Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Journal

Pengaturan Homoseksual dalam Hukum Pidana Indonesia

PAMPAS: Journal of Criminal Law · Vol. 1 No. 3 (2021) · pp. 92–105

DOI
10.22437/pampas.v1i3.11099
ISSN
2721-8325, 2721-7205
Published
2021-04-23
Publisher
Faculty of Law, Universitas Jambi
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

This article aims to investigate and analyze the regulation of homosexuals under Indonesian criminal law and to find out and analyze criminal law policies regarding homosexuals. The research method used in this research is normative juridical. The results of this study are same-sex sexual relations committed by homosexuals as part of a criminal act according to Indonesian criminal law, which is regulated in the provisions of Article 292 of the Criminal Code, but these provisions are limited to only regulating adults who commit homosexuality with a minor.. Homosexual acts between adult perpetrators need to be made a crime in Indonesia and can be based on three basic things, namely juridical, theoretical and sociological grounds. Suggestion After the authors conducted research on the regulation of homosexuals in Indonesian criminal law, the authors would like to suggest that it is necessary to criminalize a wider range of homosexual relationships than just those committed by adults with minors and also to same-sex sexual relations committed by fellow adults. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan homoseksual menurut hukum pidana Indonesia dan untuk mengetahui dan menganalisis kebijakan hukum pidana mengenai homoseksual. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Hasil dari penelitian ini adalah Hubungan seksual sesama jenis yang dilakukan oleh homoseksual merupakan bagian dari tindak pidana menurut hukum pidana Indonesia, yaitu diatur di dalam ketentuan Pasal 292 KUHP, tetapi ketentuan tersebut terbatas hanya mengatur orang dewasa yang melakukan homoseksual dengan seorang anak di bawah umur saja. Perbuatan homoseksual antara pelaku dewasa perlu dijadikan sebagai tindak pidana di Indonesia dapat didasarkan pada tiga hal medasar, yakni dasar yuridis, teoritis, dan sosiologis. Saran Setelah penulis melakukan penelitian terhadap pengaturan homoseksual dalam hukum pidana indonesia, maka penulis ingin memberi saran yaitu bahwa perlu dilakukan kriminalisasi yang lebih luas terhadap hubungan homoseksual dari sekedar yang dilakukan oleh orang dewasa dengan anak dibawah umur diperluas juga terhadap hubungan seksual sesama jenis yang dilakukan oleh sesama orang dewasa.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 109 co-authorship links · 11 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Syiah Kuala
  • Universitas Halu Oleo
  • Hasanuddin University
  • Universiti Sains Malaysia
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Nys. ArfaAffiliation unknown9
Dheny WahyudhiAffiliation unknown8
Elly SudartiAffiliation unknown5
Sri RahayuHasanuddin University4
Tri Imam MunandarAffiliation unknown4
Dheny WahyudiAffiliation unknown3
Dessy RakhmawatiAffiliation unknown3
Roni AmaludinAffiliation unknown2
Pahenra PahenraAffiliation unknown2
Ahmad Zaharuddin Sani Ahmad SabriAffiliation unknown2
Al Qodar Purwo SulistyoAffiliation unknown2
Anas SantosoAffiliation unknown2
Aga Anum PrayudiAffiliation unknown2
Tri Imam MunandarAffiliation unknown2
Saifuddin SaifuddinAffiliation unknown2
Sahuri LasmadiAffiliation unknown2
Andi NajemiAffiliation unknown2
Rahmah JoharUniversitas Syiah Kuala1
Cut Morina ZubainurUniversitas Syiah Kuala1
Tuti ZubaidahUniversitas Syiah Kuala1
Mailizar MailizarUniversitas Syiah Kuala1
Dewi AnnisaUniversitas Syiah Kuala1
Liza IndriyaniUniversitas Syiah Kuala1
Muzirah MusaUniversiti Sains Malaysia1
Muh NasirUniversitas Halu Oleo1
Bahtiar BahtiarUniversitas Halu Oleo1
Nurul IdhayaniAffiliation unknown1
Jumlia AswanAffiliation unknown1
Zulaeni EsitaAffiliation unknown1
Hasmira SaidAffiliation unknown1
Karmila KarmilaAffiliation unknown1
Ramadhan TosepuUniversitas Halu Oleo1
Alfian NoorHasanuddin University1
Maming GaffarAffiliation unknown1
Syamsidar SyamsidarAffiliation unknown1
Syamsuddin ABAffiliation unknown1
M. HidayatAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://online-journal.unja.ac.id/index.php/Pampas/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pengaturan Homoseksual dalam Hukum Pidana Indonesia</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Prima, Kukuh</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Usman, Usman</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Liyus, Herry</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Homoseksual</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">kebijakan hukum pidana</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">kri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">This article aims to investigate and analyze the regulation of homosexuals under Indonesian criminal law and to find out and analyze criminal law policies regarding homosexuals. The research method used in this research is normative juridical. The results of this study are same-sex sexual relations committed by homosexuals as part of a criminal act according to Indonesian criminal law, which is regulated in the provisions of Article 292 of the Criminal Code, but these provisions are limited to only regulating adults who commit homosexuality with a minor. . Homosexual acts between adult perpetrators need to be made a crime in Indonesia and can be based on three basic things, namely juridical, theoretical and sociological grounds. Suggestion After the authors conducted research on the regulation of homosexuals in Indonesian criminal law, the authors would like to suggest that it is necessary to criminalize a wider range of homosexual relationships than just those committed by adults with minors and also to same-sex sexual relations committed by fellow adults.
Abstrak
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan homoseksual menurut hukum pidana Indonesia dan untuk mengetahui dan menganalisis kebijakan hukum pidana mengenai homoseksual. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Hasil dari penelitian ini adalah Hubungan seksual sesama jenis yang dilakukan oleh homoseksual merupakan bagian dari tindak pidana menurut hukum pidana Indonesia, yaitu diatur di dalam ketentuan Pasal 292 KUHP, tetapi ketentuan tersebut terbatas hanya mengatur orang dewasa yang melakukan homoseksual dengan seorang anak di bawah umur saja. Perbuatan homoseksual antara pelaku dewasa perlu dijadikan sebagai tindak pidana di Indonesia dapat didasarkan pada tiga hal medasar, yakni dasar yuridis, teoritis, dan sosiologis. Saran Setelah penulis melakukan penelitian terhadap pengaturan homoseksual dalam hukum pidana indonesia, maka penulis ingin memberi saran yaitu bahwa perlu dilakukan kriminalisasi yang lebih luas terhadap hubungan homoseksual dari sekedar yang dilakukan oleh orang dewasa dengan anak dibawah umur diperluas juga terhadap hubungan seksual sesama jenis  yang dilakukan oleh sesama orang dewasa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Law, Universitas Jambi</dc:publisher>
	<dc:date>2021-04-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://online-journal.unja.ac.id/Pampas/article/view/11099</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22437/pampas.v1i3.11099</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">PAMPAS: Journal of Criminal Law; Vol. 1 No. 3 (2020); 92-105</dc:source>
	<dc:source>2721-8325</dc:source>
	<dc:source>2721-7205</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://online-journal.unja.ac.id/Pampas/article/view/11099/10264</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 Kukuh Prima, Usman Usman, Herry Liyus</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>