Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Kebijakan Kepala Sekolah Terhadap Pelayanan Bimbingan Konseling di SMA Negeri Se-Kabupaten Purbalingga

Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application · Vol. 3 No. 1 (2014)

DOI
10.15294/ijgc.v3i1.3753
ISSN
2597-6133, 2252-6374
Published
2014-06-14
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kebijakan kepala sekolah terhadap pelayanan BK di SMA Negeri se-Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini adalah penelitian kualitatifdengan pendekatan penelitian kebijakan, sumber dataprimer dan sekunder. Subyek penelitian yaitu seluruh kepala SMA Negeri se-Kabupaten Purbalingga. Instrumen yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan sarpras untuk BK sudah cukup lengkap walaupun belum maksimal karena minimnya anggaran dana. Kebijakan alokasi jam BK, prosentasenya 20% sama sekali tidak ada jam BK, 40% semua kelas ada jam BK, sedangkan 40% lainnya hanya sebagian kelas yang ada. Kebijakan mengenai kualifikasi akademik konselor, 50% dari jumlah seluruh guru BK yang berlatarbelakang pendidikan BK, dan 50% lainnya non BK. Hampir semua guru BK sudah memenuhi kriteria beban kerja guru BK yaitu minimal mengampu 150 siswa.Supervisi BK oleh kepala sekolah masih belum optimal. Anggapan BK sebagai polisi sekolah sudah mulai hilang karena kebijakan kepala sekolah yang menetapkan guru BK tidak boleh menghukum siswa. Simpulan penelitiannya yaitu secara umum kepala sekolah sudah mengetahui peran serta tanggungjawab kepala sekolah terhadap pelayanan BK, tetapi dalam pelaksanaannya kepala sekolah kurang menerapkan pemahamannya serta kurang melihat kebutuhan dari guru BK dan siswa. The purpose of this study is to find out how the application of headmaster’ policytowards guidance and counseling service in state high schools. It used qualitative research with policy research analysis approach, primary and secondary data sources. The subjects of this research are all headmasters of state high schools throughout Purbalingga district. Observation, interview, documentation are the instruments used in this research. Result of this study shows that in providing the infrastructureis generally appropriate. There are 20% of which haven’t any time allocation, 40% have time allocation, and 40% have time allocation for some classes. Policy related to counselor academic qualification shows that 50% have guidance and counselingacademic background, and 50% the others haven’t background of guidance and counseling. Almost all counselor are fulfillingthe task qualification of counselor. Headmaster supervision of counseling program isn’t optimal. The policy from headmaster in forbidding counselor give punishment for students makes the idea that counselor is like school police is disappeared. The conclusion of this study is, generally headmasters have already known and understood about their role and responsibility towards counseling service. In fact, the headmasters couldn’t apply their understanding well.

Collaboration network of the authors

40 authors · 118 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas PGRI Wiranegara
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sinta SaraswatiAffiliation unknown6
Suharso SuharsoAffiliation unknown4
Sugiyo SugiyoAffiliation unknown4
DYP SugihartoAffiliation unknown3
Anwar SutoyoAffiliation unknown3
Ninik SetyowaniAffiliation unknown3
Mulawarman MulawarmanAffiliation unknown3
Heru MugiarsoAffiliation unknown3
Sunawan SunawanAffiliation unknown3
Mungin Eddy WibowoAffiliation unknown2
widayanti widayantiAffiliation unknown2
Maria Theresia Sri HartatiAffiliation unknown2
A'an AisyahAffiliation unknown2
Mujiyono MujiyonoAffiliation unknown1
Eko HaryantoAffiliation unknown1
Adi KuntoroAffiliation unknown1
Aulia Ika SadewiAffiliation unknown1
Wahyu MiraningsihAffiliation unknown1
Nurul Yunia S.Affiliation unknown1
Sakinah FaizahAffiliation unknown1
Ayu Umazaroh KhasanahAffiliation unknown1
Bregita Rindy AntikaAffiliation unknown1
Lu'luatun MiskiyaAffiliation unknown1
Amalia Cahya SetianiAffiliation unknown1
Imam TadjriAffiliation unknown1
Ainun Ni'mahAffiliation unknown1
Nur SholihahAffiliation unknown1
Aldilla FirdausiAffiliation unknown1
Restu SetyoningtyasAffiliation unknown1
Yan ErmawanAffiliation unknown1
Ardiatna Wahyu AminurrohimAffiliation unknown1
Zakki Nurul AminAffiliation unknown1
Irfan PrabowoAffiliation unknown1
Supriyo SupriyoUniversitas PGRI Wiranegara1
Gilang Ditya SetiajiAffiliation unknown1
Niken Bintari DyaningpratiwiAffiliation unknown1
Aimmatul HusnaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jbk/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kebijakan Kepala Sekolah Terhadap Pelayanan Bimbingan Konseling di SMA Negeri Se-Kabupaten Purbalingga</dc:title>
	<dc:creator>Mahanggi, Dinka Rizki Apriliana</dc:creator>
	<dc:creator>Nusantoro, Eko</dc:creator>
	<dc:creator>Kurniawan, Kusnarto</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kebijakan kepala sekolah terhadap pelayanan BK di SMA Negeri se-Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini adalah penelitian kualitatifdengan pendekatan penelitian kebijakan, sumber dataprimer dan sekunder. Subyek penelitian yaitu seluruh kepala SMA Negeri se-Kabupaten Purbalingga. Instrumen yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan sarpras untuk BK sudah cukup lengkap walaupun belum maksimal karena minimnya anggaran dana. Kebijakan alokasi jam BK, prosentasenya 20% sama sekali tidak ada jam BK, 40% semua kelas ada jam BK, sedangkan 40% lainnya hanya sebagian kelas yang ada. Kebijakan mengenai kualifikasi akademik konselor, 50% dari jumlah seluruh guru BK yang berlatarbelakang pendidikan BK, dan 50% lainnya non BK. Hampir semua guru BK sudah memenuhi kriteria beban kerja guru BK yaitu minimal mengampu 150 siswa.Supervisi BK oleh kepala sekolah masih belum optimal. Anggapan BK sebagai polisi sekolah sudah mulai hilang karena kebijakan kepala sekolah yang menetapkan guru BK tidak boleh menghukum siswa. Simpulan penelitiannya yaitu secara umum kepala sekolah sudah mengetahui peran serta tanggungjawab kepala sekolah terhadap pelayanan BK, tetapi dalam pelaksanaannya kepala sekolah kurang menerapkan pemahamannya serta kurang melihat kebutuhan dari guru BK dan siswa.
The purpose of this study is to find out how the application of headmaster’ policytowards guidance and counseling service in state high schools. It used qualitative research with policy research analysis approach, primary and secondary data sources. The subjects of this research are all headmasters of state high schools throughout Purbalingga district. Observation, interview, documentation are the instruments used in this research. Result of this study shows that in providing the infrastructureis generally appropriate. There are 20% of which haven’t any time allocation, 40% have time allocation, and 40% have time allocation for some classes. Policy related to counselor academic qualification shows that 50% have guidance and counselingacademic background, and 50% the others haven’t background of guidance and counseling. Almost all counselor are fulfillingthe task qualification of counselor. Headmaster supervision of counseling program isn’t optimal. The policy from headmaster in forbidding counselor give punishment for students makes the idea that counselor is like school police is disappeared. The conclusion of this study is, generally headmasters have already known and understood about their role and responsibility towards counseling service. In fact,&amp;nbsp; the headmasters couldn’t apply their understanding well.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2014-06-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/jbk/article/view/3753</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/ijgc.v3i1.3753</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application; Vol 3 No 1 (2014): Maret 2014</dc:source>
	<dc:source>2597-6133</dc:source>
	<dc:source>2252-6374</dc:source>
	<dc:source>10.15294/ijgc.v3i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/jbk/article/view/3753/3368</dc:relation>
</oai_dc:dc>