Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Eksplorasi Teknik Shibori dan Sashiko pada Kebaya

Fashion and Fashion Education Journal · Vol. 13 No. 1 (2024) · pp. 6–13

ISSN
2828-0237, 2252-6803
Published
2024-05-31
Publisher
Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Abstract. Kebaya is widely worn by all kinds of people to attend certain occasions. The prestige of kebaya today has made a lot of progress on several kebaya models that make a lot of Indonesian designers compete – a competition to create new interesting innovations. Kebaya, which has been found in the community so far, has no one innovated Kebaya by combining shibori techniques and sashiko techniques in their manufacture. The purpose of this study is to determine the results of the exploration of shibori and sashiko techniques on kebaya. This research is a Research and Development (R&D) research using the ADDIE development model which is simplified into four stages which include: (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation. Data collection using product observation sheet questionnaire by Expert Judgment, Data analysis technique using percentage descriptive analysis technique. The results of the study, Kebaya A made from linen using the kanoko shibori technique and the Shippo-Tsunagi pattern got an average overall percentage of 80.73% slightly higher than the kebaya B made from mori primissima using the itajime shibori technique and the Seigaiha pattern produced a percentage of 80.21%. This study concludes that the assessment results of the three expert panelists have an average overall percentage of 80.47% with very high criteria. The suggestion for this study is that in the next study, you can use natural dyes because this study still uses commercial synthetic dyes that are not good for the environment. Keywords: Shibori, Sashiko, Kebaya Abstrak. Kebaya banyak dikenakan oleh semua kalangan untuk menghadiri acara-acara tertentu. Pamor kebaya pada jaman sekarang banyak mengalami kemajuan pada beberapa model kebaya yang membuat para desainer indonesia berlomba – lomba menciptakan inovasi baru yang menarik. Kebaya yang dijumpai di masyarakat sejauh ini, belum ada yang melakukan inovasi dengan menggabungkan teknik shibori dan teknik sashiko pada pembuatannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil eksplorasi teknik shibori dan sashiko pada kebaya.Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) menggunakan model pengembangan ADDIE yang disederhanakan menjadi empat tahapan yang meliputi: (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi. Pengumpulan data menggunakan Angket lembar observasi pengamatan produk oleh Expert Jugdment, Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Hasil Penelitian, Kebaya A berbahan linen menggunakan teknik kanoko shibori dan pola Shippo-Tsunagi mendapatkan rata-rata persentase keseluruhan 80,73% sedikit lebih tinggi dari pada kebaya B berbahan mori primissima menggunakan teknik itajime shibori dan pola Seigaiha menghasilkan persentase 80,21%. Simpulan dari penelitian ini yaitu hasil penilaian dari tiga panelis ahli memiliki hasil rata – rata persentase keseluruhan sebesar 80,47% dengan kriteria sangat tinggi. Saran untuk penelitian ini yaitu pada penelitian selanjutnya dapat menggunakan pewarna yang alami dikarenakan penelitian ini masih menggunakan pewarna sintetis komersial yang kurang baik untuk lingkungan. Kata Kunci: Shibori, Sashiko, Kebaya

Collaboration network of the authors

40 authors · 93 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Yogyakarta State University
  • University of Indonesia
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Yeri SutopoAffiliation unknown5
Ade Novi Nurul IhsaniAffiliation unknown3
Nur QudusAffiliation unknown2
Nelly Setyowati AnggraeniAffiliation unknown2
Samsudin AnisAffiliation unknown2
Adhi KusumastutiAffiliation unknown2
Trisnani WidowatiAffiliation unknown2
Sita NurmasitahAffiliation unknown2
Roudlotus SholikhahAffiliation unknown2
SRI WAHYUNIAffiliation unknown2
Muh Fakhrihun Na'amAffiliation unknown2
İnsih WilujengYogyakarta State University1
I Gusti Putu SuryadarmaYogyakarta State University1
I. P. M. DewiYogyakarta State University1
Nur ShabrinaAffiliation unknown1
Sri HandayaniAffiliation unknown1
Delta ApriyaniAffiliation unknown1
Amalia ShofiAffiliation unknown1
Retno MarlangenAffiliation unknown1
Wulansari PrasetyaningtyasAffiliation unknown1
Dwi Putri AsihAffiliation unknown1
Luluk WitantiAffiliation unknown1
Bilqis Lailatul MardliyahAffiliation unknown1
Anindya Rahma SuwignyoAffiliation unknown1
Agita Ainur RizqiyahAffiliation unknown1
Adinda WibowoAffiliation unknown1
Titin AgustinaAffiliation unknown1
Maria KrisnawatiAffiliation unknown1
Sharfina Nur WulandariAffiliation unknown1
Agita Ainur RizqiyahAffiliation unknown1
WiddiyantiAffiliation unknown1
Putri NurrohmahAffiliation unknown1
Intikana Mega RizkyAffiliation unknown1
Siti NurrohmahUniversity of Indonesia1
Dwi RetnoAffiliation unknown1
Fitrah SakdiyahAffiliation unknown1
Nabila Fitria Ainul HukmaAffiliation unknown1
Anggita Fortuna DewiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ffe/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Eksplorasi Teknik Shibori dan Sashiko pada Kebaya</dc:title>
	<dc:creator>Amaranggana, Ayoedya</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuningsih, Sri Endah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstract. Kebaya is widely worn by all kinds of people to attend certain occasions. The prestige of kebaya today has made a lot of progress on several kebaya models that make a lot of Indonesian designers compete – a competition to create new interesting innovations. Kebaya, which has been found in the community so far, has no one innovated Kebaya by combining shibori techniques and sashiko techniques in their manufacture. The purpose of this study is to determine the results of the exploration of shibori and sashiko techniques on kebaya. This research is a&amp;nbsp;Research and Development (R&amp;amp;D)&amp;nbsp;research using the ADDIE&amp;nbsp;development model which is simplified into four stages which include: (1)&amp;nbsp;analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation. Data collection using product observation sheet questionnaire by&amp;nbsp;Expert Judgment,&amp;nbsp;Data analysis technique using percentage descriptive analysis technique. The results of the study, Kebaya A made from linen using&amp;nbsp;the kanoko shibori&amp;nbsp;technique and&amp;nbsp;the Shippo-Tsunagi&amp;nbsp;pattern got an average overall percentage of 80.73% slightly higher than the kebaya B made from mori primissima using&amp;nbsp;the itajime shibori&amp;nbsp;technique and&amp;nbsp;the Seigaiha&amp;nbsp;pattern produced a percentage of 80.21%. This study concludes that the assessment results of the three expert panelists have an average overall percentage of 80.47% with very high criteria. The suggestion for this study is that in the next study, you can use natural dyes because this study still uses commercial synthetic dyes that are not good for the environment.
Keywords:&amp;nbsp;Shibori, Sashiko, Kebaya
Abstrak. Kebaya banyak dikenakan oleh semua kalangan untuk menghadiri acara-acara tertentu. Pamor kebaya pada jaman sekarang banyak mengalami kemajuan pada beberapa model kebaya yang membuat para desainer indonesia berlomba – lomba menciptakan inovasi baru yang menarik. Kebaya yang dijumpai di masyarakat sejauh ini, belum ada yang melakukan inovasi dengan menggabungkan teknik shibori dan teknik sashiko pada pembuatannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil eksplorasi teknik shibori dan sashiko pada kebaya.Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&amp;amp;D) menggunakan model pengembangan ADDIE yang disederhanakan menjadi empat tahapan yang meliputi : (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi. Pengumpulan data menggunakan Angket lembar observasi pengamatan produk oleh Expert Jugdment, Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Hasil Penelitian, Kebaya A berbahan linen menggunakan teknik kanoko shibori dan pola Shippo-Tsunagi mendapatkan rata-rata persentase keseluruhan 80,73% sedikit lebih tinggi dari pada kebaya B berbahan mori primissima menggunakan teknik itajime shibori dan pola Seigaiha menghasilkan persentase 80,21%. Simpulan dari penelitian ini yaitu hasil penilaian dari tiga&amp;nbsp; panelis ahli memiliki hasil rata – rata persentase keseluruhan sebesar 80,47% dengan kriteria sangat tinggi. Saran untuk penelitian ini yaitu pada penelitian selanjutnya dapat menggunakan pewarna yang alami dikarenakan penelitian ini masih menggunakan pewarna sintetis komersial yang kurang baik untuk lingkungan.
Kata Kunci : Shibori, Sashiko, Kebaya</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2024-05-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/ffe/article/view/58246</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Fashion and Fashion Education Journal; Vol 13 No 1 (2024); 6 - 13</dc:source>
	<dc:source>2828-0237</dc:source>
	<dc:source>2252-6803</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ffej.v13i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/ffe/article/view/58246/26747</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Fashion and Fashion Education Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>