Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

BERBAGI PENGETAHUAN TENTANG HERBARIUM: KOLABORASI DOSEN, GURU DAN SISWA DI MA AL-ASROR PATEMON GUNUNGPATI

Jurnal Puruhita · Vol. 1 No. 1 (2019) · pp. 76–84

DOI
10.15294/puruhita.v1i1.28652
ISSN
2655-9668
Published
2019-01-31
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

. Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki hutan terluas di dunia menyimpan potensi sumber daya alam hayati sebagai sumber pangan dan obat obatan yang sangat besar. Puluhan ribu jenis tanaman tumbuh di Indonesia. Dari sekian banyak tanaman tersebut hanya sedikit yang dapat dimanfaatkan sebagai obat atau diketuhui memiliki nilai manfaat. Fenomena ini bisa terjadi karena faktor ketidaktahuan masyarakat tentang potensi tumbuhan obat yang ada di sekitarnya. Apalagi ragam tumbuhan obat ini ternyata bukan hanya tumbuhan yang sengaja ditanam sebagai tumbuhan obat, tetapi juga bisa berasal dari tumbuhan rempah-rempah atau bumbu dapur, tumbuhan pagar, tumbuhan buah, tumbuhan sayur dan sebagainya yang dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Ada banyak cara untuk mengenalkan tumbuhan obat serta khasiatnya kepada masyarakat. Cara yang paling sederhana yaitu pembuatan taman obat sebagai media pengenalan manfaat tumbuhan obat. Selain itu adalah diadakannya kegiatan-kegiatan pelatihan dalam pembuatan bahan awetan herbarium di laboratorium sekolah. Meskipun demikian masih banyak juga sekolah yang belum memiliki fasilitas laboratorium yang memadai. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di MA Al Asror Patemon sebagai bagian untuk pengenalan cara pembuatan herbarium sederhana. Pengabdian ini juga sebagai wahana untuk pengenalan kembali tumbuhan obat yang banyak dimanfaatkan masyarakat dalam sistem pengobatan tradisional mereka.

Collaboration network of the authors

40 authors · 110 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • State University of Semarang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Antari Ayuning ArsiAffiliation unknown5
Rini IswariAffiliation unknown3
Gunawan GunawanUniversitas Halu Oleo3
Didi PramonoAffiliation unknown3
Afiat AfiantiAffiliation unknown2
Dewi Liesnoor SetyowatiState University of Semarang2
Maftukhatun NashikhahAffiliation unknown2
Maya NovendaAffiliation unknown2
Dwi Wahyuni KurniawatiAffiliation unknown2
Nugroho Trisnu BrataAffiliation unknown2
Puji LestariAffiliation unknown2
Hartati Sulistyo RiniAffiliation unknown2
Stevia Dela FransiskaAffiliation unknown1
Yoga SaputraAffiliation unknown1
Restu Ayu MumpuniAffiliation unknown1
Eni RahmawatiAffiliation unknown1
Hany NurpratiwiAffiliation unknown1
Iwan Hardi SaputroAffiliation unknown1
Nabila Nurul HawaAffiliation unknown1
JamhurAffiliation unknown1
Noviani Achmad PutriAffiliation unknown1
Riya Fajar WatiAffiliation unknown1
Dea Nurul ErickyAffiliation unknown1
GunawanUniversitas Halu Oleo1
Ragil SujiyantoAffiliation unknown1
Yuni SholehAffiliation unknown1
R SoeharsoAffiliation unknown1
Arnia Fenti RosariAffiliation unknown1
Wanti Nur JadidahAffiliation unknown1
Sucihatiningsih Dian Wisita P rajantiAffiliation unknown1
Annisa Udtafia FerawatiAffiliation unknown1
Arif PurnomoAffiliation unknown1
Ardani Dwi Pinkan SofiyanaAffiliation unknown1
Eka YuniatiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/puruhita/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">BERBAGI PENGETAHUAN TENTANG HERBARIUM: KOLABORASI DOSEN, GURU DAN SISWA DI MA AL-ASROR PATEMON GUNUNGPATI</dc:title>
	<dc:creator>Husain, Fadly</dc:creator>
	<dc:creator>Wicaksono, Harto</dc:creator>
	<dc:creator>Lutfi, Asma</dc:creator>
	<dc:creator>Wijaya, Atika</dc:creator>
	<dc:creator>Prasetyo, Kuncoro Bayu</dc:creator>
	<dc:creator>Wahidah, Baiq Farhatul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">. Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki hutan terluas di dunia menyimpan potensi sumber daya alam hayati sebagai sumber pangan dan obat obatan yang sangat besar. Puluhan ribu jenis tanaman tumbuh di Indonesia. Dari sekian banyak tanaman tersebut hanya sedikit yang dapat dimanfaatkan sebagai obat atau diketuhui memiliki nilai manfaat. Fenomena ini bisa terjadi karena faktor ketidaktahuan masyarakat tentang potensi tumbuhan obat yang ada di sekitarnya. Apalagi ragam tumbuhan obat ini ternyata bukan hanya tumbuhan yang sengaja ditanam sebagai tumbuhan obat, tetapi juga bisa berasal dari tumbuhan rempah-rempah atau bumbu dapur, tumbuhan pagar, tumbuhan buah, tumbuhan sayur dan sebagainya yang dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Ada banyak cara untuk mengenalkan tumbuhan obat serta khasiatnya kepada masyarakat. Cara yang paling sederhana yaitu pembuatan taman obat sebagai media pengenalan manfaat tumbuhan obat. Selain itu adalah diadakannya kegiatan-kegiatan pelatihan dalam pembuatan bahan awetan herbarium di laboratorium sekolah. Meskipun demikian masih banyak juga sekolah yang belum memiliki fasilitas laboratorium yang memadai. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di MA Al Asror Patemon sebagai bagian untuk pengenalan cara pembuatan herbarium sederhana. Pengabdian ini juga sebagai wahana untuk pengenalan kembali tumbuhan obat yang banyak dimanfaatkan masyarakat dalam sistem pengobatan tradisional mereka.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2019-01-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/puruhita/article/view/28652</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/puruhita.v1i1.28652</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Puruhita; Vol 1 No 1 (2019): February 2019; 76-84</dc:source>
	<dc:source>2655-9668</dc:source>
	<dc:source>10.15294/puruhita.v1i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/puruhita/article/view/28652/12533</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Jurnal Puruhita</dc:rights>
</oai_dc:dc>