Journal
Analisis Struktur dan Ciri Kebahasaan Wacana Tajuk Rencana pada Harian Kompas dan Suara Merdeka Edisi Februari 2021
Jurnal Sastra Indonesia · Vol. 11 No. 1 (2022) · pp. 27–34
- ISSN
- 2685-9599, 2252-6315
- Published
- 2022-03-26
- Publisher
- Universitas Negeri Semarang
- Language
- eng
Abstract
Tajuk rencana dapat memberikan pemahaman atas suatu permasalahan sesuai dengan kejadian, fakta, gagasan, dan opini yang berkembang di tengah masyarakat. Walaupun setiap surat kabar memiliki ciri khas sendiri dalam menuliskan tajuk rencana, namun penulisan tajuk rencana tetap harus memperhatikan kejelasan dan ketepatan makna. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur, ciri kebahasaan, serta perbedaan struktur dan ciri kebahasaan wacana tajuk rencana harian Kompas dan Suara merdeka edisi Februari 2021. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak, dan catat. Teknik dasarnya adalah teknik simak bebas libat cakap (SBLC). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode padan dan agih. Teknik penyajian data yang digunakan menggunakan metode informal. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah dari 46 data yang dikumpulkan terdapat struktur dan ciri kebahasaan yang ditemukan dalam wacana tajuk rencana harian Kompas dan Suara merdeka edisi Februari 2021. Struktur yang ditemukan pada penelitian ini adalah pengenalan isu, penyampaian argumen, dan kesimpulan. Ciri kebahasaan yang ditemukan adalah menggunakan kalimat retorik, kata-kata populer, kata ganti tunjuk, konjungsi kausalitas, dan konjungsi pertentangan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengembangkan ilmu bahasa tentang analisis wacana yang digunakan dalam analisis tajuk rencana. Kata kunci: Ciri kebahasaan; wacana tajuk rencana; struktur.
Collaboration network of the authors
22 authors · 33 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Santi Pratiwi Tri Utami | Affiliation unknown | 4 |
| Haryadi Haryadi | Affiliation unknown | 2 |
| Zainudin Hasan | Affiliation unknown | 1 |
| Nurul Shyashya | Affiliation unknown | 1 |
| Septina Sulistyaningrum | Affiliation unknown | 1 |
| Wening Suryandari | Affiliation unknown | 1 |
| Mutaqim Mutaqim | Affiliation unknown | 1 |
| Deby Oktaviani Pertiwi | Affiliation unknown | 1 |
| Ahmad Syaifudin | Affiliation unknown | 1 |
| Chusnul Chotimah | Affiliation unknown | 1 |
| Syaefatul Awaliyah | Affiliation unknown | 1 |
| Erisa Septianingrum | Affiliation unknown | 1 |
| Imam Baehaqie | Affiliation unknown | 1 |
| Margiani Margiani | Affiliation unknown | 1 |
| Tri Winanti Wulandari | Affiliation unknown | 1 |
| Reza Nurul Hidayati | Affiliation unknown | 1 |
| Desi Hastuti | Affiliation unknown | 1 |
| Febri Amalia | Affiliation unknown | 1 |
| Erna Tri Lestari | Affiliation unknown | 1 |
| Yustinah Yustinah | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.