Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

KARAKTERISTIK MORFOLOGI PADI YANG MENGALAMI KEKERINGAN PADA BERBAGAI FASE

Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan · Vol. 4 No. 1 (2018)

DOI
10.22373/pbio.v4i1.2572
Published
2018-02-12
Publisher
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.
Language
eng

Abstract

Tanaman padi merupakan tanaman yang memperlihatkan tampilan spesifik akibat kekeringan (Pandey et al., 2015). Tampilan morfologi tanaman padi pada kondisi kekeringan dapat dijadikan acuan kritis kekringan dan marka morfologi kekeringan (sulistiono et al.,2011). Berbagai penelitian dilakukan menyakut tampilan morfolgi telah dilakukan sebagai acuan untuk menyeleksi tanaman padi yang tahan kekeringan. Penelitian karakteristik Morfologi Padi Yang Menmgalami Kekeringan Pada Fase vegetatif dilakukan sebagai antisipasi perubahan iklim yang mengaharuskan dilakukan pemilihan varietas/genotipe tahan kekeringan. Penilitian dilakukan dengan rancangan split plot 4x5 dengan 3 ulangan diama kekeringan mempunyai 4 taraf yaitu pengairan normal (penyiraman padi dan sore) (K0), penyiraman dilakukan sampai jenuh dengan genangan dan jika daun tanaman padi telah menggulung penuh baru dilakukan penyiraman kembali. Keadaan ini dilakukan berulang kali selama selama fase vegetatif (K1) sedangkan untuk (K2) perlakuan kekeringan dilakukan pada fase genetatif dengan cara menghentikan penyiraman setelah penjenuhan dan menyiram kembali setelah daun menggulung penuh, sedangkan untuk (K3) perlakukan pengeringan pada fase reproduktif dengan cara menghentikan penyiraman setelah penjenuhan sampai daun menggulung penuh. Varietas yang digunakan adalah varietas Towuti, Inpari 7, Situpatenggang, genotipe sanbe dan barcelona. Hasil penelitian menunjukan perlakuan kekeringan pada berbagai fase berpengaruh sangat nyata terhadap karakteristik morfologi kekeringan pada tanaman padi. Karakter persentasi gabah berisi dapat dijadikan marka ketahanan kekeringan padi pada berbagai fase. Padi lokal Sanbe dan Barcelona mempunyai tampilan kekeringan secara morfologi yang menyamai padi unggul Nasional seperti Situpatenggang yang dirancang untuk lahan kering Ultisol

Collaboration network of the authors

11 authors · 17 co-authorship links · 1 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Syiah Kuala
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ratnawati TahirAffiliation unknown1
Jumiati LiraAffiliation unknown1
Amril HansAffiliation unknown1
Efendi EfendiUniversitas Halu Oleo1
Bakhtiar BakhtiarAffiliation unknown1
Sabaruddin SabaruddinAffiliation unknown1
Tarmizi TarmiziUniversitas Syiah Kuala1
Ramzi AdrimanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">KARAKTERISTIK MORFOLOGI PADI YANG MENGALAMI  KEKERINGAN PADA BERBAGAI FASE</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ichsan, Cut Nur</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Fadhly, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Bachtiar, Bachtiar</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Tanaman padi merupakan tanaman yang memperlihatkan tampilan spesifik akibat kekeringan (Pandey et al., 2015). Tampilan morfologi tanaman padi pada kondisi kekeringan dapat dijadikan acuan kritis kekringan dan marka morfologi kekeringan (sulistiono et al.,2011). Berbagai penelitian dilakukan menyakut tampilan morfolgi telah dilakukan sebagai acuan untuk menyeleksi tanaman padi yang tahan kekeringan. Penelitian karakteristik Morfologi Padi Yang Menmgalami Kekeringan Pada Fase vegetatif dilakukan sebagai antisipasi perubahan iklim yang mengaharuskan dilakukan pemilihan varietas/genotipe tahan kekeringan. Penilitian dilakukan dengan rancangan split plot 4x5 dengan 3 ulangan diama kekeringan mempunyai 4 taraf yaitu pengairan normal (penyiraman padi dan sore) (K0), penyiraman dilakukan sampai jenuh dengan genangan dan jika daun tanaman  padi telah menggulung penuh baru dilakukan penyiraman kembali. Keadaan ini dilakukan berulang kali selama selama fase vegetatif (K1)  sedangkan untuk (K2) perlakuan kekeringan dilakukan pada fase genetatif dengan cara menghentikan penyiraman setelah penjenuhan dan menyiram kembali setelah daun menggulung penuh, sedangkan untuk (K3) perlakukan pengeringan pada fase reproduktif dengan cara menghentikan penyiraman setelah penjenuhan sampai daun menggulung penuh. Varietas yang digunakan adalah varietas Towuti, Inpari 7, Situpatenggang, genotipe sanbe dan barcelona. Hasil penelitian menunjukan perlakuan kekeringan pada berbagai fase berpengaruh sangat nyata terhadap karakteristik morfologi kekeringan pada tanaman padi. Karakter persentasi gabah berisi dapat dijadikan marka ketahanan kekeringan padi pada berbagai fase.  Padi lokal Sanbe dan Barcelona mempunyai tampilan kekeringan secara morfologi yang menyamai padi unggul Nasional seperti Situpatenggang yang dirancang untuk lahan kering Ultisol</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.</dc:publisher>
	<dc:date>2018-02-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/article/view/2572</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22373/pbio.v4i1.2572</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan; Vol. 4 No. 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IV 2016</dc:source>
	<dc:source>10.22373/pbio.v4i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/article/view/2572/1831</dc:relation>
	<dc:relation>10.22373/pbio.v4i1.2572.g1831</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 Prosiding Biotik</dc:rights>
</oai_dc:dc>