Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Analisis Spasio-Temporal Kekeringan Lahan Sawah Dengan Metode Normalized Difference Drought Index (NDDI) Dan Hubungannya Dengan Ketersediaan Beras Di Kabupaten Grobogan Tahun 2015-2024: Spatio-temporal Analysis of Rice Field Drought with Normalized Difference Drought Index (NDDI) Method and its Relationship with Rice Availability in Grobogan Regency 2015-2024

Geo-Image Journal · Vol. 14 No. 2 (2025) · pp. 110–119

DOI
10.15294/geoimage.v14i2.30062
ISSN
2549-0362, 2252-6285
Published
2025-09-03
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Kabupaten Grobogan menjadi wilayah dengan tingkat kekeringan tertinggi pada tahun 2024 dengan 34 desa terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran kekeringan lahan sawah di Kabupaten Grobogan periode 2015–2024, mengukur akurasi algoritma Normalized Difference Drought Index, serta menganalisis hubungannya dengan ketersediaan beras. Metode yang digunakan meliputi interpretasi citra satelit Sentinel-2A, analisis sistem informasi geografis, dan uji korelasi menggunakan 89 titik sampel. Data dikumpulkan melalui observasi dan validasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 60% lahan sawah mengalami kekeringan sedang hingga sangat berat, sedangkan sisanya berada pada kategori ringan hingga normal. Tingkat akurasi algoritma mencapai 68,12%. Analisis korelasi menunjukkan hubungan negatif antara kekeringan dan ketersediaan beras, dengan koefisien korelasi -0,576 dan nilai R² sebesar 0,331. Artinya, 33,1% variasi ketersediaan beras dipengaruhi oleh tingkat kekeringan berdasarkan hasil pemetaan spasial.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 111 co-authorship links · 4 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • University of Brawijaya
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hariyanto HariyantoAffiliation unknown3
Suroso SurosoAffiliation unknown3
Wahyu SetyaningsihAffiliation unknown3
Didi PramonoAffiliation unknown2
Puji HardatiAffiliation unknown2
Juhadi JuhadiAffiliation unknown2
Erni SuhariniAffiliation unknown2
Satya Budi NugrahaAffiliation unknown2
M Fikri AmrullahAffiliation unknown2
Muhammad AbdullahState University of Semarang1
Luchman HakimUniversity of Brawijaya1
Dian SiswantoUniversity of Brawijaya1
Tutik WijayantiAffiliation unknown1
Restu Ayu MumpuniAffiliation unknown1
Asti HanafiAffiliation unknown1
Tio Putra RefiyanAffiliation unknown1
Abdullah Fariz KyartoAffiliation unknown1
Rizqi Amalia Dwi AsihAffiliation unknown1
Thriwaty ArsalAffiliation unknown1
Sarto SartoAffiliation unknown1
Afkar Jihad Al-afghani AfkarAffiliation unknown1
Ariyani IndrayatiAffiliation unknown1
Apik Budi SantosoAffiliation unknown1
Wiwit Lutfita SetianingrumAffiliation unknown1
Andi Irwan BenardiAffiliation unknown1
Ummi 'IsyaturadhiyyahAffiliation unknown1
R SugiyantoAffiliation unknown1
Yudi AryantoAffiliation unknown1
Lana Shofiatun NisaAffiliation unknown1
Aulia AnnisaAffiliation unknown1
Siti Nur Fatimah SholekhahAffiliation unknown1
Wiwid Bangun MulyadiAffiliation unknown1
Ratna Agustina HidayatiAffiliation unknown1
Ba'iq Ammar TaqiAffiliation unknown1
Ayu PitayatiAffiliation unknown1
Muhammad KhafidAffiliation unknown1
Novia Faiz SafitriAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/geoimage/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Analisis Spasio-Temporal Kekeringan Lahan Sawah Dengan Metode Normalized Difference Drought Index (NDDI) Dan Hubungannya Dengan Ketersediaan Beras Di Kabupaten Grobogan Tahun 2015-2024: Spatio-temporal Analysis of Rice Field Drought with Normalized Difference Drought Index (NDDI) Method and its Relationship with Rice Availability in Grobogan Regency 2015-2024</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ghoni, Abdul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Vina Nurul Husna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Dewi Liesnoor Setyowati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">NDDI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ketersediaan Beras</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sistem informasi geografis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kekeringan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Kabupaten Grobogan menjadi wilayah dengan tingkat kekeringan tertinggi pada tahun 2024 dengan 34 desa terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran kekeringan lahan sawah di Kabupaten Grobogan periode 2015–2024, mengukur akurasi algoritma Normalized Difference Drought Index, serta menganalisis hubungannya dengan ketersediaan beras. Metode yang digunakan meliputi interpretasi citra satelit Sentinel-2A, analisis sistem informasi geografis, dan uji korelasi menggunakan 89 titik sampel. Data dikumpulkan melalui observasi dan validasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 60% lahan sawah mengalami kekeringan sedang hingga sangat berat, sedangkan sisanya berada pada kategori ringan hingga normal. Tingkat akurasi algoritma mencapai 68,12%. Analisis korelasi menunjukkan hubungan negatif antara kekeringan dan ketersediaan beras, dengan koefisien korelasi -0,576 dan nilai R² sebesar 0,331. Artinya, 33,1% variasi ketersediaan beras dipengaruhi oleh tingkat kekeringan berdasarkan hasil pemetaan spasial.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2025-09-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/geoimage/article/view/30062</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/geoimage.v14i2.30062</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Geo-Image Journal; Vol. 14 No. 2 (2025): Special Edition - The Interwoven Landscape: Spatial, Ecological and Regional Insights; 110-119</dc:source>
	<dc:source>2549-0362</dc:source>
	<dc:source>2252-6285</dc:source>
	<dc:source>10.15294/geoimage.v14i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/geoimage/article/view/30062/6029</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Geo-Image Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>