Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

PELESTARIAN KESENIAN BABALU DI SANGGAR PUTRA BUDAYA DESA PROYONANGGAN KABUPATEN BATANG

Jurnal Seni Tari · Vol. 6 No. 2 (2017)

DOI
10.15294/jst.v6i2.18280
ISSN
2503-2585, 2252-6714
Published
2017-11-22
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

ABSTRAK Kesenian Babalu merupakan kesenian yang digunakan sebagai alat untuk siasat perang dalam melawan penjajah pada jaman dahulu. Kesenian Babalu berasal dari Kabupaten Batang yang dilestarikan di Sanggar Putra Budaya Desa Proyonanggan Kabupaten Batang. Usaha pelestarian Kesenian Babalu dilakukan dengan usaha perlindungan, pemanfaatan dan pengembangan. Pelestarian Kesenian Babalu berjalan dan berkembang di masyarakat Kabupaten Batang yang didukung dengan adanya Sanggar Putra Budaya dan Pemerintah Kabupaten Batang. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan bentuk pertunjukan Kesenian Babalu, mendiskripsikan upaya pelestarian Kesenian Babalu di Sanggar Putra Budaya Desa Proyonanggan Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik keabsahan data diperiksa dengan metode triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian pada bentuk pertunjukan Kesenian Babalu terdiri dari tiga tahapan, yakni awal, inti, dan akhir. Persiapan awal dalam pertunjukan Kesenian Babalu ditandai dengan bunyi peluit oleh penari Kesenian Babalu lalu penari memasuki panggung dengan ragam gerak kaki doublestep. Inti pertunjukan Kesenian Babalu ditandai dengan ragam gerak diantaranya yaitu ragam gerak langkah tepuk dan ragam gerak silat. Penutup dalam pertunjukan Kesenian Babalu ditandai dengan ragam gerak jalan ditempat lalu para penari keluar panggung. Bentuk Kesenian Babalu dimunculkan melalui elemen dasar tari dan elemen pendukung tari. Elemen dasar tari terdiri dari gerak, ruang, dan waktu. Elemen pendukung tari terdiri dari musik, tata busana, tata rias, tempat pentas, waktu pelaksanaan, tata suara, properti dan penonton. Upaya pelestarian Kesenian Babalu dilakukan melalui tiga tahap yaitu perlindungan, pemanfaatan, dan pengembangan. Upaya perlindungan kesenian Babalu dilakukan melalui pelatihan tari di Sanggar Putra Budaya, Upaya pemanfaatan dilakukan melalui pementasan-pementasan Kesenian Babalu dan upaya perkembangan dilakukan melalui perkembangan gerak, iringan dan tatabusana dalam kesenian Babalu. Saran bagi 1) Sanggar Putra Budaya agar terus mengembangkan bentuk Kesenian Babalu menjadi lebih baik lagi, 2) Pengelola Sanggar agar terus mengadakan pementasan-pementasan kesenian Babalu 3) Penari Kesenian Babalu agar lebih baik dalam mengekspresikan gerak dalam Kesenian Babalu, 4) Masyarakat di Desa Proyonanggan dan masyarakat di Kabupaten Batang agar ikut serta dalam melestarikan Kesenian Babalu.

Collaboration network of the authors

40 authors · 86 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • IPB University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hartono HartonoAffiliation unknown5
Widodo WidodoIPB University2
Agus CahyonoAffiliation unknown2
Sunarto SunartoAffiliation unknown2
Muhammad JazuliAffiliation unknown2
Udi UtomoAffiliation unknown2
Anita WidyatiAffiliation unknown1
Slamet HaryonoAffiliation unknown1
Fitri aji Nury astutiAffiliation unknown1
Eko SugiartoAffiliation unknown1
Frizia Nuary Novalia Frizia Nuary NovaliaAffiliation unknown1
Anik PurwatiAffiliation unknown1
Yunik EkowatiAffiliation unknown1
Triyanto TriyantoAffiliation unknown1
Putri Dyah IndriyaniAffiliation unknown1
Totok Sumaryanto. FAffiliation unknown1
Rani WitrianiAffiliation unknown1
Inna AgustiinaAffiliation unknown1
Ika merdekawatiAffiliation unknown1
Hartno HartonoAffiliation unknown1
Frihastyayu Bintyar MawastiAffiliation unknown1
Azhardi WisnugrahaAffiliation unknown1
Puspa YuniAffiliation unknown1
Juwitantik PuspitaratnaAffiliation unknown1
Halimah AgustinaAffiliation unknown1
Deasylina Da AryAffiliation unknown1
Lissa Maharani MaharaniAffiliation unknown1
Nurul Dwi RahayuningtyasAffiliation unknown1
dian sarastitiAffiliation unknown1
Dewi Purnama SariAffiliation unknown1
Lelyana Lely AryaniAffiliation unknown1
Nanda Resma YuliantiAffiliation unknown1
Putri KhakimahAffiliation unknown1
Rakanita Dyah Ayu KAffiliation unknown1
Ayu Mustika SariAffiliation unknown1
Rosdiana WatiAffiliation unknown1
Alfiyatun NajahAffiliation unknown1
Laras Shantika NastitiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jst/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PELESTARIAN KESENIAN BABALU DI SANGGAR PUTRA BUDAYA DESA PROYONANGGAN KABUPATEN BATANG</dc:title>
	<dc:creator>Endarini, Adilah</dc:creator>
	<dc:creator>Malarsih, Malarsih</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK
Kesenian Babalu merupakan kesenian yang digunakan sebagai alat untuk siasat perang dalam melawan penjajah pada jaman dahulu. Kesenian Babalu berasal dari Kabupaten Batang yang dilestarikan di Sanggar Putra Budaya Desa Proyonanggan Kabupaten Batang. Usaha pelestarian Kesenian Babalu dilakukan dengan usaha perlindungan, pemanfaatan dan pengembangan. Pelestarian Kesenian Babalu berjalan dan berkembang di masyarakat Kabupaten Batang yang didukung dengan adanya Sanggar Putra Budaya dan Pemerintah Kabupaten Batang. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan bentuk pertunjukan Kesenian Babalu, mendiskripsikan upaya pelestarian Kesenian Babalu di Sanggar Putra Budaya Desa Proyonanggan Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik keabsahan data diperiksa dengan metode triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian pada bentuk pertunjukan Kesenian Babalu terdiri dari tiga tahapan, yakni awal, inti, dan akhir. Persiapan awal dalam pertunjukan Kesenian Babalu ditandai dengan bunyi peluit oleh penari Kesenian Babalu lalu penari memasuki panggung dengan ragam gerak kaki doublestep. Inti pertunjukan Kesenian Babalu ditandai dengan ragam gerak diantaranya yaitu ragam gerak langkah tepuk dan ragam gerak silat. Penutup dalam pertunjukan Kesenian Babalu ditandai dengan ragam gerak jalan ditempat lalu para penari keluar panggung. Bentuk Kesenian Babalu dimunculkan melalui elemen dasar tari dan elemen pendukung tari. Elemen dasar tari terdiri dari gerak, ruang, dan waktu. Elemen pendukung tari terdiri dari musik, tata busana, tata rias, tempat pentas, waktu pelaksanaan, tata suara, properti dan penonton. Upaya pelestarian Kesenian Babalu dilakukan melalui tiga tahap yaitu perlindungan, pemanfaatan, dan pengembangan. Upaya perlindungan kesenian Babalu dilakukan melalui pelatihan tari di Sanggar Putra Budaya, Upaya pemanfaatan dilakukan melalui pementasan-pementasan Kesenian Babalu dan upaya perkembangan dilakukan melalui perkembangan gerak, iringan dan tatabusana dalam kesenian Babalu.&amp;nbsp; Saran bagi 1) Sanggar Putra Budaya agar terus mengembangkan bentuk Kesenian Babalu menjadi lebih baik lagi, 2) Pengelola Sanggar agar terus mengadakan pementasan-pementasan kesenian Babalu 3) Penari Kesenian Babalu agar lebih baik dalam mengekspresikan gerak dalam Kesenian Babalu, 4) Masyarakat di Desa Proyonanggan dan masyarakat di Kabupaten Batang agar ikut serta dalam melestarikan Kesenian Babalu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2017-11-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/jst/article/view/18280</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/jst.v6i2.18280</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Seni Tari; Vol 6 No 2 (2017): Vol 6 No 2 (2017)</dc:source>
	<dc:source>2503-2585</dc:source>
	<dc:source>2252-6714</dc:source>
	<dc:source>10.15294/jst.v6i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/jst/article/view/18280/9217</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 Jurnal Seni Tari</dc:rights>
</oai_dc:dc>