Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa melalui Blended Learning Berbasis Pemecahan Masalah

PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika (2016) · pp. 191–202

ISSN
2613-9189
Published
2016-02-01
Publisher
Jurusan Matematika FMIPA UNNES
Language
eng

Abstract

Artikel hasil kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran blended learning berbasis pemecahan masalah. Hal ini dilatarbelakangi adanya penggunaan internet dalam pendidikan yang masih minim. Blended learning merupakan pembelajaran yang memadukan keunggulan pembelajaran tatap muka secara langsung dan pembelajaran online (e-learning) yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Masih sedikit penerapan pembelajaran blended learning yang menggunakan ciri khas tertentu sehingga dibutuhkan blended learning yang berbeda dengan lainnya. Dengan blended learning berbasis pemecahan masalah siswa dapat mengembangkan pengetahuan pemecahan masalahnya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran ini siswa saling berinteraksi, berdiskusi, bertukar pendapat atau ide mengenai permasalahan tertentu yang dapat melatih kemampuan komunikasi matematisnya. Namun berdasarkan pengamatan peneliti saat melakukan uji coba soal pemecahan masalah di kelas VII D SMP Maarif Jepara masih banyak siswa yang mengalami kesulitan saat pengungkapan simbol-simbol matematis. Blended learning berbasis pemecahan masalah dapat mengembangkan kemampuan komunikasi matematis siswa sehingga mereka mampu dalam menggunakan ide matematikanya, memahami dalam memecahkan masalah matematika yang dituangkan baik dalam lisan maupun tulisan.

Collaboration network of the authors

3 authors · 3 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sudarmin SudarminAffiliation unknown1
Hardi SuyitnoAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa melalui Blended Learning Berbasis Pemecahan Masalah</dc:title>
	<dc:creator>Rizqi, Afria Alfitri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Artikel hasil kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran blended learning berbasis pemecahan masalah. Hal ini dilatarbelakangi adanya penggunaan internet dalam pendidikan yang masih minim. Blended learning merupakan pembelajaran yang memadukan keunggulan pembelajaran tatap muka secara langsung dan pembelajaran online (e-learning) yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Masih sedikit penerapan pembelajaran blended learning yang menggunakan ciri khas tertentu sehingga dibutuhkan blended learning yang berbeda dengan lainnya. Dengan blended learning berbasis pemecahan masalah siswa dapat mengembangkan pengetahuan pemecahan masalahnya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran ini siswa saling berinteraksi, berdiskusi, bertukar pendapat atau ide mengenai permasalahan tertentu yang dapat melatih kemampuan komunikasi matematisnya. Namun berdasarkan pengamatan peneliti saat melakukan uji coba soal pemecahan masalah di kelas VII D SMP Maarif Jepara masih banyak siswa yang mengalami kesulitan saat pengungkapan simbol-simbol matematis. Blended learning berbasis pemecahan masalah dapat mengembangkan kemampuan komunikasi matematis siswa sehingga mereka mampu dalam menggunakan ide matematikanya, memahami dalam memecahkan masalah matematika yang dituangkan baik dalam lisan maupun tulisan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Jurusan Matematika FMIPA UNNES</dc:publisher>
	<dc:date>2016-02-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/prisma/article/view/21457</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika; 2016: Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015; 191-202</dc:source>
	<dc:source>2613-9189</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/prisma/article/view/21457/10140</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2016 PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika</dc:rights>
</oai_dc:dc>