Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

KEARIFAN LOKAL TERHADAP KONSERVASI LAHAN MANGROVE DI GAMPONG LAM UJONG KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR

Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan · Vol. 6 No. 1 (2019)

DOI
10.22373/pbio.v6i1.4245
Published
2019-01-24
Publisher
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.
Language
eng

Abstract

Lahan mangrove merupakan salah satu ekosistem wilayah pesisir dan lautan yang sangat potensial bagi kesejahteraan masyarakat baik dari segi ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.Saat ini kita bisa melihat peran ekosistem lahan mangrove terhadap masyarakat yang diuntungkan oleh keanekaragaman hayati yang ada di sekitarnya, contohnya keanekaragaman fauna yang melimpah yang dapat menambah pendapatan masyarakat di sekitar lahan mangrove seperti ikan, udang, kepiting kerang. Untuk menjaga ekosistem lahan mangrove perlu adanya strategi pelestarian lahan mangrove yang digunakan adalah pelestarian dengan melibatkan masyarakat.Pelestarian lahan mangrove adalah merupakan suatu usaha yang sangat kompleks untuk dilaksanakan, karena kegiatan tersebut sangat membutuhkan suatu sifat akomodatif terhadap segenap elemen yang berada di sekitar kawasan maupun di luar kawasan. Salah satu strategi yang dapat diterapkan dalam konteks pengelolaan ekosistem lahan mangrove adalah pengelolaan berbasis masyarakat (Community Based Management). Tujuan mendasar dari pengelolaan ekosistem mangrove adalah untuk meningkatkan konservasi, rehabilitasi dan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem mangrove. Masyarakat gampong Lam Ujong memiliki kebiasaan upacara adat seperti makan bersama ketika kegiatan penanaman bibit mangrove secara bersama-sama oleh seluruh lapisan masyarakat gampong, namun dalam perjalanannya kearifan lokal ini berangsur pudar, dan penyebabnya belum diketahui.Mangrove dalam kebiasaan masyarakat desa dinamakan Bak Bangka atau Bak Jampee.

Collaboration network of the authors

40 authors · 90 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Udayana University
  • Hasanuddin University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Meily Ika PermataAffiliation unknown6
M. Noor NugrohoAffiliation unknown4
Tri WinarnoAffiliation unknown4
Yanfitri YanfitriAffiliation unknown3
Hidayah Dhini AriAffiliation unknown2
Sugeng SugengAffiliation unknown2
Mohd Isha AwangAffiliation unknown2
Jalaluddin JalaluddinAffiliation unknown2
Aiza RafsanjaniAffiliation unknown2
Ernilasari ErnilasariAffiliation unknown2
Muhammad RidhwanAffiliation unknown2
Husna HusnaAffiliation unknown1
HALIM HALIMAffiliation unknown1
RIdwansyah NuhunAffiliation unknown1
Nasrul NasrulAffiliation unknown1
Andi Alimuddin UndeAffiliation unknown1
Muhammad FaridAffiliation unknown1
Muhammad FauziUdayana University1
Hariadi HariadiAffiliation unknown1
M. IrfanAffiliation unknown1
Zulaini ZulainiAffiliation unknown1
yahya eko nopiyantoAffiliation unknown1
Alimuddin AlimuddinAffiliation unknown1
Yuni YuniAffiliation unknown1
Ipa Sari KardiAffiliation unknown1
Irsan KaharAffiliation unknown1
rasyidah jalilAffiliation unknown1
Muh Iqbal HasanuddinAffiliation unknown1
Syahrul PurnawanAffiliation unknown1
Cut Nanda DeviraAffiliation unknown1
Zuraidah ZuraidahAffiliation unknown1
Wirda Hari YaniAffiliation unknown1
Yuni Imrotun KhasanahAffiliation unknown1
Nurul HusnaAffiliation unknown1
Rahmayanti RahmayantiHasanuddin University1
Erlinawati ErlinawatiAffiliation unknown1
Zaenuddin Hudi PrasojoAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">KEARIFAN LOKAL TERHADAP KONSERVASI LAHAN MANGROVE  DI  GAMPONG LAM UJONG KECAMATAN BAITUSSALAM   KABUPATEN ACEH BESAR</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ibrahim, Ibrahim</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Akmal, Nurul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">M, Sanusi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Lahan mangrove merupakan salah satu ekosistem wilayah pesisir dan lautan yang sangat potensial bagi kesejahteraan masyarakat baik dari segi ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.Saat ini kita bisa melihat peran ekosistem lahan mangrove terhadap masyarakat yang diuntungkan oleh keanekaragaman hayati yang ada di sekitarnya, contohnya keanekaragaman fauna yang melimpah yang dapat menambah pendapatan masyarakat di sekitar lahan mangrove seperti ikan, udang, kepiting kerang.  Untuk menjaga ekosistem lahan mangrove perlu adanya strategi pelestarian lahan mangrove yang digunakan adalah pelestarian dengan melibatkan masyarakat.Pelestarian lahan mangrove adalah merupakan suatu usaha yang sangat kompleks untuk dilaksanakan, karena kegiatan tersebut sangat membutuhkan suatu sifat akomodatif terhadap segenap elemen yang berada di sekitar kawasan maupun di luar kawasan. Salah satu strategi yang dapat diterapkan dalam konteks pengelolaan ekosistem lahan mangrove adalah pengelolaan berbasis masyarakat (Community Based Management). Tujuan mendasar dari pengelolaan ekosistem mangrove adalah untuk meningkatkan konservasi, rehabilitasi dan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem mangrove. Masyarakat gampong Lam Ujong memiliki kebiasaan upacara adat seperti makan bersama ketika kegiatan penanaman bibit mangrove secara bersama-sama oleh seluruh lapisan masyarakat gampong, namun dalam perjalanannya kearifan lokal ini berangsur pudar, dan penyebabnya belum diketahui.Mangrove dalam kebiasaan masyarakat desa dinamakan Bak Bangka atau Bak Jampee.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.</dc:publisher>
	<dc:date>2019-01-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/article/view/4245</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22373/pbio.v6i1.4245</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan; Vol. 6 No. 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018</dc:source>
	<dc:source>10.22373/pbio.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/article/view/4245/2781</dc:relation>
	<dc:relation>10.22373/pbio.v6i1.4245.g2781</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Prosiding Biotik</dc:rights>
</oai_dc:dc>