Samsudin AnisAffiliation unknown2
Adhi KusumastutiAffiliation unknown2
Trisnani WidowatiAffiliation unknown2
İnsih WilujengYogyakarta State University1
I Gusti Putu SuryadarmaYogyakarta State University1
I. P. M. DewiYogyakarta State University1
Nur ShabrinaAffiliation unknown1
Sri HandayaniAffiliation unknown1
Delta ApriyaniAffiliation unknown1
Amalia ShofiAffiliation unknown1
Retno MarlangenAffiliation unknown1
Wulansari PrasetyaningtyasAffiliation unknown1
Dwi Putri AsihAffiliation unknown1
Luluk WitantiAffiliation unknown1
Bilqis Lailatul MardliyahAffiliation unknown1
Anindya Rahma SuwignyoAffiliation unknown1
Agita Ainur RizqiyahAffiliation unknown1
Adinda WibowoAffiliation unknown1
Titin AgustinaAffiliation unknown1
Maria KrisnawatiAffiliation unknown1
Sharfina Nur WulandariAffiliation unknown1
Sita NurmasitahAffiliation unknown1
Agita Ainur RizqiyahAffiliation unknown1
WiddiyantiAffiliation unknown1
Putri NurrohmahAffiliation unknown1
Intikana Mega RizkyAffiliation unknown1
Siti NurrohmahUniversity of Indonesia1
Dwi RetnoAffiliation unknown1
Fitrah SakdiyahAffiliation unknown1
Nabila Fitria Ainul HukmaAffiliation unknown1
Anggita Fortuna DewiAffiliation unknown1
Wulidah NingAffiliation unknown1
Irmayanti IrmayantiUniversitas Halu Oleo1
Yuni tri lestariAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ffe/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penggunaan Kulit Tumbuhan Kareumbi (Homalanthus populneus) Sebagai Zat Warna Alam dengan Variasi Mordan</dc:title>
	<dc:creator>Rahmawati, Nadhifah</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuningsih, Sri Endah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Zat warna alam banyak dihasilkan dari tumbuhan bagian daun, buah, bunga, biji, akar dan kulit. Kulit tumbuhan kareumbi (Homalanthus populneus) dapat digunakan sebagai zat warna alam pada kain mori primissima.&amp;nbsp; Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas hasil pencelupan meliputi ketuaan warna, ketahanan luntur dan beda warna pada pencelupan menggunakan kain mori primissima. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen. Kain sebelum diwarnai diberi perlakuan pre mordanting menggunakan tawas, kapur tohor dan tunjung dengan konsentrasi 50gr/l. Pewarnaan dilakukan dengan cara merendam kain mori primissima dalam ekstrak kulit kareumbi (Homalanthus populneus) selama 30 menit, kemudian di jemur dan diulangi hingga frekuensi pencelupan 10 kali. Hasil uji ketuaan warna nilai tertinggi dihasilkan&amp;nbsp; dari perlakuan mordan tunjung dengan nilai reflektansi (R%) 4.71 dan nilai ketuaan warna terendah dihasilkan dari perlakuan mordan kapur tohor dengan nilai reflektansi (R%) 54.76. Hasil uji ketahanan luntur warna terhadap pencucian sabun perlakuan mordan tawas dan tunjung menghasilkan nilai 4 dengan kategori “baik” dan perlakuan mordan kapur tohor menghasilkan nilai 3-4 dengan kategori “cukup baik”. Selain itu, hasil uji ketahanan luntur terhadap penodaan kain menunjukkan perlakuan mordan kapur tohor dan tunjung menghasilkan nilai 4-5 dengan kategori “baik” dan perlakuan mordan tawas menghasilkan nilai 5 dengan kategori “baik sekali”. Sedangkan uji arah warna dapat diketahui perlakuan mordan tawas dan kapur tohor mengarah pada warna kuning dan pencelupan dengan menggunakan mordan&amp;nbsp; tunjung mengarah pada warna hitam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/ffe/article/view/37016</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ffej.v9i1.37016</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fashion and Fashion Education Journal; Vol 9 No 1 (2020); 58 - 64</dc:source>
	<dc:source>2828-0237</dc:source>
	<dc:source>2252-6803</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ffej.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/ffe/article/view/37016/18785</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Fashion and Fashion Education Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>