Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Budaya Gastronomi dalam Pengembangan Desa Wisata di Sulawesi Selatan

Journal of Indonesian History · Vol. 9 No. 1 (2020) · pp. 17–27

DOI
10.15294/jih.v9i1.40040
ISSN
2549-0370, 2252-6633
Published
2020-09-18
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Cita rasa makanan yang berasal dari pedesaan biasanya memiliki keunikan yang berbeda dengan daerah lainnya. Semisal untuk Suku Makassar, terdapat Konro, Coto, Pallumara, Pallubasa sedangkan Suku Bugis, terdapat Barongko, Nasu’ Palekko, dan Gammi Bete-bete. Namun makanan tradisional tersebut kurang begitu menjadi identitas desa, bahkan telah mulai dilupakan. Malahan lebih populer di perkotaan. Oleh karena itu, penelitian ini hadir untuk mengungkap gastronomi melalui pengembangan desa wisata di Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada 7 (tujuh) desa wisata di provinsi Sulawesi Selatan, yaitu Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Toraja Utara, dan Kabupaten Pinrang yang dipilih sebagai representasi wilayah yang mewakili etnik Makassar, Bugis, dan Toraja, Responden penelitian ini sebanyak 400 orang wisatawan yang dipilih dengan metode purposive random sampling. Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara, kritik sumber, intepretasi dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristik produk gastronomi sebagai daya tarik wisata sebahagian besar berasal dari asimilasi budaya dengan budaya China dan Arab. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan potensi gastronomi adalah belum adanya standardisasi produk, keterampilan masyarakat dalam pengolahan dan penyajian serta ketersediaan bahan baku pada desa wisata. Mengembangkan gastronomi diperlukan strategi pemodelan pengelolaan desa wisata yang lebih baik dan terencana mengingat persepsi yang sangat positif dari wisatawa yang berkunjung untuk menikmati gastronomi

Collaboration network of the authors

24 authors · 76 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Muslim Indonesia
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Afandi AhmadAffiliation unknown1
Munajat NursaputraAffiliation unknown1
ChairilAffiliation unknown1
Revalina Theresia SinagaAffiliation unknown1
Helen Natalia KasangAffiliation unknown1
Yulanda Angel TangdilintinAffiliation unknown1
Anugrahandini NatsirAffiliation unknown1
Nurul Muchlisah BasriAffiliation unknown1
Mustari MustariAffiliation unknown1
Nur AnaAffiliation unknown1
Muhammad DinarAffiliation unknown1
Muhammad HasanAffiliation unknown1
Muhammad NasirAffiliation unknown1
Nur Fadhillah MuhlisAffiliation unknown1
Andi Badli RompegadingAffiliation unknown1
Rizal IrfandiAffiliation unknown1
Muhammad ArafahAffiliation unknown1
Ahmad YaniAffiliation unknown1
Hidrawati HidrawatiUniversitas Muslim Indonesia1
Netty SyamUniversitas Muslim Indonesia1
Suraedah AlimuddinAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jih/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 8 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Budaya Gastronomi dalam Pengembangan Desa Wisata di Sulawesi Selatan</dc:title>
	<dc:creator>Rijal, Syamsu</dc:creator>
	<dc:creator>Fitry, Lily Diana</dc:creator>
	<dc:creator>Zaenal, Faisal Akbar</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Cita rasa makanan yang berasal dari pedesaan biasanya memiliki keunikan yang berbeda dengan daerah lainnya. Semisal untuk Suku Makassar, terdapat Konro, Coto, Pallumara, Pallubasa sedangkan Suku Bugis, terdapat Barongko, Nasu’ Palekko, dan Gammi Bete-bete. Namun makanan tradisional tersebut kurang begitu menjadi identitas desa, bahkan telah mulai dilupakan. Malahan lebih populer di perkotaan. Oleh karena itu, penelitian ini hadir untuk mengungkap gastronomi melalui pengembangan desa wisata di Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada 7 (tujuh) desa wisata di provinsi Sulawesi Selatan, yaitu Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Toraja Utara, dan Kabupaten Pinrang yang dipilih sebagai representasi wilayah yang mewakili etnik Makassar, Bugis, dan Toraja, Responden penelitian ini sebanyak 400 orang wisatawan yang dipilih dengan metode purposive random sampling. Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara, kritik sumber, intepretasi dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristik produk gastronomi sebagai daya tarik wisata sebahagian besar berasal dari asimilasi budaya dengan budaya China dan Arab. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan potensi gastronomi adalah belum adanya standardisasi produk, keterampilan masyarakat dalam pengolahan dan penyajian serta ketersediaan bahan baku pada desa wisata. Mengembangkan gastronomi diperlukan strategi pemodelan pengelolaan desa wisata yang lebih baik dan terencana mengingat persepsi yang sangat positif dari wisatawa yang berkunjung untuk menikmati gastronomi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-18</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/jih/article/view/40040</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/jih.v9i1.40040</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Journal of Indonesian History; Vol 9 No 1 (2020): Journal of Indonesian History; 17-27</dc:source>
	<dc:source>2549-0370</dc:source>
	<dc:source>2252-6633</dc:source>
	<dc:source>10.15294/jih.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/jih/article/view/40040/16661</dc:relation>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/jih/article/view/40040/16901</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Journal of Indonesian History</dc:rights>
</oai_dc:dc>