Journal
Lompatan Progresif Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) sebagai Upaya Mewujudkan Peradilan Pidana Berkeadilan: Progressive Leaps in the Criminal Procedure Code (KUHAP) as an Effort to Realize Fair Criminal Justice
Ikatan Penulis Mahasiswa Hukum Indonesia Law Journal · Vol. 5 No. 2 (2025) · pp. 315–352
- ISSN
- 2807-8330, 2797-8508
- Published
- 2025-12-24
- Publisher
- Universitas Negeri Semarang
- Language
- eng
Abstract
Pembaharuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 merupakan langkah strategis dalam merespons berbagai persoalan mendasar yang melekat pada KUHAP lama, khususnya terkait ketidakseimbangan relasi kekuasaan antara negara dan individu dalam proses peradilan pidana. KUHAP sebelumnya dinilai belum sepenuhnya mampu mewujudkan peradilan pidana yang berkeadilan karena masih dominannya kewenangan aparat penegak hukum, lemahnya pengawasan yudisial, serta terbatasnya perlindungan hak asasi manusia bagi tersangka, terdakwa, dan korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis arah reformulasi KUHAP baru dalam mewujudkan peradilan pidana berkeadilan serta mengkaji implikasi dan tantangan implementasinya dalam sistem peradilan pidana Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif terbatas, melalui analisis terhadap KUHAP lama, KUHAP baru, serta instrumen hak asasi manusia nasional dan internasional yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformulasi KUHAP baru menandai pergeseran paradigma menuju sistem peradilan pidana yang berorientasi pada due process of law, penguatan peran hakim, pembatasan upaya paksa, pengakuan hak korban, serta pengembangan pendekatan keadilan restoratif. Tantangan implementasi reformulasi KUHAP terletak pada budaya hukum aparat, kesiapan kelembagaan, dan konsistensi penerapan norma progresif dalam praktik. Reformulasi KUHAP pada akhirnya menuntut komitmen berkelanjutan untuk menjadikan hukum acara pidana sebagai instrumen perlindungan hak asasi manusia dan penegakan hukum yang berkeadilan.
Keywords
Collaboration network of the authors
30 authors · 88 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- State University of Semarang
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Muhammad Azil Maskur | Affiliation unknown | 4 |
| Wildan Azkal Fikri | Affiliation unknown | 3 |
| Cahya Wulandari | State University of Semarang | 2 |
| Rohadhatul Aisy | Affiliation unknown | 2 |
| Safira Embun Insanidya | Affiliation unknown | 2 |
| Kayla Achri Salsabila | Affiliation unknown | 2 |
| Nafa Isma Nur Fattih | Affiliation unknown | 2 |
| Yustina Dhian Novita | Affiliation unknown | 1 |
| Muhamad Helmi Md Said | Affiliation unknown | 1 |
| Ridwan Arifin | Affiliation unknown | 1 |
| R Benny Riyanto | Affiliation unknown | 1 |
| Nurul Fibrianti | Affiliation unknown | 1 |
| Karsinah Karsinah | Affiliation unknown | 1 |
| Bintang Rafli Ananta | Affiliation unknown | 1 |
| Zainurohmah Zainurohmah | Affiliation unknown | 1 |
| Galih Niken Anggoto Sulaksmi | Affiliation unknown | 1 |
| Aisyah Nur Rafidah | Affiliation unknown | 1 |
| Chandan Kumar Sah | Affiliation unknown | 1 |
| Venessa Huwae | Affiliation unknown | 1 |
| Sudrajat Tedi | Affiliation unknown | 1 |
| Tri Lisiani Prihatinah | Affiliation unknown | 1 |
| Duhita Pandya | Affiliation unknown | 1 |
| Ali Masyhar Mursyid | Affiliation unknown | 1 |
| Nofian Zacky Prasatya | Affiliation unknown | 1 |
| Gibran Duarta Pandiangan | Affiliation unknown | 1 |
| Alex Cristian Rambe Manalu | Affiliation unknown | 1 |
| Arya Nawang Soka | Affiliation unknown | 1 |
| Wei Cheng Lin | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.