Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

ELEMEN TEKSTUAL DALAM KUMPULAN CERPEN “SDCYB” KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA

Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia · Vol. 5 No. 1 (2016)

DOI
10.15294/seloka.v5i1.12754
ISSN
2502-4493, 2301-6744
Published
2016-09-21
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Karya sastra memiliki standar ganda. Secara tekstual karya sastra merupakan wacana yang berdimensi estetika, sedangkan secara kontekstual karya sastra merupakan meniatur potret struktur sosial budaya manusia dan segala pernik-pernik. Dimensi estetika serta meniatur struktur sosial dapat dibongkar untuk dipahami elemen tekstualnya. Penelitian ini bertujuan membongkar elemen-elemen tekstual, kognisi sosial dan konteks pada 13 cerpen,yaitu Menunggu, Si Kupu-Kupu, Matinya Seorang Penari Telanjang, Senja di Kuburan Keroncong Pembunuhanan, Sepotong Senja untuk Pacarku, Sebuah Pertanyaan untuk Cinta, Bulan di Atas Kampung, Tujuan: Negeri Senja, Hujan Senja dan Cinta,Cintaku Jauh di Komodo, Cinta di Atas Perahu Cadik, dan Aku, Pembunuh Munir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kumpulan cerpen Senja dan Cinta yang Berdarah karya Seno Gumira Ajidarma memiliki karakter dalam penulisan cerpennya seperti latar, detail, maksud, praanggapan, dan nominalisasi yang bervariasi. Pemilihan kata yang menggunakan majas mampu membuat para pembaca menikmati setiap karya sastranya. Cerpen ini diangkat oleh pengarang sebagai sebuah peristiwa yang pernah terjadi di masyarakat. Simpulan elemen tekstual pada teks kumpulan cerpen Senja dan Cinta yang Berdarah karya Seno Gumira Ajidarma, antara lain: teks pada cerpen memaparkan peristiwa yang ada dimasyarakat dengan kajian semantik yang ditekankan seperti latar, detail, maksud, praanggapan, dan nominalisasi.Pengarang menggunakan majas yang mampu menarik minat pembaca untuk menggali isi dan tujuan yang diinginkan pengarang. Konteks berupa kognisi sosial dan analisis sosial memiliki ciri khas pada setiap cerpen yang mengangkat perkembangan zaman yang makin praktis. Penelitian dengan analisis wacana kritis mampu membongkar struktur teks sehingga elemen tekstualdapat dilacak secara maksimal.The literary work has a double standard that is textually literary work is a discourse whose aesthetic and contextual dimensions of literary works is a portrait meniatur social structure of human culture and all the trinkets. Meniatur aesthetic dimension as well as social structures can be disassembled to be understood textual elements, social cognition and context. This study aims to dismantle textual elements in 13 short stories thatMenunggu, Si Kupu-Kupu, Matinya Seorang Penari Telanjang, Senja di Kuburan Keroncong Pembunuhanan, Sepotong Senja untuk Pacarku, Sebuah Pertanyaan untuk Cinta, Bulan di Atas Kampung, Tujuan: Negeri Senja, Hujan Senja dan Cinta,Cintaku Jauh di Komodo, Cinta di Atas Perahu Cadik, dan Aku, Pembunuh Munir. The results of the study that the short story collection Senja dan Cinta yang Berdarah by Seno Gumira Ajidarmahas character in the writing of short stories such as background, detail, intentions, presuppositions, and nominalizations varied. Wording used figure of speech can make the reader enjoy every literary work. The story raised the events that have occurred in society. Conclusions textual elements in the text of the short story collection Senja dan Cinta yang Berdarah by Seno Gumira Ajidarma, among others: the text on the short story describing events that exist in the community, with the study of semantics is emphasized as background, detail, intentions, presuppositions, and nominalization. In the selection of words, the authors use a figure of speech that is able to attract readers to explore the contents and desired goals authors. Context in the form of social cognition and social analysis has a characteristic on each short story that raised the times are more practical. Suggestions in this study that Critical Discourse Analysis on the short story Senja dan Cinta yang Berdarahby SenoGumira Ajidarma able to dismantle the structure of the text with merenik so textual elements can be traced to the fullest.

Collaboration network of the authors

40 authors · 110 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • State University of Semarang
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Haryadi HaryadiAffiliation unknown5
Hari Bakti MardikantoroAffiliation unknown4
Agus NuryatinAffiliation unknown4
Bernadus Wahyudi Joko SantosoAffiliation unknown4
Imam BaehaqieAffiliation unknown4
Tommi YuniawanAffiliation unknown3
Naili RohmahAffiliation unknown2
Achmad Rifa’iAffiliation unknown2
Fathur RokhmanState University of Semarang2
Rahayu PristiwatiAffiliation unknown2
Tri MulyonoAffiliation unknown2
Suminto A SayutiAffiliation unknown2
Mimi MulyaniAffiliation unknown2
Ida ZulaehaAffiliation unknown2
Teguh SupriyantoAffiliation unknown2
Litasari WidianingsihAffiliation unknown1
Widyanto WidyantoAffiliation unknown1
Astuty AstutyAffiliation unknown1
Edi Astini Su’udiAffiliation unknown1
Ety SyarifahAffiliation unknown1
Herman J.WaluyoAffiliation unknown1
Hari Bakti MardikantoroAffiliation unknown1
Asrofah AsrofahAffiliation unknown1
Heri YantoAffiliation unknown1
Suwito Eko PramonoAffiliation unknown1
Ahmad HariyadiAffiliation unknown1
Fathur RahmanAffiliation unknown1
Samsudi SamsudiAffiliation unknown1
Achmad Rifai RC.Affiliation unknown1
Heru DwijatmikoAffiliation unknown1
Subyantoro SubyantoroAffiliation unknown1
Heniningsih HeniningsihAffiliation unknown1
Eka Harum PuspitasariAffiliation unknown1
Hari BaktiAffiliation unknown1
Endah Dyah WardaniAffiliation unknown1
Awalya AwalyaAffiliation unknown1
Sofia MafazaAffiliation unknown1
Betty Tri PamungkasAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/seloka/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ELEMEN TEKSTUAL DALAM KUMPULAN CERPEN “SDCYB” KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA</dc:title>
	<dc:creator>Putriyanti, Lina</dc:creator>
	<dc:creator>Rustono, Rustono</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Karya sastra memiliki standar ganda. Secara tekstual karya sastra merupakan wacana yang berdimensi estetika, sedangkan secara kontekstual karya sastra merupakan meniatur potret struktur sosial budaya manusia dan segala pernik-pernik. Dimensi estetika serta meniatur struktur sosial dapat dibongkar untuk dipahami elemen tekstualnya. Penelitian ini bertujuan membongkar elemen-elemen tekstual, kognisi sosial dan konteks pada 13 cerpen,yaitu Menunggu, Si Kupu-Kupu, Matinya Seorang Penari Telanjang, Senja di Kuburan Keroncong Pembunuhanan, Sepotong Senja untuk Pacarku, Sebuah Pertanyaan untuk Cinta, Bulan di Atas Kampung, Tujuan: Negeri Senja, Hujan Senja dan Cinta,Cintaku Jauh di Komodo, Cinta di Atas Perahu Cadik, dan Aku, Pembunuh Munir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kumpulan cerpen Senja dan Cinta yang Berdarah karya Seno Gumira Ajidarma memiliki karakter dalam penulisan cerpennya seperti latar, detail, maksud, praanggapan, dan nominalisasi yang bervariasi. Pemilihan kata yang menggunakan majas mampu membuat para pembaca menikmati setiap karya sastranya. Cerpen ini diangkat oleh pengarang sebagai sebuah peristiwa yang pernah terjadi di masyarakat. Simpulan elemen tekstual pada teks kumpulan cerpen Senja dan Cinta yang Berdarah karya Seno Gumira Ajidarma, antara lain: teks pada cerpen memaparkan peristiwa yang ada dimasyarakat dengan kajian semantik yang ditekankan seperti latar, detail, maksud, praanggapan, dan nominalisasi.Pengarang menggunakan majas yang mampu menarik minat pembaca untuk menggali isi dan tujuan yang diinginkan pengarang. Konteks berupa kognisi sosial dan analisis sosial memiliki ciri khas pada setiap cerpen yang mengangkat perkembangan zaman yang makin praktis. Penelitian dengan analisis wacana kritis mampu membongkar struktur teks sehingga elemen tekstualdapat dilacak secara maksimal.The literary work has a double standard that is textually literary work is a discourse whose aesthetic and contextual dimensions of literary works is a portrait meniatur social structure of human culture and all the trinkets . Meniatur aesthetic dimension as well as social structures can be disassembled to be understood textual elements, social cognition and context . This study aims to dismantle textual elements in 13 short stories thatMenunggu, Si Kupu-Kupu, Matinya Seorang Penari Telanjang, Senja di Kuburan Keroncong Pembunuhanan, Sepotong Senja untuk Pacarku, Sebuah Pertanyaan untuk Cinta, Bulan di Atas Kampung, Tujuan: Negeri Senja, Hujan Senja dan Cinta,Cintaku Jauh di Komodo, Cinta di Atas Perahu Cadik, dan Aku, Pembunuh Munir. The results of the study that the short story collection Senja dan Cinta yang Berdarah by Seno Gumira Ajidarmahas character in the writing of short stories such as background, detail, intentions, presuppositions, and nominalizations varied. Wording used figure of speech can make the reader enjoy every literary work. The story raised the events that have occurred in society. Conclusions textual elements in the text of the short story collection Senja dan Cinta yang Berdarah by Seno Gumira Ajidarma, among others: the text on the short story describing events that exist in the community, with the study of semantics is emphasized as background, detail, intentions, presuppositions, and nominalization. In the selection of words, the authors use a figure of speech that is able to attract readers to explore the contents and desired goals authors. Context in the form of social cognition and social analysis has a characteristic on each short story that raised the times are more practical. Suggestions in this study that Critical Discourse Analysis on the short story Senja dan Cinta yang Berdarahby SenoGumira Ajidarma able to dismantle the structure of the text with merenik so textual elements can be traced to the fullest .</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2016-09-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/seloka/article/view/12754</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/seloka.v5i1.12754</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia; Vol 5 No 1 (2016): April 2016</dc:source>
	<dc:source>2502-4493</dc:source>
	<dc:source>2301-6744</dc:source>
	<dc:source>10.15294/seloka.v5i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/seloka/article/view/12754/6925</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>