Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM MERESPON DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI JAWA TENGAH: AGEN ADAPTASI, KETAHANAN SOSIAL-EKOLOGIS, DAN POLITIK PERUBAHAN IKLIM

Indonesian Journal of Conservation · Vol. 15 No. 01 (2026) · pp. 1–8

DOI
10.15294/ijc.v15i01.54082
ISSN
2714-6189, 2252-9195
Published
2026-10-09
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi kepemimpinan perempuan dalam merespons dampak perubahan iklim, serta mengevaluasi implementasi kebijakan adaptasi iklim di Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi terhadap visi-misi Pilkada 2024, dokumen Program Kampung Iklim (ProKlim), RPJMD, dan berbagai kebijakan terkait. Lokasi penelitian meliputi Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal sebagai wilayah pesisir Jawa Tengah yang rentan terhadap perubahan iklim. Hasil penelitian menunjukkan; (1) isu perubahan iklim telah masuk dalam diskursus politik lokal, namun belum menjadi agenda strategis pembangunan daerah. Temuan ini menunjukkan adanya climate politics gap, yaitu kesenjangan antara realitas ekologis yang dihadapi masyarakat pesisir dan prioritas agenda politik daerah. (2) perempuan berperan sebagai agen sekaligus climate leaders melalui kegiatan konservasi mangrove, penguatan ekonomi rumah tangga, pengelolaan Program Kampung Iklim (ProKlim), pengembangan usaha mikro, serta pengorganisasian komunitas. Perempuan tidak hanya berkontribusi pada perlindungan lingkungan, tetapi juga membangun ketahanan sosial-ekologis (social-ecological resilience) melalui penguatan jaringan sosial, ketahanan ekonomi keluarga, dan solidaritas komunitas. Meskipun demikian, kepemimpinan perempuan masih menghadapi berbagai hambatan berupa keterbatasan akses pendanaan, rendahnya representasi dalam pengambilan keputusan, serta kuatnya budaya patriarki. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan menggeser perspektif perempuan dari kelompok rentan (climate victims) menjadi pemimpin adaptasi iklim (climate leaders), mengintegrasikan pendekatan gender dengan konsep ketahanan sosial-ekologis, serta menunjukkan pentingnya pengarusutamaan gender dalam kebijakan perubahan iklim di tingkat daerah. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan adaptasi terhadap perubahan iklim tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh penguatan kapasitas sosial masyarakat yang banyak dimediasi melalui kepemimpinan perempuan.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 94 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
  • Universitas Amikom Yogyakarta
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Erisandi ArditamaAffiliation unknown5
Yozi Aulia RahmanAffiliation unknown2
Ahmad Syahrul FauziAffiliation unknown2
Muh. SholehAffiliation unknown2
Apik Budi SantosoAffiliation unknown2
Aprillia FindayaniAffiliation unknown2
Moh Aris MunandarAffiliation unknown2
Tri Marhaeni Pudji AstutiAffiliation unknown2
Pradipta KurniasantiAffiliation unknown2
Martien Herna SusantiAffiliation unknown2
Sunarto SunartoAffiliation unknown2
Eko HandoyoAffiliation unknown2
Farida RahmawatiAffiliation unknown2
AriyatiAffiliation unknown2
Devi Wening AstariUniversitas Amikom Yogyakarta1
Aqmarina Laili AsyrafiUniversitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta1
Eko Teguh ParipurnoUniversitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta1
Hikmat SurbaktiAffiliation unknown1
Sri Isworo EdiningsihUniversitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta1
Lita Yulita FitriyaniUniversitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta1
Priyahita Garmadyuti SuryawijayaUniversitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta1
Vanissa Zera ArdiyantiUniversitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta1
Ari AsnaniAffiliation unknown1
Hartiwi DiastutiAffiliation unknown1
Lindha Riana WatiAffiliation unknown1
Ahmad NurkhinAffiliation unknown1
Iwan Hardi SaputroAffiliation unknown1
Ngabiyanto NgabiyantoAffiliation unknown1
Algifari AlgifariAffiliation unknown1
Nurdian SusilowatiAffiliation unknown1
Primasa Minerva NagariAffiliation unknown1
Taprihanto TaprihantoAffiliation unknown1
Silki RisyadayanaAffiliation unknown1
Anggi SafingahAffiliation unknown1
Virgiawan Dinda SaputraAffiliation unknown1
Marwiyah MarwiyahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/ijc/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM MERESPON DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI JAWA TENGAH: AGEN ADAPTASI, KETAHANAN SOSIAL-EKOLOGIS, DAN POLITIK PERUBAHAN IKLIM</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Lestari, Puji </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">M Fikri Amrullah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sanita Carolina Sasea</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Arvangga Oktadian Krisbiyantoro</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">adaptasi iklim; kepemimpinan; perempuan; perubahan iklim</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini mengeksplorasi kepemimpinan perempuan dalam merespons dampak perubahan iklim, serta mengevaluasi implementasi kebijakan adaptasi iklim di Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi terhadap visi-misi Pilkada 2024, dokumen Program Kampung Iklim (ProKlim), RPJMD, dan berbagai kebijakan terkait. Lokasi penelitian meliputi Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal sebagai wilayah pesisir Jawa Tengah yang rentan terhadap perubahan iklim.
Hasil penelitian menunjukkan; (1) isu perubahan iklim telah masuk dalam diskursus politik lokal, namun belum menjadi agenda strategis pembangunan daerah. Temuan ini menunjukkan adanya climate politics gap, yaitu kesenjangan antara realitas ekologis yang dihadapi masyarakat pesisir dan prioritas agenda politik daerah. (2) perempuan berperan sebagai agen sekaligus climate leaders melalui kegiatan konservasi mangrove, penguatan ekonomi rumah tangga, pengelolaan Program Kampung Iklim (ProKlim), pengembangan usaha mikro, serta pengorganisasian komunitas. Perempuan tidak hanya berkontribusi pada perlindungan lingkungan, tetapi juga membangun ketahanan sosial-ekologis (social-ecological resilience) melalui penguatan jaringan sosial, ketahanan ekonomi keluarga, dan solidaritas komunitas. Meskipun demikian, kepemimpinan perempuan masih menghadapi berbagai hambatan berupa keterbatasan akses pendanaan, rendahnya representasi dalam pengambilan keputusan, serta kuatnya budaya patriarki. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan menggeser perspektif perempuan dari kelompok rentan (climate victims) menjadi pemimpin adaptasi iklim (climate leaders), mengintegrasikan pendekatan gender dengan konsep ketahanan sosial-ekologis, serta menunjukkan pentingnya pengarusutamaan gender dalam kebijakan perubahan iklim di tingkat daerah. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan adaptasi terhadap perubahan iklim tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh penguatan kapasitas sosial masyarakat yang banyak dimediasi melalui kepemimpinan perempuan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2026-10-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/ijc/article/view/54082</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijc.v15i01.54082</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Indonesian Journal of Conservation; Vol. 15 No. 01 (2026): Juni 2026; 1-8</dc:source>
	<dc:source>2714-6189</dc:source>
	<dc:source>2252-9195</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijc.v15i01</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/ijc/article/view/54082/10119</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Conservation</dc:rights>
</oai_dc:dc>