Journal
REDESAIN LEMBAGA PENGAWASMAHKAMAH KONSTITUSI SEBAGAI UPAYA PENGUATANLEMBAGA PENEGAK KONSTITUSI
Law Research Review Quarterly · Vol. 10 No. 4 (2025)
- ISSN
- 2716-3415
- Published
- 2025-06-16
- Publisher
- Universitas Negeri Semarang
- Language
- eng
Abstract
Reformasi melahirkan amandemen konstitusi, hal tersebut menjadi tonggak lahirnya berbagai dinamika ketatanegaraan yang dianggap lebih baik dari konstitusi sebelumnya. Pasca reformasi lahirlah Mahkamah Konstitusi (MK) yang pada pokoknya sejalan dengan karakteristik negara hukum menurut Internasional Comission of Jurists (ICJ), salah satunya adanya lembaga kehakiman yang independen dan tidak memihak. Menariknya MK tidak memiliki pengawas diluar tubuhnya sendiri, sehingga menarik untuk mengkaji bagaimana mekanisme pengawasan yang ideal terhadap MK. Jenis penelitian adalah penelitian hukum normative dengan analisis data menggunakan metode kualitatif. Sehingga hasil kajian akan memfokuskan pada Pola berjalannya MK: antara tugas institutional vs independensi personality Hakim MK.; Dinamika Lembaga pengawas MK; Problem Pengawasan MK saat ini; dan Aspeek etik sebagai guiden dalam tubuh MK. Simpulan penelitian menunjukan bahwa tidak diperlukan pengawasan eksternal diluar MK, karena jika terbentuk lembaga pengawas, maka akan lebih mudah diintervensi oleh Lembaga lain karena ada konflik kepentingan yang sangat kuat. Pengawasan terhadap MK dapat berjalan ketika terjadi suatu indikasi pelanggaran yang harus segera ditindaklanjuti oleh Dewan Etik. Sehingga mekanisme penyelesaian dengan pembentukan MKMK secara ad hoc akan lebih efektif dalam menindaklanjuti dugaan pelanggaran terhadap Hakim MK. MKMK yang bersifat ad hoc akan didudukan sebagai Lembaga pengawas yang akan meminimalisir konflik kepentingan.
Keywords
Collaboration network of the authors
40 authors · 137 co-authorship links · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- Ministry of Research, Technology and Higher Education
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Sang Ayu Putu Rahayu | Affiliation unknown | 6 |
| Aprila Niravita | Affiliation unknown | 4 |
| Ubaidillah Kamal | Affiliation unknown | 3 |
| Dina Silvia Puteri | Affiliation unknown | 3 |
| Rindia Fanny Kusumaningtyas | Affiliation unknown | 2 |
| Irawaty Irawaty | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Suhadi Suhadi | Affiliation unknown | 2 |
| Rofi Wahanisa | Affiliation unknown | 2 |
| Bayangsari Wedhatami | Affiliation unknown | 2 |
| Duhita Driyah Suprapti | Affiliation unknown | 1 |
| Batari Laskarwati | Affiliation unknown | 1 |
| Rina Aufa | Affiliation unknown | 1 |
| LAGA SUGIARTO | Affiliation unknown | 1 |
| Saru Arifin | Affiliation unknown | 1 |
| Riska Alkadri | Affiliation unknown | 1 |
| Andry Setiawan | Affiliation unknown | 1 |
| Rini Fidiyani | Affiliation unknown | 1 |
| Eko Mukminto | Affiliation unknown | 1 |
| Widhiyanto Widhiyanto | Affiliation unknown | 1 |
| Edward Michael Simangunsong | Affiliation unknown | 1 |
| Hafidz Daffa | Affiliation unknown | 1 |
| Samuel Adi Nugroho | Affiliation unknown | 1 |
| Vina Yunia Tiyani | Affiliation unknown | 1 |
| Tegar Islami Putra | Affiliation unknown | 1 |
| Nurul Fibrianti | Affiliation unknown | 1 |
| TRI ANDARI DAHLAN | Affiliation unknown | 1 |
| Niken Diah Paramita | Affiliation unknown | 1 |
| Yuli Prasetyo Adhi | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Syahri Ramadhan | Affiliation unknown | 1 |
| Dhita Widya Putri | Ministry of Research, Technology and Higher Education | 1 |
| Asrul Ibrahim Nur | Affiliation unknown | 1 |
| Asrul Ibrahim Nur Nur | Affiliation unknown | 1 |
| Ristina Yudhanti | Affiliation unknown | 1 |
| Moh. Imam Gusthomi | Affiliation unknown | 1 |
| Rizqan Naelufar | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.