Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Ketidaktransparanan Layanan VAS dan Pemotongan Pulsa oleh Indosat Ooredoo dalam Perspektif Perlindungan Konsumen

Ikatan Penulis Mahasiswa Hukum Indonesia Law Journal · Vol. 5 No. 5 (2026) · pp. 1509–1536

DOI
10.15294/ipmhi.v5i5.48650
ISSN
2807-8330, 2797-8508
Published
2026-07-19
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Penelitian ini mengkaji ketidaktransparanan layanan Value Added Services (VAS) yang mengakibatkan pemotongan pulsa tanpa persetujuan yang sah pada konsumen Indosat Ooredoo. Permasalahan utama terletak pada aktivasi layanan digital yang tidak disertai informasi yang jelas mengenai objek layanan, biaya berlangganan, serta mekanisme penghentian layanan, sehingga menimbulkan cacat persetujuan konsumen dan potensi kerugian ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk praktik layanan VAS yang tidak transparan serta mengkaji perlindungan hukum dan tanggung jawab pelaku usaha berdasarkan hukum perlindungan konsumen di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, yang didukung oleh studi kepustakaan dan analisis bahan hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik VAS mengandung unsur pseudo-consent, ketidakjelasan objek layanan, pembebanan biaya secara otomatis tanpa persetujuan yang sah, serta keterbatasan kendali konsumen dalam menghentikan layanan. Kondisi tersebut melanggar hak konsumen atas informasi yang benar, jelas, dan jujur sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen, serta menunjukkan adanya ketimpangan struktural antara konsumen dan pelaku usaha. Meskipun secara normatif telah tersedia perlindungan hukum yang bersifat preventif dan represif, implementasinya masih belum efektif akibat lemahnya penegakan dan keterbatasan akses pemulihan bagi konsumen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik VAS merupakan bentuk unauthorized digital billing dan menegaskan pentingnya penguatan pengawasan regulasi, transparansi sistem, serta desain layanan yang berorientasi pada konsumen guna mewujudkan perlindungan hukum yang efektif dan berkelanjutan di era digital.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 110 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Aprila NiravitaAffiliation unknown4
Rahayu Fery AnitasariAffiliation unknown3
TRI ANDARI DAHLANAffiliation unknown2
Indah Sri UtariAffiliation unknown2
Diandra Preludio RamadaAffiliation unknown2
Ridwan ArifinAffiliation unknown2
Adiguna Bagas Waskito AjiAffiliation unknown2
Puji WiyatnoAffiliation unknown2
Batari LaskarwatiAffiliation unknown2
Bayangsari WedhatamiAffiliation unknown2
Benny SumardianaAffiliation unknown2
Syukron SalamAffiliation unknown2
Iqbal SyariefudinAffiliation unknown2
Sang Ayu Putu RahayuAffiliation unknown2
Destina AnggiyantiAffiliation unknown2
Dewi Nur HidayahAffiliation unknown2
Rindia Fanny KusumaningtyasAffiliation unknown1
Rina AufaAffiliation unknown1
Rini FidiyaniAffiliation unknown1
Ayup Suran NingsihAffiliation unknown1
Kresna Adi PrasetyoAffiliation unknown1
Lilis Eka LestariAffiliation unknown1
Afrida ZulfiyaniAffiliation unknown1
Syalis Mei SetianiAffiliation unknown1
Yustina Dhian NovitaAffiliation unknown1
Risky Agung FirnandaAffiliation unknown1
Aldina UlyaAffiliation unknown1
Ratih DamayantiAffiliation unknown1
Nizamuddin AliasAffiliation unknown1
Puji LestariAffiliation unknown1
M Fikri AmrullahAffiliation unknown1
Erisandi ArditamaAffiliation unknown1
Mimi Hanida Abdul MutalibAffiliation unknown1
Mutiara Sinta AgustinAffiliation unknown1
Masriantono MasriantonoAffiliation unknown1
Ester Joytry RitiauAffiliation unknown1
Laela Meiliana PutriAffiliation unknown1
Winda Agustina DamayantiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/ipmhi/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Ketidaktransparanan Layanan VAS dan Pemotongan Pulsa oleh Indosat Ooredoo dalam Perspektif Perlindungan Konsumen</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Najmuddin, Alfan Haydar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kamal,  Ubaidillah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en"> perlindungan konsumen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">value added services</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">transparansi </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pseudo-consent</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pembebanan biaya digital tanpa persetujuan </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini mengkaji ketidaktransparanan layanan Value Added Services (VAS) yang mengakibatkan pemotongan pulsa tanpa persetujuan yang sah pada konsumen Indosat Ooredoo. Permasalahan utama terletak pada aktivasi layanan digital yang tidak disertai informasi yang jelas mengenai objek layanan, biaya berlangganan, serta mekanisme penghentian layanan, sehingga menimbulkan cacat persetujuan konsumen dan potensi kerugian ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk praktik layanan VAS yang tidak transparan serta mengkaji perlindungan hukum dan tanggung jawab pelaku usaha berdasarkan hukum perlindungan konsumen di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, yang didukung oleh studi kepustakaan dan analisis bahan hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik VAS mengandung unsur pseudo-consent, ketidakjelasan objek layanan, pembebanan biaya secara otomatis tanpa persetujuan yang sah, serta keterbatasan kendali konsumen dalam menghentikan layanan. Kondisi tersebut melanggar hak konsumen atas informasi yang benar, jelas, dan jujur sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen, serta menunjukkan adanya ketimpangan struktural antara konsumen dan pelaku usaha. Meskipun secara normatif telah tersedia perlindungan hukum yang bersifat preventif dan represif, implementasinya masih belum efektif akibat lemahnya penegakan dan keterbatasan akses pemulihan bagi konsumen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik VAS merupakan bentuk unauthorized digital billing dan menegaskan pentingnya penguatan pengawasan regulasi, transparansi sistem, serta desain layanan yang berorientasi pada konsumen guna mewujudkan perlindungan hukum yang efektif dan berkelanjutan di era digital.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2026-07-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/ipmhi/article/view/48650</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ipmhi.v5i5.48650</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Ikatan Penulis Mahasiswa Hukum Indonesia Law Journal; Vol. 5 No. 5 (2025): Special Issue: UNNES Students' Contribution to Advancing the Development of Indonesian Legal Studies; 1509-1536</dc:source>
	<dc:source>2807-8330</dc:source>
	<dc:source>2797-8508</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ipmhi.v5i5</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/ipmhi/article/view/48650/10734</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 IPMHI Law Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>