Open access Journal
URGENSI PENGATURAN PEMBALIKAN BEBAN PEMBUKTIAN DALAM PERKARA GRATIFIKASI PADA TINDAK PIDANA KORUPSI: URGENSI PENGATURAN PEMBALIKAN BEBAN PEMBUKTIAN DALAM PERKARA GRATIFIKASI PADA TINDAK PIDANA KORUPSI
Jurnal Sains Sosio Humaniora · Vol. 7 No. 1 (2023) · pp. 40–57
- ISSN
- 2580-2305, 2580-1244
- Published
- 2023-06-26
- Publisher
- LPPM Universitas Jambi
- Language
- en
Abstract
Salah jenis tindak pidana korupsi yang banyak juga terjadi adalah gratifikasi yang banyakterjadi dalam birokrasi. Perbuatan penerimaan gratifikasi oleh pegawai negara ataupenyelenggara negara yang dianggap sebagai perbuatan suap apabila perbuatan tersebut dilakukan karena berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. Dari berbagai cara yang diimplementasikan dalam hal pemberantasan korupsitermasuk tindak pidana gratifikasi, salah satu diantaranya adalah sistem pembalikan bebanpembuktian yaitu beban pembuktian dilimpahkan kepada terdakwa dan proses pembuktian inihanya berlaku pada saat pemeriksaan di sidang pengadilan. Namun bagaimana dan seperti apa yang dimaksud dengan pembuktian terbalik, serta bagaimana cara pengaturannya dalam UU korupsi saat ini, yang menimbulkan beberapa permasalahan dalam pengaturannya, karena jika pengaturan tidak tepat akan sulit untuk diterapkan. Penelitian ini ditujukan untuk melihat apakah perangkat hukum sudah cukup memandai untuk di terapkan pada pelaku tindak pidana korupsi terutama gratifikasi. Permasalahan dalam penelitian adalah: Bagaimanakah Pengaturan tentang pembalikan beban pembuktian dalam perkara gratifikasi pada tindak pidana korupsi menurut UU Korupsi? dan Bagaimana pengaturan tentang pembalikan beban pembuktian dalam perkara gratifikasi pada tindak pidana korupsi yang lebih tepat? Untuk menjawabpermasalahan tersebut, maka tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian  ini adalah tipe penelitian hukum normatif yaitu suatu tipe penelitian yang mengkaji hal-hal yang bersifat teoritis, asas, konsepsi, doktrin hukum serta kaidah hukum yang berhubungan dengan pembalikan beban pembuktian dalam tindak pidana korupsi. Sedangkan bahan hukum yang dipergunakan adalah bahan hukum primer, sekunder dan tertier beserta sumbernya. Dari hasil penelitian di peroleh bahwa sudah ada pengaturan dalam UU Korupsi saat ini, namun masih ada permasalahan dan perlu ada pembaharuan hukum pidana ke depan berkaitan dengan jenis tindak pidana korups yg bisa diterapkan pembalikan beban pembuktian, cara dan bentuk pembalikan beban pembuktian tersebut harus diatur lebih tepat lagi.  Jika pengaturan untuk baik dan tepat maka pembalikan beban pembuktian dalam tindak pidana korupsi bisa diterapkan
Keywords
Collaboration network of the authors
40 authors · 123 co-authorship links · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Syiah Kuala
- Hasanuddin University
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Elly Sudarti | Affiliation unknown | 6 |
| Usman Usman | Universitas Syiah Kuala | 6 |
| Herry Liyus | Affiliation unknown | 5 |
| Yulia Monita | Affiliation unknown | 5 |
| Dheny Wahyudhi | Affiliation unknown | 4 |
| Meri Yarni | Affiliation unknown | 3 |
| Haryadi Haryadi | Affiliation unknown | 3 |
| Sahuri Lasmadi | Affiliation unknown | 3 |
| Aga Anum Prayudi | Affiliation unknown | 3 |
| Elizabeth Siregar | Affiliation unknown | 3 |
| Syofyan Nur | Affiliation unknown | 2 |
| Netty Netty | Affiliation unknown | 2 |
| Tri Imam Munandar | Affiliation unknown | 2 |
| Elly Sudarty | Affiliation unknown | 1 |
| Khabib Nawawi | Affiliation unknown | 1 |
| Erwin Erwin | Affiliation unknown | 1 |
| Dwi Suryahartati | Affiliation unknown | 1 |
| Suhermi Suhermi | Affiliation unknown | 1 |
| Arsyad Arsyad | Affiliation unknown | 1 |
| Umar Hasan | Affiliation unknown | 1 |
| Aga Hanum Prayudi | Affiliation unknown | 1 |
| Fitria Fitria | Affiliation unknown | 1 |
| Syamsir Syamsir | Hasanuddin University | 1 |
| Samsiar Samsiar | Affiliation unknown | 1 |
| Erwin Erwin | Affiliation unknown | 1 |
| Ell Sudarti | Affiliation unknown | 1 |
| Erwin Erwin | Affiliation unknown | 1 |
| Lilik Purwastuti | Affiliation unknown | 1 |
| Kabib Nawawi | Affiliation unknown | 1 |
| Maryati M | Affiliation unknown | 1 |
| Musyayidah M | Affiliation unknown | 1 |
| Rifqi Febrian | Affiliation unknown | 1 |
| Dewi Untari Dewi | Affiliation unknown | 1 |
| wendy wendy | Affiliation unknown | 1 |
| Yuni Kartika | Affiliation unknown | 1 |
| M. Alvi Rizki ilahi | Affiliation unknown | 1 |
| Ussi Astika Anggraeni | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.