Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

KAJIAN CEMARAN UDARA PADA TAMAN KOTA KB DAN SIMPANG LIMA KECAMATAN SEMARANG SELATAN KOTA SEMARANG

Geo-Image Journal · Vol. 3 No. 2 (2014)

DOI
10.15294/geoimage.v3i2.4664
ISSN
2549-0362, 2252-6285
Published
2014-12-29
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Ruang terbuka hijau di Kota Semarang dari hari ke hari semakin menyempit, artinya ruang terbuka hijau semakin berkurang dan berada di bawah ambang batas persyaratan. Penelitian ini bertujuan: 1) mengetahui kondisi taman kota di Kecamatan Semarang Selatan, 2) mengetahui cemaran udara di Kecamatan Semarang Selatan, 3) mengetahui tingkat kerapatan vegetasi di Kecamatan Semarang Selatan, 4) memberikan arahan akan kebutuhan RTH dan jenis vegetasi taman kota di Kecamatan Semarang Selatan. Metode penelitian adalah deskriptif-kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis spasial, analisis ketelitian interpretasi, analisis deskriptif, dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan, kondisi sebaran vegetasi di Taman KB dan Taman Simpang Lima untuk komposisi vegetasi masuk kategori sedikit, kerapatan vegetasi masuk kategori sangat jarang, dan keberadaan sebaran vegetasi masuk kategori sangat jelek. Pengukuran cemaran udara menunjukkan konsentrasi cemaran di Jalan Pahlawan lebih tinggi dibandingkan di Taman KB dan Taman Simpang Lima. Tingkat kerapatan vegetasi di Kecamatan Semarang Selatan memiliki luasan terbesar pada kategori cukup rapat dengan luas 255,420 Ha. Arahan kebutuhan RTH perlu penambahan luasan sebesar +124,51 Ha, kekurangan 340.019 batang pohon, dan penambahan jenis pohon penyerap NO2 dan debu pada Taman Simpang Lima. Green air-gap in Town of Semarang day after day progressively narrow, its meaning green air-gap on the wane and under sill of conditions boundary.The purpose of the study are: 1) to knowing the condition of parks in Sub District of South Semarang, 2) to knowing the air pollutants in Sub District of South Semarang, 3) knowing the density of vegetation in Sub District of South Semarang, 4) give a picture about the RTH need and kinds of vegetation in parks in Sub District of South Semarang. The research method was descriptive-quantitative. Data analysis techniques used in the study were spatial analysis, interpretation accuracy analysis, descriptive analysis, and analysis comparative. The results showed that, the spread of vegetation at KB Park and Simpang Lima Park was categorized into few, the density of vegetation was categorized into very rare, and the presence of vegetation distribution was categorized into very bad. The pollutant measurement showed that the pollutant concentration on Pahlawan Street was higher than that of at KB Park and Simpang Lima Park. The density level of vegetation in Sub District of South Semarang was the largest which was categorized into dense enough and covered 255,420 hectare. As the RTH need, it is necessary to widen the area until +124,51 hectare, add more 340.019 trees, and put some trees that can absorb NO2 and dust at Simpang Lima Park.

Collaboration network of the authors

40 authors · 115 co-authorship links · 6 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • University of Brawijaya
  • Tarumanagara University
  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Puji HardatiAffiliation unknown5
Hamdan Tri AtmajaAffiliation unknown5
Hariyanto HariyantoAffiliation unknown4
Juhadi JuhadiAffiliation unknown3
Erni SuhariniAffiliation unknown3
Suroso SurosoAffiliation unknown3
Wahyu SetyaningsihAffiliation unknown3
Wasino WasinoTarumanagara University3
Purwadi SuhandiniAffiliation unknown3
Satya Budi NugrahaAffiliation unknown2
Fadly HusainAffiliation unknown2
Agustinus Sugeng PriyantoAffiliation unknown2
Tjaturahono Budi SanjotoAffiliation unknown2
Hairumini HairuminiAffiliation unknown2
Eva BanowatiAffiliation unknown2
Muhammad AminUniversitas Halu Oleo2
Muhammad AbdullahState University of Semarang1
Luchman HakimUniversity of Brawijaya1
Dian SiswantoUniversity of Brawijaya1
Puji HardatiState University of Semarang1
Thriwaty ArsalState University of Semarang1
Sarto SartoAffiliation unknown1
Afkar Jihad Al-afghani AfkarAffiliation unknown1
Ariyani IndrayatiAffiliation unknown1
Apik Budi SantosoAffiliation unknown1
Wiwit Lutfita SetianingrumAffiliation unknown1
Andi Irwan BenardiAffiliation unknown1
Ummi 'IsyaturadhiyyahAffiliation unknown1
R SugiyantoAffiliation unknown1
Yudi AryantoAffiliation unknown1
Lana Shofiatun NisaAffiliation unknown1
Aulia AnnisaAffiliation unknown1
Siti Nur Fatimah SholekhahAffiliation unknown1
Wiwid Bangun MulyadiAffiliation unknown1
Ratna Agustina HidayatiAffiliation unknown1
Ba'iq Ammar TaqiAffiliation unknown1
Ayu PitayatiAffiliation unknown1
Novia Faiz SafitriAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/geoimage/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN CEMARAN UDARA PADA TAMAN KOTA KB DAN SIMPANG LIMA KECAMATAN SEMARANG SELATAN KOTA SEMARANG</dc:title>
	<dc:creator>Iriani, Siti Pratiwi</dc:creator>
	<dc:creator>Setyowati, Dewi Liesnoor</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ruang terbuka hijau di Kota Semarang dari hari ke hari semakin menyempit, artinya ruang terbuka hijau semakin berkurang dan berada di bawah ambang batas persyaratan. Penelitian ini bertujuan: 1) mengetahui kondisi taman kota di Kecamatan Semarang Selatan, 2) mengetahui cemaran udara di Kecamatan Semarang Selatan, 3) mengetahui tingkat kerapatan vegetasi di Kecamatan Semarang Selatan, 4) memberikan arahan akan kebutuhan RTH dan jenis vegetasi taman kota di Kecamatan Semarang Selatan. Metode penelitian adalah deskriptif-kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis spasial, analisis ketelitian interpretasi, analisis deskriptif, dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan, kondisi sebaran vegetasi di Taman KB dan Taman Simpang Lima untuk komposisi vegetasi masuk kategori sedikit, kerapatan vegetasi masuk kategori sangat jarang, dan keberadaan sebaran vegetasi masuk kategori sangat jelek. Pengukuran cemaran udara menunjukkan konsentrasi cemaran di Jalan Pahlawan lebih tinggi dibandingkan di Taman KB dan Taman Simpang Lima. Tingkat kerapatan vegetasi di Kecamatan Semarang Selatan memiliki luasan terbesar pada kategori cukup rapat dengan luas 255,420 Ha. Arahan kebutuhan RTH perlu penambahan luasan sebesar +124,51 Ha, kekurangan 340.019 batang pohon, dan penambahan jenis pohon penyerap NO2 dan debu pada Taman Simpang Lima.  Green air-gap in Town of Semarang day after day progressively narrow, its meaning green air-gap on the wane and under sill of conditions boundary.The purpose of the study are: 1) to knowing the condition of parks in Sub District of South Semarang, 2) to knowing the air pollutants in Sub District of South Semarang, 3) knowing the density of vegetation in Sub District of South Semarang, 4) give a picture about the RTH need and kinds of vegetation in parks in Sub District of South Semarang. The research method was descriptive-quantitative. Data analysis techniques used in the study were spatial analysis, interpretation accuracy analysis, descriptive analysis, and analysis comparative. The results showed that, the spread of vegetation at KB Park and Simpang Lima Park was categorized into few, the density of vegetation was categorized into very rare, and the presence of vegetation distribution was categorized into very bad. The pollutant measurement showed that the pollutant concentration on Pahlawan Street was higher than that of at KB Park and Simpang Lima Park. The density level of vegetation in Sub District of South Semarang was the largest which was categorized into dense enough and covered 255,420 hectare. As the RTH need, it is necessary to widen the area until +124,51 hectare, add more 340.019 trees, and put some trees that can absorb NO2 and dust at Simpang Lima Park.    </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2014-12-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/geoimage/article/view/4664</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/geoimage.v3i2.4664</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Geo-Image Journal; Vol 3 No 2 (2014)</dc:source>
	<dc:source>2549-0362</dc:source>
	<dc:source>2252-6285</dc:source>
	<dc:source>10.15294/geoimage.v3i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/geoimage/article/view/4664/4300</dc:relation>
</oai_dc:dc>