Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Beyond Hero Worship: A Brunerian Framework for Guided Inquiry into Local Heroes in Indonesian History Education

Paramita: Historical Studies Journal · Vol. 36 No. 2 (2026)

DOI
10.15294/paramita.v36i2.10237
ISSN
2407-5825, 0854-0039
Published
2026-10-24
Publisher
istory Department, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Semarang in collaboration with Masyarakat Sejarawan Indonesia (Indonesian Historical Society)
Language
eng

Abstract

Abstract: Heroes are central to history education in Indonesia, yet classroom narratives tend to present them as models to emulate, a practice that slides easily into hero worship. Local heroes, though close to students’ lives, are seldom taught, even though the current curriculum asks students to connect local, national, and global history. This article asks what a local hero is and how Bruner’s learning theory can frame guided inquiry into local heroes. The study is conceptual and combines a typology approach with a theory-adaptation approach. It draws on literature on history education, local history, and discovery learning, on policy documents, and on sources about Soemitro Kolopaking of Banjarnegara as an illustrative case. The analysis yields two models of local heroes, three propositions linking local heroes to Bruner’s theory, and a framework that maps Douch’s local history models onto modes of discovery and representation. The discussion argues that guided inquiry suits secondary students best, because sources on local heroes require source criticism and because uncritical modelling reproduces hero worship at the local level. For practice, teachers can design inquiry tasks that ask students to judge why, and by whom, a figure is regarded as a hero. The framework still needs testing through classroom research. Abstrak: Pahlawan menempati posisi penting dalam pendidikan sejarah di Indonesia, tetapi narasi di kelas cenderung menyajikannya sebagai teladan untuk ditiru, praktik yang mudah bergeser menjadi pengultusan. Pahlawan lokal, meskipun dekat dengan kehidupan siswa, jarang diajarkan di sekolah, padahal kurikulum meminta siswa menghubungkan sejarah lokal, nasional, dan global. Artikel ini menjawab pertanyaan tentang apa yang dimaksud dengan pahlawan lokal dan bagaimana teori belajar Bruner dapat membingkai inkuiri terbimbing tentang pahlawan lokal. Kajian ini bersifat konseptual dan memadukan pendekatan tipologi dengan pendekatan adaptasi teori. Sumber kajian meliputi literatur pendidikan sejarah, sejarah lokal, dan pembelajaran penemuan, dokumen kurikulum dan kebijakan, serta sumber tentang Soemitro Kolopaking dari Banjarnegara sebagai kasus ilustratif. Analisis menghasilkan dua model pahlawan lokal, tiga proposisi yang menghubungkan pahlawan lokal dengan teori Bruner, dan kerangka yang memetakan model pembelajaran sejarah lokal Douch terhadap mode penemuan dan bentuk representasi. Pembahasan menunjukkan bahwa inkuiri terbimbing paling sesuai bagi siswa sekolah menengah atas, karena sumber tentang pahlawan lokal menuntut kritik sumber dan peneladanan tanpa sikap kritis mereproduksi pengultusan di tingkat lokal. Secara praktis, guru dapat merancang tugas inkuiri yang meminta siswa menilai mengapa dan menurut siapa seorang tokoh dianggap pahlawan. Kerangka ini masih perlu diuji melalui penelitian tindakan kelas atau penelitian pengembangan.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 100 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Universitas Media Nusantara Citra
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Syaiful AminAffiliation unknown7
Arief YuliantoUniversitas Media Nusantara Citra5
Ridwan ArifinAffiliation unknown3
Atno AtnoAffiliation unknown3
Junaidi Fery LusiantoAffiliation unknown3
Margareta RahayuningsihAffiliation unknown2
Joko SutartoAffiliation unknown2
Arif PurnomoAffiliation unknown2
Agustinus Sugeng PriyantoAffiliation unknown2
Masrukhi MasrukhiAffiliation unknown2
Nanik WijayatiState University of Semarang1
Muhammad Asnawi SabilAffiliation unknown1
Heri YantoAffiliation unknown1
Budi Argap SitungkirAffiliation unknown1
Aditya Hendra SukmanaAffiliation unknown1
Yuli UtantoAffiliation unknown1
Ngabiyanto NgabiyantoAffiliation unknown1
S MartonoAffiliation unknown1
Suminar SuminarAffiliation unknown1
Moh. KhoiruddinAffiliation unknown1
Noor HudallahAffiliation unknown1
Soesanto SoesantoAffiliation unknown1
Agnees Dyah RachmawatieAffiliation unknown1
Luthfia Qothrun NadaAffiliation unknown1
FakhruddinAffiliation unknown1
Dona Muhammad SyukurAffiliation unknown1
RodiyahState University of Semarang1
Eko KrismiantoAffiliation unknown1
Fitri NurjannahAffiliation unknown1
Fathur RokhmanState University of Semarang1
Nina OktarinaAffiliation unknown1
WidiyantoAffiliation unknown1
Abdul MuklisAffiliation unknown1
Subagyo SubagyoAffiliation unknown1
Nurul AinnaAffiliation unknown1
Awalya AwalyaAffiliation unknown1
Himdani HimdaniAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/paramita/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Beyond Hero Worship: A Brunerian Framework for Guided Inquiry into Local Heroes in Indonesian History Education</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Pramono, Suwito Eko</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ahmad, Tsabit Azinar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Utama, Nanda Julian</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">local heroes</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">hero worship</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">guided inquiry</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Bruner's learning theory</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">history education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Indonesia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Abstract: Heroes are central to history education in Indonesia, yet classroom narratives tend to present them as models to emulate, a practice that slides easily into hero worship. Local heroes, though close to students’ lives, are seldom taught, even though the current curriculum asks students to connect local, national, and global history. This article asks what a local hero is and how Bruner’s learning theory can frame guided inquiry into local heroes. The study is conceptual and combines a typology approach with a theory-adaptation approach. It draws on literature on history education, local history, and discovery learning, on policy documents, and on sources about Soemitro Kolopaking of Banjarnegara as an illustrative case. The analysis yields two models of local heroes, three propositions linking local heroes to Bruner’s theory, and a framework that maps Douch’s local history models onto modes of discovery and representation. The discussion argues that guided inquiry suits secondary students best, because sources on local heroes require source criticism and because uncritical modelling reproduces hero worship at the local level. For practice, teachers can design inquiry tasks that ask students to judge why, and by whom, a figure is regarded as a hero. The framework still needs testing through classroom research.
Abstrak: Pahlawan menempati posisi penting dalam pendidikan sejarah di Indonesia, tetapi narasi di kelas cenderung menyajikannya sebagai teladan untuk ditiru, praktik yang mudah bergeser menjadi pengultusan. Pahlawan lokal, meskipun dekat dengan kehidupan siswa, jarang diajarkan di sekolah, padahal kurikulum meminta siswa menghubungkan sejarah lokal, nasional, dan global. Artikel ini menjawab pertanyaan tentang apa yang dimaksud dengan pahlawan lokal dan bagaimana teori belajar Bruner dapat membingkai inkuiri terbimbing tentang pahlawan lokal. Kajian ini bersifat konseptual dan memadukan pendekatan tipologi dengan pendekatan adaptasi teori. Sumber kajian meliputi literatur pendidikan sejarah, sejarah lokal, dan pembelajaran penemuan, dokumen kurikulum dan kebijakan, serta sumber tentang Soemitro Kolopaking dari Banjarnegara sebagai kasus ilustratif. Analisis menghasilkan dua model pahlawan lokal, tiga proposisi yang menghubungkan pahlawan lokal dengan teori Bruner, dan kerangka yang memetakan model pembelajaran sejarah lokal Douch terhadap mode penemuan dan bentuk representasi. Pembahasan menunjukkan bahwa inkuiri terbimbing paling sesuai bagi siswa sekolah menengah atas, karena sumber tentang pahlawan lokal menuntut kritik sumber dan peneladanan tanpa sikap kritis mereproduksi pengultusan di tingkat lokal. Secara praktis, guru dapat merancang tugas inkuiri yang meminta siswa menilai mengapa dan menurut siapa seorang tokoh dianggap pahlawan. Kerangka ini masih perlu diuji melalui penelitian tindakan kelas atau penelitian pengembangan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">istory Department, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Semarang in collaboration with Masyarakat Sejarawan Indonesia (Indonesian Historical Society)</dc:publisher>
	<dc:date>2026-10-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/paramita/article/view/10237</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/paramita.v36i2.10237</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Paramita: Historical Studies Journal; Vol. 36 No. 2 (2026): Agricultural History</dc:source>
	<dc:source>2407-5825</dc:source>
	<dc:source>0854-0039</dc:source>
	<dc:source>10.15294/paramita.v36i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/paramita/article/view/10237/11987</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Paramita: Historical Studies Journal</dc:rights>
</oai_dc:dc>