Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Journal

Penegakan Sanksi Dalam Penataan Ruang Guna Mewujudkan Pembangunan Yang Berkelanjutan Di Indonesia

Mendapo: Journal of Administrative Law · Vol. 3 No. 1 (2022) · pp. 40–55

DOI
10.22437/mendapo.v3i1.11466
ISSN
2774-7905, 2774-7840
Published
2022-02-23
Publisher
Fakultas Hukum Universitas Jambi
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

Penegakan hukum dalam pelanggaran penaatan ruang merupakan hal yang sangat penting. Masalah yang sering kali ditemukan dalam rencana tata ruang ialah pada proses penegakan hukumnya, hal itu disebabkan oleh banyaknya pelanggaran-pelanggaran terhadap suatu penataan ruang yang dibiarkan begitu saja. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penegakan hukum tata ruang di Indonesia saat inidan bagaimana caranya mewujudkan penataan ruang yang berkelanjutan. Untuk mengkaji permasalahan yang ada, maka dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa berdasarkan UU PenataanRuang belum optimal dalam meminimalisir pelanggaran penataan ruang dikarenakan adanya potensi konflik antar wilayah, antarsektor, danantara masyarakat dengan pemerintah. Di sisi lain lemahnya penegakan hukum lingkungan serta kecenderungan sanksi yang ringan tidak menimbulkan efek penjeraan terhadap pelaku pelanggaran penaataan ruang, sehingga menyebabkan permasalahan terkait penataan ruang dan penegakan hukum nya tidak berjalan efektif. Seharusnya hokum lingkungan bekerja di dalam menyelamatkan, melindungi, melestarikan lingkungan hidup dan melindungi keberlangsungan kehidupan umat manusia dari kemungkinan kerusakan lingkungan hidup. Oleh karena itu perlunya pengaturan penataan ruang demi terwujudnya ketertiban dalam penyelenggaraan penataan ruang, adanya kepastian hokum dan keadilan bagi seluruh pemangku kepentingan yang harus dilakukan secara cermat, proporsional, dan komprehensip sehingga terwujud pembangunan yang berkelanjutan.

Keywords

Collaboration network of the authors

19 authors · 42 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Politeknik Negeri Jember
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ivan Fauzani RaharjaAffiliation unknown2
Hartati HartatiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Yetniwati YetniwatiAffiliation unknown1
Siti KunartiAffiliation unknown1
Raja Sharah FatriciaAffiliation unknown1
Windarto WindartoAffiliation unknown1
Ratna DewiAffiliation unknown1
Dhils NoviadesAffiliation unknown1
Afif SyarifAffiliation unknown1
Alissa Zalia MaghfiraAffiliation unknown1
Dhil's NoviadesAffiliation unknown1
Melyn UtamiAffiliation unknown1
Dewi KurniawatiPoliteknik Negeri Jember1
Humaizi HumaiziAffiliation unknown1
Hera ChairunisaAffiliation unknown1
Lisa AnggrainiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://online-journal.unja.ac.id/index.php/Mendapo/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Penegakan Sanksi Dalam Penataan Ruang Guna Mewujudkan Pembangunan Yang Berkelanjutan Di Indonesia</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Sri Rahayu, Yunita</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hasimi, Sri Ningsih</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Zulkarnain, Iskandar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Penegakan Huku,</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Penataan Ruang,</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Pembangunan Berkelanjutan.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penegakan hukum dalam pelanggaran penaatan ruang merupakan hal yang sangat penting. Masalah yang sering kali ditemukan dalam rencana tata ruang ialah pada proses penegakan hukumnya, hal itu disebabkan oleh banyaknya pelanggaran-pelanggaran terhadap suatu penataan ruang yang dibiarkan begitu saja. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penegakan hukum tata ruang di Indonesia saat inidan bagaimana caranya mewujudkan penataan ruang yang berkelanjutan. Untuk mengkaji permasalahan yang ada, maka dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa berdasarkan UU PenataanRuang belum optimal dalam meminimalisir pelanggaran penataan ruang dikarenakan adanya potensi konflik antar wilayah, antarsektor, danantara masyarakat dengan pemerintah. Di sisi lain lemahnya penegakan hukum lingkungan serta kecenderungan sanksi yang ringan tidak menimbulkan efek penjeraan terhadap pelaku pelanggaran penaataan ruang, sehingga menyebabkan permasalahan terkait penataan ruang dan penegakan hukum nya tidak berjalan efektif. Seharusnya hokum lingkungan bekerja di dalam menyelamatkan, melindungi, melestarikan lingkungan hidup dan melindungi keberlangsungan kehidupan umat manusia dari kemungkinan kerusakan lingkungan hidup. Oleh karena itu perlunya pengaturan penataan ruang demi terwujudnya ketertiban dalam penyelenggaraan penataan ruang, adanya kepastian hokum dan keadilan bagi seluruh pemangku kepentingan yang harus dilakukan secara cermat, proporsional, dan komprehensip sehingga terwujud pembangunan yang berkelanjutan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Hukum Universitas Jambi</dc:publisher>
	<dc:date>2022-02-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://online-journal.unja.ac.id/Mendapo/article/view/11466</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22437/mendapo.v3i1.11466</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Mendapo: Journal of Administrative Law; Vol. 3 No. 1 (2022): Februari 2022; 40-55</dc:source>
	<dc:source>2774-7905</dc:source>
	<dc:source>2774-7840</dc:source>
	<dc:source>10.22437/mendapo.v3i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://online-journal.unja.ac.id/Mendapo/article/view/11466/13119</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Yunita Sri Rahayu, Sri Ningsih Hasimi, Iskandar Zulkarnain</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>