Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Journal

Faktor – faktor Pendorong Keberlanjutan Habitat Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh Provinsi Jambi

Jurnal Pembangunan Berkelanjutan · Vol. 6 No. 1 (2023) · pp. 54–60

DOI
10.22437/jpb.v6i1.27977
ISSN
2622-2310, 2622-2302
Published
2023-10-19
Publisher
Universitas Jambi
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Indonesia. Terdapat sekitar 140 ekor populasi gajah yang hidup di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atributatribut sensitif terhadap status Status Keberlanjutan Habitat Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh. Penelitian ini menggunakan responden sebanyak 32responden dengan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Analisis dilakukan dengan atribut/indikator yang telah diidentifikasi kemudian diberi rentang skor antara 0-2 menyesuaikan dengan kriteria-kriteria yang ada. Rentang skor paling rendah/buruk adalah 0 dan paling sesuai/baik adalah 2. Hasil penelitian menunjukan bahwa Atribut pengungkit dimensi ekologi diantaranya adalah 1) tekanan terhadap habitat Gajah, 2) areal bernilai konservasi tinggi, 3) kesesuaian peruntukan habitat Gajah dan 3) Daya dukung habitat Gajah. Atribut pengungkit dimensi ekonomi diantaranya adalah 1) Pembatasan masuk ke habitat gajah dan 2) Penyerapan tenaga kerja. Atribut pengungkit dimensi sosial diantaranya adalah 1) Konflik Tenurial dan 2) Resistensi terhadap kebijakan pemerintah terkait konflik gajah Atribut pengungkit dimensi kelembagaan diantaranya adalah 1) Ketersediaan peraturan pengelolaan, 2) Penyuluhan peraturan terkait aturan pengelolaan habitat gajah, 3) Mitra Konservasi, 4) Penegakan hukum, 5) Keterlibatan masyarakat dan 6) Koordinasi antar Lembaga pengelolaan satwa dan habitat gajah.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 153 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hamzah HamzahAffiliation unknown5
Anis Tatik MaryaniAffiliation unknown2
Jalius JaliusAffiliation unknown2
Rosyani RosyaniAffiliation unknown2
Syafril HadiAffiliation unknown2
Ginda BahariAffiliation unknown2
Eva AchmadAffiliation unknown2
MarwotoAffiliation unknown2
Farianto FachruddinAffiliation unknown1
Syamsul AsriAffiliation unknown1
M. Risal FirmansyahAffiliation unknown1
Wahyuddin MustafaAffiliation unknown1
Misliah IdrusAffiliation unknown1
Ganding SitepuAffiliation unknown1
RosmaniAffiliation unknown1
Andi ArdiantiAffiliation unknown1
Wihdat DjafarAffiliation unknown1
Abdul Haris DjalanteAffiliation unknown1
Suandar BasoAffiliation unknown1
Andi St. ChaerunnisaAffiliation unknown1
Fadhil Riski ClausthaldiAffiliation unknown1
Muhammad Akbar AzisAffiliation unknown1
Aris BasoAffiliation unknown1
Sutinah MadeAffiliation unknown1
Sri Suro AdhawatiAffiliation unknown1
Abdalia rusdiAffiliation unknown1
NajamuddinAffiliation unknown1
Muhammad SyarifAffiliation unknown1
Armen MaraAffiliation unknown1
Muhammad AlfitrahAffiliation unknown1
NazaruddinAffiliation unknown1
Iswandi Eka PutraAffiliation unknown1
Sutrisno .Affiliation unknown1
Ahmad SyarthibiAffiliation unknown1
Erna Rahayu EkoAffiliation unknown1
ZuhriyaniAffiliation unknown1
Edisar YantoAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://online-journal.unja.ac.id/index.php/JPB/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Faktor – faktor Pendorong Keberlanjutan Habitat  Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus)  di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh Provinsi Jambi</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Nofiandi, rendi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Syarifuddin, Hutwan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hamzah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">keberlanjutan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en"> Gajah Sumatera</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">habitat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Indonesia. Terdapat sekitar 140 ekor populasi gajah yang hidup di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atributatribut sensitif terhadap status Status Keberlanjutan &amp;nbsp;Habitat&amp;nbsp; Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh. Penelitian ini menggunakan responden sebanyak 32responden dengan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Analisis dilakukan dengan atribut/indikator yang telah diidentifikasi kemudian diberi rentang skor antara 0-2 menyesuaikan dengan kriteria-kriteria yang ada. Rentang skor paling rendah/buruk adalah 0 dan paling sesuai/baik adalah 2. Hasil penelitian menunjukan bahwa Atribut pengungkit dimensi ekologi diantaranya adalah 1) tekanan terhadap habitat Gajah, 2) areal bernilai konservasi tinggi, 3) kesesuaian peruntukan habitat Gajah dan 3) Daya dukung habitat Gajah. Atribut pengungkit dimensi ekonomi&amp;nbsp;diantaranya adalah 1) Pembatasan masuk ke habitat gajah dan 2) Penyerapan tenaga kerja. Atribut pengungkit dimensi sosial diantaranya adalah 1) Konflik Tenurial dan 2) Resistensi terhadap kebijakan pemerintah terkait konflik gajah Atribut pengungkit dimensi kelembagaan diantaranya adalah 1) Ketersediaan peraturan pengelolaan, 2) Penyuluhan peraturan terkait aturan &amp;nbsp;pengelolaan habitat gajah, 3) Mitra Konservasi, 4) Penegakan hukum, 5) Keterlibatan masyarakat dan 6) Koordinasi antar Lembaga pengelolaan satwa dan habitat gajah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Jambi</dc:publisher>
	<dc:date>2023-10-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://online-journal.unja.ac.id/JPB/article/view/27977</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22437/jpb.v6i1.27977</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Pembangunan Berkelanjutan; Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan; 54 - 60</dc:source>
	<dc:source>2622-2310</dc:source>
	<dc:source>2622-2302</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://online-journal.unja.ac.id/JPB/article/view/27977/16375</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Jurnal Pembangunan Berkelanjutan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>