Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Pergeseran Budaya Lokal Remaja Suku Tengger di Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang

Journal of Educational Social Studies · Vol. 6 No. 1 (2017) · pp. 20–28

DOI
10.15294/jess.v6i1.16251
ISSN
2502-4442, 2252-6390
Published
2017-08-09
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Pergeseran budaya lokal menjadi fenomena dalam kehidupan masyarakat yang sudah tidak dapat dihindari. Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya pergeseran budaya, di antaranya adalah masuknya budaya baru. Budaya baru bukan hanya dibawa teknologi komunikasi, melainkan juga dihasilkan dari perubahan keyakinan yang kontras dengan budaya sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis pergeseran budaya lokal di kalangan remaja suku Tengger, dan (2) menganalisis sosialisasi budaya lokal yang dilakukan masyarakat suku Tengger pada remaja. Lokasi penelitian ini adalah Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pergeseran budaya lokal terjadi karena budaya baru yang berkembang di kalangan remaja, serta pengaruh agama Islam, (2) sosialisasi yang dilakukan masyarakat yaitu berupa petuah dari tokoh adat, mewajibkan remaja mengikuti acara adat, memberi contoh teladan dan sebagainya.The shifting of local culture becomes a phenomenon in the lives of people that has been already unavoidable. Many factors cause a cultural shift, including the entrance of a new culture. The new culture is not only brought by communication technology, but also the change of belief that contrasts with previous culture. The purpose of this study were (1) to analyze the local cultural shift among the teenagers of Tengger tribe, and (2) to analyze the local cultural socialization conducted by Tengger community the teenagers. The location of this research was Argosari Village, Senduro Subdistrict, Lumajang. This research used a qualitative approach. The results of this study indicate that (1) the shifting of local culture occurred because the new culture developing among teenagers, and the influence of Islam, (2) socialisation done by society is like the form of advice from traditional leaders, requiring teenagers to follow the custom event, giving an example and so on.

Collaboration network of the authors

40 authors · 101 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Universitas Bhayangkara Surabaya
  • Tarumanagara University
  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Dewi Liesnoor SetyowatiState University of Semarang5
Ibnu SodiqAffiliation unknown4
Maman RachmanAffiliation unknown4
Rusdarti RusdartiAffiliation unknown3
Suyahmo SuyahmoAffiliation unknown3
Tutik WijayantiAffiliation unknown2
Ufi SaraswatiAffiliation unknown2
Titi PrihatinAffiliation unknown2
Haryono HaryonoUniversitas Bhayangkara Surabaya2
Suwito Eko PramonoAffiliation unknown2
Triwathy ArsalAffiliation unknown2
Wasino WasinoTarumanagara University2
Gunawan GunawanUniversitas Halu Oleo2
Purwadi SuhandiniAffiliation unknown2
Thriwaty ArsalAffiliation unknown2
Hendri IrawanAffiliation unknown1
Ricko IrawanAffiliation unknown1
Listyaningsih ListyaningsihAffiliation unknown1
Iris Mae C. MendozaAffiliation unknown1
Yanuar AkhmadAffiliation unknown1
Bambang IndiatmokoAffiliation unknown1
Noviani Achmad PutriAffiliation unknown1
Puji HardatiAffiliation unknown1
Eva BanowatiAffiliation unknown1
Nanda MerriandaAffiliation unknown1
Atno AtnoAffiliation unknown1
Anna RofiqohAffiliation unknown1
Isma Nurfaizatin NikmahAffiliation unknown1
Ba'in Ba'inAffiliation unknown1
Ferria AndaniAffiliation unknown1
Sri RadityoAffiliation unknown1
Abdurahman KhubaibAffiliation unknown1
Siti NurjanahAffiliation unknown1
YYFR SunarjanAffiliation unknown1
Febrianan KhaerunnisaAffiliation unknown1
Novianan AfiqohAffiliation unknown1
Ilyasin IlyasinAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jess/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pergeseran Budaya Lokal Remaja Suku Tengger di Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang</dc:title>
	<dc:creator>Bahrudin, Babul</dc:creator>
	<dc:creator>Masrukhi, Masrukhi</dc:creator>
	<dc:creator>Atmaja, Hamdan Tri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pergeseran budaya lokal menjadi fenomena dalam kehidupan masyarakat yang sudah tidak dapat dihindari. Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya pergeseran budaya, di antaranya adalah masuknya budaya baru. Budaya baru bukan hanya dibawa teknologi komunikasi, melainkan juga dihasilkan dari perubahan keyakinan yang kontras dengan budaya sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah &amp;nbsp;(1) menganalisis pergeseran budaya lokal di kalangan remaja suku Tengger, dan (2) menganalisis sosialisasi budaya lokal yang dilakukan masyarakat suku Tengger pada remaja. Lokasi penelitian ini adalah Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pergeseran budaya lokal terjadi karena budaya baru yang berkembang di kalangan remaja, serta pengaruh agama Islam, (2) sosialisasi yang dilakukan masyarakat yaitu berupa petuah dari tokoh adat, mewajibkan remaja mengikuti acara adat, memberi contoh teladan dan sebagainya.The shifting of local culture becomes a phenomenon in the lives of people that has been already unavoidable. Many factors cause a cultural shift, including the entrance of a new culture. The new culture is not only brought by communication technology, but also the change of belief that contrasts with previous culture. The purpose of this study were (1) to analyze the local cultural shift among the teenagers of Tengger tribe, and (2) to analyze the local cultural socialization conducted by Tengger community the teenagers. The location of this research was Argosari Village, Senduro Subdistrict, Lumajang. This research used a qualitative approach. The results of this study indicate that (1) the shifting of local culture occurred because the new culture developing among teenagers, and the influence of Islam, (2) socialisation done by society is like the form of advice from traditional leaders, requiring teenagers to follow the custom event, giving an example and so on.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2017-08-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/jess/article/view/16251</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/jess.v6i1.16251</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">JESS (Journal of Educational Social Studies); Vol 6 No 1 (2017): Juni 2017; 20-28</dc:source>
	<dc:source>2502-4442</dc:source>
	<dc:source>2252-6390</dc:source>
	<dc:source>10.15294/jess.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/jess/article/view/16251/8498</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Babul Bahrudin, Masrukhi Masrukhi, Hamdan Tri Atmaja</dc:rights>
</oai_dc:dc>