Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Journal

Hubungan Sanitasi Lingkungan, Faktor Ibu dan Faktor Anak Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24 – 59 Bulan di Puskesmas Tempino Kabupaten Muaro Jambi

Jurnal Pembangunan Berkelanjutan · Vol. 5 No. 2 (2022) · pp. 79–97

DOI
10.22437/jpb.v5i2.21199
ISSN
2622-2310, 2622-2302
Published
2022-12-26
Publisher
Universitas Jambi
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak dari gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Anak dikatakan sebagai stunting jika tinggi badan menurut umur kurang dari minus dua standar deviasi pertumbuhan anak. Proporsi s tunting di Kab. Muaro Jambi berdasarkan SSGI tahun 2021 sebesar 27,2%, dan merupakan kabupaten yang memiliki proporsi stunting tertinggi di Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan stunting di di Puskesmas Tempino Kabupaten Muaro Jambi. Sampel dalam penelitian ini adalah anak usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tempino yaitu sebanyak 155 orang. Analisis dilakukan secara univariate, analisis bivariat dengan uji chisquare, analisis multivariate dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini membuktikan ada hubugan yang signifikan antara status gizi ibu, personal hygiene, ASI eksklusif, akses jamban, penyakit infeksi, pendapatan, pendidikan ibu, sampah, dan sumber air bersih dengan stunting. ASI eksklusif merupakan faktor yang paling dominan dari kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah Puskesmas Tempino Kabupaten Muaro Jambi setelah dikontrol oleh status gizi ibu, personal hygiene, akses jamban, penyakit infeksi, pendidikan ibu, pendapatan, sampah, dan sumber air bersih. Anak yang tidak memperoleh ASI ekslusif selama 6 bulan memiliki risiko lebih besar (POR= 12,031, 95%CI: 2,137-67,722) untuk terkena Stunting dibandingkan anak balita yang tidak ASI eksklusif. Disarankan adanya dukungan terlaksananya

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 128 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Jambi
  • Hasanuddin University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hendra Dhermawan SitanggangAffiliation unknown6
guspianto guspiantoAffiliation unknown6
Dwi NoerjoediantoAffiliation unknown5
Rd. HalimAffiliation unknown5
M. RidwanAffiliation unknown4
Adelina FitriAffiliation unknown4
Nakhlatul AisyaAffiliation unknown3
Asparian AsparianAffiliation unknown3
Muldiasman MuldiasmanAffiliation unknown3
Evy WisudarianiAffiliation unknown2
Helmi Suryani NasutionAffiliation unknown2
Jalius JaliusAffiliation unknown2
Damris MuhammadUniversitas Jambi2
Adriani AdrianiAffiliation unknown2
Irma HandayaniHasanuddin University2
Nofrans Eka SaputraAffiliation unknown2
SyamsurizalAffiliation unknown2
Andi SubandiAffiliation unknown2
Willia Novita Eka RiniAffiliation unknown2
Revis AsraAffiliation unknown1
Muhammad NaswirAffiliation unknown1
A Puji LestariAffiliation unknown1
Arnalia DeviAffiliation unknown1
Jumati JumiatiAffiliation unknown1
Ilham IlhamAffiliation unknown1
Flora Resti UtamiAffiliation unknown1
Suandi SuandiAffiliation unknown1
Abdul Muis MuhammadAffiliation unknown1
Rista AgustinAffiliation unknown1
Rakhmi Aisyah El MawaddahAffiliation unknown1
FairuzAffiliation unknown1
Rizalia WardiahAffiliation unknown1
M.Dody IzharAffiliation unknown1
Rizki Ibnu RahmadAffiliation unknown1
Helmi Suryani NasutionAffiliation unknown1
Selvia SelviaAffiliation unknown1
Annisa DiantyAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://online-journal.unja.ac.id/index.php/JPB/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Hubungan Sanitasi Lingkungan, Faktor Ibu dan Faktor Anak Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24 – 59 Bulan di Puskesmas Tempino Kabupaten Muaro Jambi </dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Roma Uli Pangaribuan, Shinta</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">MT Napitupulu, Dompak</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kalsum, Ummi </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">sanitasi lingkungan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">faktor ibu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">faktor anak</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak dari gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Anak dikatakan sebagai stunting jika tinggi badan menurut umur kurang dari minus dua standar deviasi pertumbuhan anak. 
Proporsi s
tunting di Kab. Muaro Jambi berdasarkan SSGI tahun 2021 
sebesar
 27,2%, dan merupakan kabupaten yang memiliki proporsi stunting tertinggi di Provinsi Jambi. Penelitian 
ini menggunakan 
desain cross sectional, bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan stunting di di Puskesmas Tempino Kabupaten Muaro Jambi. Sampel dalam penelitian ini adalah anak usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tempino yaitu sebanyak 155 orang. Analisis dilakukan secara univariate, analisis bivariat dengan uji chisquare, analisis multivariate dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini membuktikan ada hubugan yang signifikan antara status gizi ibu, personal hygiene, ASI eksklusif, akses jamban, penyakit infeksi, pendapatan, pendidikan ibu, sampah, dan sumber air bersih dengan stunting. ASI eksklusif merupakan faktor yang paling dominan dari kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah Puskesmas Tempino Kabupaten Muaro Jambi setelah dikontrol oleh status gizi ibu, personal hygiene, akses jamban, penyakit infeksi, pendidikan ibu, pendapatan, sampah, dan sumber air bersih. Anak yang tidak memperoleh ASI ekslusif selama 6 bulan memiliki risiko lebih besar 
(POR= 12,031, 95%CI: 2,137-67,722)
untuk terkena Stunting dibandingkan anak balita yang tidak ASI eksklusif. Disarankan 
adanya
 dukungan terlaksananya </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Jambi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://online-journal.unja.ac.id/JPB/article/view/21199</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22437/jpb.v5i2.21199</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Pembangunan Berkelanjutan; Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan; 79 - 97</dc:source>
	<dc:source>2622-2310</dc:source>
	<dc:source>2622-2302</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://online-journal.unja.ac.id/JPB/article/view/21199/14823</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Jurnal Pembangunan Berkelanjutan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>