Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Journal

Transformasi Wajah Riset Puisi dari Konvensional, Alih Wahana Sampai Multimodal

Jurnal Sastra Indonesia · Vol. 11 No. 2 (2022) · pp. 165–176

DOI
10.15294/jsi.v11i2.57875
ISSN
2685-9599, 2252-6315
Published
2022-07-31
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Abstract

Ragam sajian puisi terus berubah, apalagi saat media sosial sebagai tempat berekspresi dan berkreasi semakin digemari. Corak dan ragam sajian puisi berubah secara signifikan tatkala teknologi multimedia hadir. Riset akademis terhadap puisi pun berubah mengikuti. Penelitian ini bertujuan mengkaji tren penelitian seputar puisi. Melalui kajian yang dilakukan peneliti mendeskripsikan transformasi riset puisi dari kajian teks yang konvensional, alih wahana, hingga digitalisasi. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif. Adapun pendekatan yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research). Melalui kajian pustaka diketahui tren mengenai riset puisi. Setelah mengetahui tren, beberapa hal yang terpisah dalam artikel saling ditautkan untuk menemukan koneksi dan sintesis. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa pengkajian puisi tidak hanya mengenai analisis tekstual puisi, tidak hanya mengenai pembelajaran puisi, tetapi juga semakin semarak bernuansa digitalisasi dan alih wahana. Perbincangan alih wahana puisi pada media sosial khususnya youtube dan instagram semakin digemari. Kajian mengenai gelombang alih wahana puisi juga berkorelasi dengan iklim kebutuhan multiliterasi. Pada era multiliterasi, puisi pada media sosial dianggap memiliki peran stategis dalam menciptakan tayangan yang bermakna. Berdasarkan kajian diketahui juga bahwa secara metodologis, penelitian puisi didominasi penelitian deskriptif kualitatif. Adapun penelitian berbasis R&D alih wahana puisi pada media sosial masih sangat kurang.

Collaboration network of the authors

40 authors · 122 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Mukh DoyinAffiliation unknown12
Teguh SupriyantoAffiliation unknown11
Meina FebrianiAffiliation unknown5
Wagiran WagiranAffiliation unknown5
Subyantoro SubyantoroAffiliation unknown5
Rustono RustonoAffiliation unknown4
Haryadi HaryadiAffiliation unknown4
Azis NugrohoAffiliation unknown3
Hari Bakti MardikantoroAffiliation unknown3
Suminto A SayutiAffiliation unknown2
Suminto A. SayutiAffiliation unknown2
Suseno SusenoAffiliation unknown2
Ayu OktafiyaniAffiliation unknown2
Ida ZulaehaAffiliation unknown2
Yusro Edy NugrohoAffiliation unknown2
Deby Luriawati NaryatmojoAffiliation unknown2
Dian Nuzulia ArmarienaAffiliation unknown2
Edward HarringtonAffiliation unknown2
Tommi YuniawanAffiliation unknown2
Adennia ThaffanaAffiliation unknown1
Muhamad BurhanudinAffiliation unknown1
Dhoni ZustiyantoroAffiliation unknown1
Mukhammad Nur RokhimAffiliation unknown1
Yacinta KurniasihAffiliation unknown1
Tri MulyonoAffiliation unknown1
S. Prasetyo UtomoAffiliation unknown1
Turahmat TurahmatAffiliation unknown1
Anisa Diyah EkasariAffiliation unknown1
Wagiran SuwitoAffiliation unknown1
Esti Puji LestariAffiliation unknown1
Eva Kristian AndrianiAffiliation unknown1
Sumartini SumartiniAffiliation unknown1
Niken KusumaningtyasAffiliation unknown1
Endah Dyah WardaniAffiliation unknown1
Dessy Rizqi AriniAffiliation unknown1
Irmayanti Nur AiniAffiliation unknown1
Qeis Karina PuspasariAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jsi/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Transformasi Wajah Riset Puisi dari Konvensional, Alih Wahana Sampai Multimodal</dc:title>
	<dc:creator>Haryanto, Muhamad</dc:creator>
	<dc:creator>Setyaningsih, Nas Haryati</dc:creator>
	<dc:creator>Nuryatin, Agus</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Ragam sajian puisi terus berubah, apalagi saat media sosial sebagai tempat berekspresi dan berkreasi semakin digemari. Corak dan ragam sajian puisi berubah secara signifikan tatkala teknologi multimedia hadir. Riset akademis terhadap puisi pun berubah mengikuti. Penelitian ini bertujuan mengkaji tren penelitian seputar puisi. Melalui kajian yang dilakukan peneliti mendeskripsikan transformasi riset puisi dari kajian teks yang konvensional, alih wahana, hingga digitalisasi. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif. Adapun pendekatan yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research). Melalui kajian pustaka diketahui tren mengenai riset puisi. Setelah mengetahui tren, beberapa hal yang terpisah dalam artikel saling ditautkan untuk menemukan koneksi dan sintesis. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa pengkajian puisi tidak hanya mengenai analisis tekstual puisi, tidak hanya mengenai pembelajaran puisi, tetapi juga semakin semarak bernuansa digitalisasi dan alih wahana. Perbincangan alih wahana puisi pada media sosial khususnya youtube dan instagram semakin digemari. Kajian mengenai gelombang alih wahana puisi juga berkorelasi dengan iklim kebutuhan multiliterasi. Pada era multiliterasi, puisi pada media sosial dianggap memiliki peran stategis dalam menciptakan tayangan yang bermakna. Berdasarkan kajian diketahui juga bahwa secara metodologis, penelitian puisi didominasi penelitian deskriptif kualitatif. Adapun penelitian berbasis R&amp;amp;D alih wahana puisi pada media sosial masih sangat kurang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2022-07-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/jsi/article/view/57875</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/jsi.v11i2.57875</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Sastra Indonesia; Vol 11 No 2 (2022): July; 165-176</dc:source>
	<dc:source>2685-9599</dc:source>
	<dc:source>2252-6315</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/jsi/article/view/57875/22194</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Muhamad Haryanto, Nas Haryati Setyaningsih, Agus Nuryatin</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>