Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Peran Kader Posyandu dalam Mengatasi Stunting di Dukuh Alasmalang Desa Pengkoljagong Kecamatan Jati Kabupaten Blora

Solidarity: Journal of Education, Society and Culture · Vol. 14 No. 1 (2025) · pp. 70–85

DOI
10.15294/solidarity.v14i1.35765
ISSN
2549-0729, 2252-7133
Published
2025-07-07
Publisher
Universitas Negeri Semarang
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran kader Posyandu dalam upaya penanggulangan stunting di Dukuh Alasmalang, Desa Pengkoljagong, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, serta mendeskripsikan hambatan dan solusi yang dihadapi dalam pencegahan kasus stunting. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Terdapat empat peranan penting kader posyandu dalam rangka mengatasi stunting di Dukuh Alasmalang yaitu dengan melakukan: 1) Pemberian makanan tambahan (PMT) kepada balita yang mengalami stunting; 2) Sosialisasi dan penyuluhan tentang stunting kepada ibu balita Dukuh Alasmalang; 3) Pemberian vitamin kepada balita Dukuh Alasmalang; dan 4) Pendampingan dan konseling dengan Ibu balita melalui kegiatan kelas balita dalam rangka mencapai perubahan perilaku positif di masyarakat Dukuh Alasmalang. Kader Posyandu diharapkan menjadi garda terdepan dalam upaya penanggulangan stunting. Upaya Kader Posyandu dalam penanganan stunting melibatkan berbagai intervensi yang terintegrasi: pertama pemberian sosialisasi dan konsultasi tentang pemberian makanan bergizi bagi anak dan keluarga, kedua pemantauan pertumbuhan anak, ketiga memberikan sosialisasi tentang perbaikan sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat dirumah terutama rumah ibu hamil dan balita.Karena memiliki kedekatan sosial dengan masyarakat, kader Posyandu dinilai mampu menjadi penghubung yang efektif dalam menyampaikan informasi serta mengedukasi warga terkait pencegahan dan penanganan stunting. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai hambatan, baik yang bersumber dari faktor internal maupun eksternal. Dimulai dari kondisi geografis Dukuh Alasmalang yang terpencil dengan akses jalannya yang rusak, hingga faktor internal berupa kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan.

Keywords

Collaboration network of the authors

37 authors · 71 co-authorship links · 2 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • University of Surabaya
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sarah Astia NingsihAffiliation unknown1
SubardinAffiliation unknown1
Andi TenriawaruUniversitas Halu Oleo1
La Ode Muhammad Ilham SetiawanUniversitas Halu Oleo1
Azeslim AzeslimUniversitas Halu Oleo1
Andi TenriawaruUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Arya Al FajarAffiliation unknown1
Arga WiradarmaAffiliation unknown1
Siti RahmahAffiliation unknown1
Rifa'atus ShalihahAffiliation unknown1
TaslimAffiliation unknown1
Dewi SartikaAffiliation unknown1
Ardi WijayaAffiliation unknown1
Andi YahyaAffiliation unknown1
RG Guntur AlamAffiliation unknown1
Muhammad ImanullahUniversitas Muhammadiyah Bengkulu1
Joniarto ParungUniversity of Surabaya1
Indri HapsariAffiliation unknown1
Nemuel Daniel PahAffiliation unknown1
Jerry AgusJerry Agus Arlianto ArliantoAffiliation unknown1
Olyvia NovawandaAffiliation unknown1
Afiat AfiantiAffiliation unknown1
Fadly HusainAffiliation unknown1
Siti NuripahAffiliation unknown1
Totok RochanaAffiliation unknown1
SugiartoAffiliation unknown1
Hadi Setyo SubiyonoAffiliation unknown1
Anugrah Budi NuraniAffiliation unknown1
Lu’lu’ul MaghfirohAffiliation unknown1
SugitoAffiliation unknown1
Setiyani .Affiliation unknown1
Rahmad KhodariAffiliation unknown1
Shanti NurhidayahAffiliation unknown1
Salsabila AnindiyahAffiliation unknown1
Yudistira Indra Prahasta Putra ElwandaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/solidarity/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Peran Kader Posyandu dalam Mengatasi Stunting di Dukuh Alasmalang Desa Pengkoljagong Kecamatan Jati Kabupaten Blora</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Kurniawan, Ari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Gunawan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Kader Posyandu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kesehatan Masyarakat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Stunting</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran kader Posyandu dalam upaya penanggulangan stunting di Dukuh Alasmalang, Desa Pengkoljagong, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, serta mendeskripsikan hambatan dan solusi yang dihadapi dalam pencegahan kasus stunting. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Terdapat empat peranan penting kader posyandu dalam rangka mengatasi stunting di Dukuh Alasmalang yaitu dengan melakukan: 1) Pemberian makanan tambahan (PMT) kepada balita yang mengalami stunting; 2) Sosialisasi dan penyuluhan tentang stunting kepada ibu balita Dukuh Alasmalang; 3) Pemberian vitamin kepada balita Dukuh Alasmalang; dan 4) Pendampingan dan konseling dengan Ibu balita melalui kegiatan kelas balita dalam rangka mencapai perubahan perilaku positif di masyarakat Dukuh Alasmalang. Kader Posyandu diharapkan menjadi garda terdepan dalam upaya penanggulangan stunting. Upaya Kader Posyandu dalam penanganan stunting melibatkan berbagai intervensi yang terintegrasi: pertama pemberian sosialisasi dan konsultasi tentang pemberian makanan bergizi bagi anak dan keluarga, kedua  pemantauan pertumbuhan anak, ketiga memberikan sosialisasi tentang perbaikan sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat dirumah terutama rumah ibu hamil dan balita.Karena memiliki kedekatan sosial dengan masyarakat, kader Posyandu dinilai mampu menjadi penghubung yang efektif dalam menyampaikan informasi serta mengedukasi warga terkait pencegahan dan penanganan stunting. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai hambatan, baik yang bersumber dari faktor internal maupun eksternal. Dimulai dari kondisi geografis Dukuh Alasmalang yang terpencil dengan akses jalannya yang rusak, hingga faktor internal berupa kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/solidarity/article/view/35765</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/solidarity.v14i1.35765</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Solidarity: Journal of Education, Society and Culture; Vol. 14 No. 1 (2025): SOLIDARITY; 70-85</dc:source>
	<dc:source>2549-0729</dc:source>
	<dc:source>2252-7133</dc:source>
	<dc:source>10.15294/solidarity.v14i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/solidarity/article/view/35765/6658</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Solidarity: Journal of Education, Society and Culture</dc:rights>
</oai_dc:dc>