Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Journal

Satuan Kebahasaan Sebagai Wujud Panyuwunan Pitulungan dalam Tradisi Slametan Kapal di Desa Margolinduk, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak

Jurnal Sastra Indonesia · Vol. 11 No. 2 (2022) · pp. 122–128

DOI
10.15294/jsi.v11i2.56006
ISSN
2685-9599, 2252-6315
Published
2022-07-31
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Abstract

Tradisi selamaten kapal merupakan tradisi yang dilaksanakan satu bulan sekali ketika masyarakat Desa Margolinduk akan pergi melaut. Makna kultural berkaitan dengan pandangan masyarakat terhadap istilah atau makna yang hanya diyakini oleh masyarakat Margolinduk. Fungsi satuan kebahasaan memiliki peran tersendiri menyesuaikan penggunaan satuan kebahasaan tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk, makna kultural, dan fungsi satuan kebahasaan sebagai wujud panyuwunan pitulungan dalam tradisi selametan kapal di Desa Margolinduk, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnolinguistik sebagai pendekatan teoretis dan pendekatan deskriptif kualitatif sebagai pendekatan metodologis. Data dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dan metode cakap. Metode analisis data menggunakan metode padan dan metode agih. Metode penyajian data menggunakan informal dan formal. Hasil penelitian berupa satuan kebahasaan berbentuk kata terdiri atas monomorfemis dan polimorfemis, frasa yang terdiri atas frasa endosentris, dan wacana yang bersifat padu. Makna kultural berupa wujud rasa syukur, ibadah, sedekah, penolak bala, dan keselamatan. Adapun fungsi satuan kebahasaan di antaranya, fungsi panyuwunan pitulungan, fungsi memuliakan leluhur, fungsi kebersamaan dan persaudaraan, fungsi kekeluargaan, fungsi sedekah, serta fungsi hiburan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi teori linguistik dan dokumentasi budaya, sehingga dapat dipelajari oleh generasi selanjutnya.

Collaboration network of the authors

40 authors · 77 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Zagazig University
  • State University of Semarang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hari Bakti MardikantoroAffiliation unknown5
Rustono RustonoAffiliation unknown4
Ida ZulaehaAffiliation unknown3
Haryadi HaryadiAffiliation unknown2
Ambar Tri LaksonoAffiliation unknown1
Bismo PrasetyoAffiliation unknown1
Kartika Pandu LatsiyaAffiliation unknown1
Eriza Kemala SariAffiliation unknown1
Diah Ayu WulandariAffiliation unknown1
Diding RosyadiAffiliation unknown1
Bambang HartonoAffiliation unknown1
Margiani MargianiAffiliation unknown1
Anisa Puji HastutiAffiliation unknown1
Arunika Harum PrahastiwiAffiliation unknown1
Mulyono MulyonoAffiliation unknown1
Dwi SupriyaniAffiliation unknown1
Arif AntonoAffiliation unknown1
Novita indrayantiAffiliation unknown1
Sofia Nur KhasanahAffiliation unknown1
Miftakhul IlmiAffiliation unknown1
Dyah PrabaningrumAffiliation unknown1
Swarinda TyaskyestiAffiliation unknown1
Rahayu PriswatiAffiliation unknown1
Ahmad SalahZagazig University1
Fathur RokhmanState University of Semarang1
Dian Sari Arindah PekuwaliAffiliation unknown1
Meidiana PutriAffiliation unknown1
Monitha ArdiningsihAffiliation unknown1
Teguh SupriyantoAffiliation unknown1
Dian Nurani AzmiAffiliation unknown1
Muhammad Rizqon HilmiAffiliation unknown1
Hestri Afri PuspitasariAffiliation unknown1
RM. Teguh SupriyantoAffiliation unknown1
Maulida Laily Kusuma WatiAffiliation unknown1
Citra Amelia SudiyatiAffiliation unknown1
Tri Yuli PangestutiAffiliation unknown1
Falah JauhariAffiliation unknown1
Legi AspriyantiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jsi/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Satuan Kebahasaan Sebagai Wujud Panyuwunan Pitulungan dalam Tradisi Slametan Kapal di Desa Margolinduk, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak</dc:title>
	<dc:creator>Zairoturaudloh, Sheila</dc:creator>
	<dc:creator>Baehaqie, Imam</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tradisi selamaten kapal merupakan tradisi yang dilaksanakan satu bulan sekali ketika masyarakat Desa Margolinduk akan pergi melaut. Makna kultural berkaitan dengan pandangan masyarakat terhadap istilah atau makna yang hanya diyakini oleh masyarakat Margolinduk. Fungsi satuan kebahasaan memiliki peran tersendiri menyesuaikan penggunaan satuan kebahasaan tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk, makna kultural, dan fungsi satuan kebahasaan sebagai wujud panyuwunan pitulungan dalam tradisi selametan kapal di Desa Margolinduk, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnolinguistik sebagai pendekatan teoretis dan pendekatan deskriptif kualitatif sebagai pendekatan metodologis. Data dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dan metode cakap. Metode analisis data menggunakan metode padan dan metode agih. Metode penyajian data menggunakan informal dan formal. Hasil penelitian berupa satuan kebahasaan berbentuk kata terdiri atas monomorfemis dan polimorfemis, frasa yang terdiri atas frasa endosentris, dan wacana yang bersifat padu. Makna kultural berupa wujud rasa syukur, ibadah, sedekah, penolak bala, dan keselamatan. Adapun fungsi satuan kebahasaan di antaranya, fungsi panyuwunan pitulungan, fungsi memuliakan leluhur, fungsi kebersamaan dan persaudaraan, fungsi kekeluargaan, fungsi sedekah, serta fungsi hiburan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi teori linguistik dan dokumentasi budaya, sehingga dapat dipelajari oleh generasi selanjutnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/jsi/article/view/56006</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/jsi.v11i2.56006</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sastra Indonesia; Vol 11 No 2 (2022): July; 122-128</dc:source>
	<dc:source>2685-9599</dc:source>
	<dc:source>2252-6315</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/jsi/article/view/56006/22189</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Sheila Zairoturaudloh, Imam Baehaqie</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>