Journal
KONTRIBUSI IBN ‘ĀSYŪR DALAM KAJIAN MAQĀSID AL-SYARĪ’AH
Jurnal Ilmiah Islam Futura · Vol. 15 No. 2 (2016) · pp. 285–303
- ISSN
- 2407-7542, 1412-1190
- Published
- 2016-02-01
- Publisher
- Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
- Language
- eng
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi Ibn ‘Āsyūr dalam pengembangan maqāsid al-syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan metode normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi Ibnu ‘Āsyūr terhadap maqāsid al-syari‘ah dibagi menjadi tiga kategori, yaitu: menetapkan legalitas hukum al-maqāsid; merumuskan urgensi penerapan maqāsid al-syari‘ah dalam menetapkan suatu hukum; serta membagi kepada maqāṣid al-‘A̅ mmah, dan maqāṣid al-Kha̅ shshah. Pertama adalah mengenai legalitas hukum al-Maqa̅ṣid, bahwa Allah Swt sebagai sang pemilik syari’at mustahil untuk menurunkan syari’at kepada manusia tanpa diiringi dengan tujuan dan hikmah mulia. Hal ini dijelaskan dalam ayat-ayat al-Qur’an yang mengisyaratkan akan hal tersebut, seperti tersebut dalam QS. al-Dukhan: 38-39, al-Mu’minun: 115, al-Hadid: 25, Ali Imran: 19. Dalam pembahasan mengenai maqāṣid al-‘A̅ mmah, Ibnu ‘A̅ syu̅ r menegaskan posisi penting universalitas dalam seluk beluk syari’at. Menurutnya, universalitas merupakan salah satu karakter unik syari’at Islam, yaitu dapat menyesuaikan dengan masa perkembangan zaman. Adapun konsep dari maqāṣid al-‘āmmah adalah jalb al-maṣa̅ liḥ, wa dar’ al-mafa̅ sid dan taysīr wa raf’ al-ḥarj. Dalam hal ini ia merumuskan empat kerangka epistemologinya terhadap al-maqa̅ṣid, yaitu: fitrah, toleransi (al-ṣama̅ḥah), persamaan (al-musa̅ wah), kebebasan (al-ḥurriyyah). Dalam pembahasan mengenai maqāṣid al-kha̅ṣṣah, Ibnu ‘A̅ syu̅ r menerapkan aplikasi dari kaedah-kaedah maqāṣid al-‘āmmah. Bentuk aplikatif ini tertuang pada berbagai aspek, misalnya dalam ibadah, muamalat, dan lain-lain.
Keywords
Collaboration network of the authors
20 authors · 60 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Telkom University
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Hardiyanti Munsi | Affiliation unknown | 2 |
| Pawennari Hijjang | Affiliation unknown | 2 |
| Jayana Suryana Kembara | Affiliation unknown | 1 |
| Sumarto M. Lalu | Affiliation unknown | 1 |
| Wahyu Chandra | Affiliation unknown | 1 |
| Rahmat Yasim | Affiliation unknown | 1 |
| Munsi Lampe | Affiliation unknown | 1 |
| St. Nurhaliza | Affiliation unknown | 1 |
| Ingke Ananda Arief | Affiliation unknown | 1 |
| Rezqytha Widya Sari Rakhmat | Affiliation unknown | 1 |
| Erika Putri | Affiliation unknown | 1 |
| Armin Nur Fajar | Affiliation unknown | 1 |
| Moh. Alief Suryabahri | Affiliation unknown | 1 |
| Rafdi Yudha Jonaidi | Affiliation unknown | 1 |
| Arif Aditya | Affiliation unknown | 1 |
| Hasmawati Hasmawati | Telkom University | 1 |
| Loeky Haryanto | Affiliation unknown | 1 |
| Jumardi Lanta | Affiliation unknown | 1 |
| Andi Batara Al Isra | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.