Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Journal

Pembuatan Kompos dari Limbah Kulit Pinang di Desa Sido Mukti Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur

BangDimas Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat · Vol. 5 No. 1 (2026) · pp. 41–48

DOI
10.22437/bangdimas.v5i1.40414
ISSN
2964-8009
Published
2026-04-11
Publisher
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Jambi
Language
id
License
creativecommons.org/licenses/by/4.0

Abstract

English

Areca nut husk waste is one of the abundant organic wastes in Sido Mukti Village but has not been utilized optimally and tends to pollute the environment. This community service program aims to address this problem by providing training on compost production. The method used involves a simple fermentation process with the aid of EM4 microbial activator, livestock manure, and bran to accelerate the decomposition of organic materials. Through the implementation of this program, 12 kg of areca nut husk waste was processed into 55 kg of high-quality compost characterized by dark brown color, crumbly texture, and earthy aroma. This compost has been utilized by local farmers for horticultural cultivation, such as chili, long beans, water spinach, and mustard greens, resulting in a 20% increase in productivity. Program evaluation was conducted and field observations, showing an 80% improvement in community understanding of organic waste management. These results demonstrate that composting areca nut husk waste not only helps solve organic waste problems but also supports environmental sustainability and improves local farmers' welfare.

Indonesian

Limbah kulit pinang merupakan salah satu limbah organik yang melimpah di Desa Sido Mukti, namun belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung mencemari lingkungan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui pelatihan pembuatan pupuk kompos. Metode yang digunakan melibatkan proses fermentasi sederhana dengan bantuan mikroorganisme aktivator EM4, kotoran ternak, dan dedak untuk mempercepat penguraian bahan organik. Dari implementasi program ini, sebanyak 12 kg limbah kulit pinang berhasil diolah menjadi 55 kg pupuk kompos berkualitas tinggi yang memiliki karakteristik warna cokelat tua, tekstur remah, dan aroma khas tanah. Pupuk kompos tersebut telah dimanfaatkan oleh petani lokal untuk budidaya hortikultura, seperti cabai, kacang panjang, kangkung, dan sawi, dengan hasil peningkatan produktivitas sebesar 20%. Evaluasi program dilakukan melalui pengamatan lapangan yang menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan limbah organik sebesar 80%. Hasil ini menunjukkan bahwa pembuatan kompos dari limbah kulit pinang tidak hanya membantu mengatasi masalah limbah organik, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 123 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Hasanuddin University
  • Institut Teknologi Kalimantan
  • State University of Semarang
  • Universitas Sulawesi Barat
  • University of Indonesia
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Destyariani Liana PutriInstitut Teknologi Kalimantan1
Muhammad Khaisar WirawanInstitut Teknologi Kalimantan1
Nurul HidayahInstitut Teknologi Kalimantan1
Siti SulemanAffiliation unknown1
Andhika Hayyu PratamaAffiliation unknown1
Fabelyn Gandryal MistipaAffiliation unknown1
Muhammad Fakhri ArdyansyahAffiliation unknown1
Hans Julio PratamaAffiliation unknown1
Fabelyn Gandryal Mistipa AvinHasanuddin University1
Siti Arifaini SulemanHasanuddin University1
Andhika Hayyu PratamaHasanuddin University1
Muhammad Fakhri ArdyansyahHasanuddin University1
Nurul HidayahHasanuddin University1
Hans Julio PratamaHasanuddin University1
Nurfadilah NurfadilahHasanuddin University1
Haris HarisUniversitas Sulawesi Barat1
Dinil QaiyimahAffiliation unknown1
Misdar AmdahAffiliation unknown1
Mulianti MuliantiAffiliation unknown1
Nasrul NasrulAffiliation unknown1
As'adi AbdullahAffiliation unknown1
Elis TambaruHasanuddin University1
Ari YuniastutiState University of Semarang1
Edi WaluyoAffiliation unknown1
Wisnu SunartoAffiliation unknown1
Sri WardaniAffiliation unknown1
Siti NurrohmahUniversity of Indonesia1
Rodia SyamwilAffiliation unknown1
Ipang SetiawanAffiliation unknown1
Sofwan IndarjoState University of Semarang1
Nani Restati SiregarAffiliation unknown1
Astri YunitaAffiliation unknown1
Yuni WijayantiAffiliation unknown1
Mohamad MuspawiAffiliation unknown1
Firman FirmanHasanuddin University1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://online-journal.unja.ac.id/index.php/jppm/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pembuatan Kompos dari Limbah Kulit Pinang di Desa Sido Mukti Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Pembuatan Kompos dari Limbah Kulit Pinang di Desa Sido Mukti Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Panjaitan, Arda Trisnawaty</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Manullang, Fanny Angelika</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Manullang, Friska Mawira</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nahampun, Widya Patricia Utama</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hidayah, Nurul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Panjaitan, Arda Trisnawaty</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Manullang, Fanny Angelika</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Manullang, Friska Mawira</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Nahampun, Widya Patricia Utama</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Hidayah, Nurul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">areca nut shell waste</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">compost fertilizer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sido Mukti Village</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Desa Sido Mukti</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">limbah kulit pinang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">pupuk kompos</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Areca nut husk waste is one of the abundant organic wastes in Sido Mukti Village but has not been utilized optimally and tends to pollute the environment. This community service program aims to address this problem by providing training on compost production. The method used involves a simple fermentation process with the aid of EM4 microbial activator, livestock manure, and bran to accelerate the decomposition of organic materials. Through the implementation of this program, 12 kg of areca nut husk waste was processed into 55 kg of high-quality compost characterized by dark brown color, crumbly texture, and earthy aroma. This compost has been utilized by local farmers for horticultural cultivation, such as chili, long beans, water spinach, and mustard greens, resulting in a 20% increase in productivity. Program evaluation was conducted and field observations, showing an 80% improvement in community understanding of organic waste management. These results demonstrate that composting areca nut husk waste not only helps solve organic waste problems but also supports environmental sustainability and improves local farmers' welfare.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Limbah kulit pinang merupakan salah satu limbah organik yang melimpah di Desa Sido Mukti, namun belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung mencemari lingkungan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui pelatihan pembuatan pupuk kompos. Metode yang digunakan melibatkan proses fermentasi sederhana dengan bantuan mikroorganisme aktivator EM4, kotoran ternak, dan dedak untuk mempercepat penguraian bahan organik. Dari implementasi program ini, sebanyak 12 kg limbah kulit pinang berhasil diolah menjadi 55 kg pupuk kompos berkualitas tinggi yang memiliki karakteristik warna cokelat tua, tekstur remah, dan aroma khas tanah. Pupuk kompos tersebut telah dimanfaatkan oleh petani lokal untuk budidaya hortikultura, seperti cabai, kacang panjang, kangkung, dan sawi, dengan hasil peningkatan produktivitas sebesar 20%. Evaluasi program dilakukan melalui pengamatan lapangan yang menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan limbah organik sebesar 80%. Hasil ini menunjukkan bahwa pembuatan kompos dari limbah kulit pinang tidak hanya membantu mengatasi masalah limbah organik, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Jambi</dc:publisher>
	<dc:date>2026-04-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://online-journal.unja.ac.id/jppm/article/view/40414</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22437/bangdimas.v5i1.40414</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">BangDimas Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat; Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (Maret 2026); 41-48</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">BangDimas Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat; Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (Maret 2026); 41-48</dc:source>
	<dc:source>2964-8009</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://online-journal.unja.ac.id/jppm/article/view/40414/23993</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Arda Trisnawaty Panjaitan, Fanny Angelika Manullang, Friska Mawira Manullang, Widya Patricia Utama Nahampun; Nurul Hidayah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>