Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Nilai Mistis pada Bentuk Pertunjukan Kesenian Kuda Lumping Satrio Wibowo di Desa Sanggrahan Kabupaten Temanggung

Jurnal Seni Tari · Vol. 8 No. 2 (2019) · pp. 141–149

DOI
10.15294/jst.v8i2.34423
ISSN
2503-2585, 2252-6714
Published
2019-11-28
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Bentuk pertunjukan kesenian Kuda Lumping Satrio Wibowo Temanggung dibagi menjadi tiga yaitu pertunjukan Kuda Lumping, pertunjukan tari Bali, dan pertunjukan Leak dan Barongan Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dan menganalisis nilai mistis yang terdapat pada kesenian Paguyuban Kuda Lumping Satrio Wibowo di Desa Sanggrahan Kabupaten Temanggung dan mendeskripsikan bentuk pertunjukan pada kesenian Kuda Lumping Satrio Wibowo di Desa Sanggrahan Kabupaten Temanggung. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi. Teknik pengumpulan data meliputi teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukan pertunjukan Kuda Lumping Satrio Wibowo Temanggung mengandung nilai mistis yaitu pada bagian semedi, kesurupan, dan terdapat sesaji pada saat pertunjukan, gerak saat melakukan atraksi, tata rias busana Leak dan Barongan Bali, properti yang berwujud jaran yang dipercaya memiliki penunggu di dalamnya, penari Kuda Lumping saat kesurupan bergerak di luar batas manusia biasa. Saran bagi pemerintah yakni memberikan penghargaan dan pengakuan kepada kesenian Kuda Lumping Paguyuban Satrio Wibowo Temanggung, sehingga semangat berlatih agar dapat berkreasi, berkembang, memberikan hiburan kepada masyarakat dan melestarikan kesenian Kuda Lumping Satrio Wibowo Temanggung

Collaboration network of the authors

40 authors · 95 co-authorship links · 4 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Yogyakarta State University
  • Universitas Gadjah Mada
  • Sebelas Maret University
  • Universitas Ahmad Dahlan
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hartono HartonoAffiliation unknown6
Sunarto SunartoAffiliation unknown3
Totok SumaryantoAffiliation unknown3
Fuadi -Affiliation unknown2
Nurul InfitahYogyakarta State University1
Riezky AlviansyahUniversitas Gadjah Mada1
Kusmuriyanto KusmuriyantoAffiliation unknown1
Musdalifah MusdalifahAffiliation unknown1
Anik MaghfirohAffiliation unknown1
Trisnani WidowatiAffiliation unknown1
Milda RuliyantiAffiliation unknown1
Ikfina Kamal IdaAffiliation unknown1
Lutfiah KhoirunnisaAffiliation unknown1
Abdul AzizSebelas Maret University1
Athian, Muhammad RahmanAffiliation unknown1
Soesanto SoesantoAffiliation unknown1
HERMAN HERMANUniversitas Ahmad Dahlan1
Nurbaiti NurbaitiAffiliation unknown1
Fidia AkmalAffiliation unknown1
Citra Winarni SiahaanAffiliation unknown1
Adiwirman AdiwirmanAffiliation unknown1
Adeel Abdulkarim Fadhl AltuhaishAffiliation unknown1
Dewi Indriyani RoslimAffiliation unknown1
Ahmadi AhmadiAffiliation unknown1
Antama BahatmakaAffiliation unknown1
Abdul RachmanAffiliation unknown1
Ahmad SumindarAffiliation unknown1
Rimasari Pramesthi PutriAffiliation unknown1
Sri IswidayatiAffiliation unknown1
Ni Komang Tri ParamityaningrumAffiliation unknown1
Irchami PutriningtyasAffiliation unknown1
Rakanita Dyah Ayu KinestiAffiliation unknown1
Gandes NursetoAffiliation unknown1
Wahyu Ratri HapsariAffiliation unknown1
Aulia Haq GirantiAffiliation unknown1
Triyanto TriyantoAffiliation unknown1
Achmad Fahmi HidayatAffiliation unknown1
Guntur Abdul YunusAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jst/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Nilai Mistis pada Bentuk Pertunjukan Kesenian Kuda Lumping Satrio Wibowo di Desa Sanggrahan Kabupaten Temanggung</dc:title>
	<dc:creator>Sakanthi, Amanda Laras</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Wahyu</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bentuk pertunjukan kesenian Kuda Lumping Satrio Wibowo Temanggung dibagi menjadi tiga yaitu pertunjukan Kuda Lumping, pertunjukan tari Bali, dan pertunjukan Leak dan Barongan Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dan menganalisis nilai mistis yang terdapat pada kesenian Paguyuban Kuda Lumping Satrio Wibowo di Desa Sanggrahan Kabupaten Temanggung dan mendeskripsikan bentuk pertunjukan pada kesenian Kuda Lumping Satrio Wibowo di Desa Sanggrahan Kabupaten Temanggung. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi. Teknik pengumpulan data meliputi teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukan pertunjukan Kuda Lumping Satrio Wibowo Temanggung mengandung nilai mistis yaitu pada bagian semedi, kesurupan, dan terdapat sesaji pada saat pertunjukan, gerak saat melakukan atraksi, tata rias busana Leak dan Barongan Bali, properti yang berwujud jaran yang dipercaya memiliki penunggu di dalamnya, penari Kuda Lumping saat kesurupan bergerak di luar batas manusia biasa. Saran bagi pemerintah yakni memberikan penghargaan dan pengakuan kepada kesenian Kuda Lumping Paguyuban Satrio Wibowo Temanggung, sehingga semangat berlatih agar dapat berkreasi, berkembang, memberikan hiburan kepada masyarakat dan melestarikan kesenian Kuda Lumping Satrio Wibowo Temanggung</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2019-11-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/jst/article/view/34423</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/jst.v8i2.34423</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Seni Tari; Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019); 141-149</dc:source>
	<dc:source>2503-2585</dc:source>
	<dc:source>2252-6714</dc:source>
	<dc:source>10.15294/jst.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/jst/article/view/34423/14744</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Seni Tari</dc:rights>
</oai_dc:dc>