Melola Discovery

← Melola Discovery

Journal

ESTIMASI BIOMASSA KARBON SERASAH DI KAWASAN HUTAN SEKUNDER PEGUNUNGAN DEUDAP, KECAMATAN PULO ACEH, KABUPATEN ACEH BESAR

Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan · Vol. 6 No. 1 (2019)

DOI
10.22373/pbio.v6i1.4254
Published
2019-01-24
Publisher
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.
Language
eng

Abstract

Pulo Nasi adalah salah satu pulau dari beberapa pulau yang menjadi bagian dari gugusan kepulauan PuloAceh yang terletak di kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Pulau Nasi berada pada koordinat 95◦ 9’ 4.44” BT dan 5◦ 37’ 18.68” LU. Hutan sekunder merupakan hutan yang tumbuh dan berkembang secara alami sesudah terjadi kerusakan/perubahan pada hutan yang pertama. Biomasa tumbuhan merupakan jumlah total bobot kering semua bagian tumbuhan hidup. Biomasa tumbuhan bertambah karena tumbuhan menyerap karbondioksida (CO2) dari udara dan mengubah zat ini menjadi bahan organik melalui proses fotosintesis, bagian dari biomassa tumbuhan contoh salah satunya serasah. Serasah adalah lapisan tanah bagain atas yang terdiri dari bagian tumbuhan yang telah mati seperti guguran daun, ranting dan cabang, bunga dan buah, kulit kayu serta bagian lainnya yang menyebar dipermukaan tanah di bawah hutan sebelum bahan tersebut mengalami dekomposis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi biomassa serasah dan estimasi karbon serasah di hutan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan sampling plot yaitu pengukuran yang memuat panjang dan lebar yang sama. Ukuran plot adalah 1x1m. Hasil Penelitian diperoleh dari total keseluruhan biomassa karbon serasah hutan di 9 titik pada setiap jalur diperoleh total biomassa karbon tertinggi yaitu pada jalur II (masjid) titik ke 3 dengan total 4864098,931 sedangkan total biomassa karbon yang paling rendah yaitu pada jalur 1 (lapangan) titik ke 3 dengan total 1077245,213.

Collaboration network of the authors

40 authors · 125 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Samsul KamalAffiliation unknown7
Nurdin AminAffiliation unknown7
Nursalmi MahdiAffiliation unknown4
Eva Nauli TaibAffiliation unknown4
Rizky AhadiAffiliation unknown4
Kurniawati KurniawatiAffiliation unknown4
Mohamad MuspawiAffiliation unknown3
Yantoro yantoroAffiliation unknown2
Yusra YusraAffiliation unknown2
Eriawati EriawatiAffiliation unknown2
Khairini RahmaAffiliation unknown2
Fakhri YacobAffiliation unknown2
Zuraidah ZuraidahAffiliation unknown2
Djufri DjufriAffiliation unknown2
Safitri Dian NovitaAffiliation unknown1
Zaha El-Ma'iAffiliation unknown1
Ines Samantha Riza PutriAffiliation unknown1
Moch. Afrizal AnsoriAffiliation unknown1
Revantoro Artha DwiprawiraAffiliation unknown1
Johan Sebastian TjioewinataAffiliation unknown1
Muhammad Khafidin Al AlimAffiliation unknown1
Danty PuspitasariAffiliation unknown1
Pudji LestariAffiliation unknown1
Muhammad SofwanAffiliation unknown1
Rosa Rina SeptianaAffiliation unknown1
Rahmadsyah RangkutiAffiliation unknown1
Dian Marisha PutriAffiliation unknown1
Amrin SaragihAffiliation unknown1
Yusni Khairul AmriAffiliation unknown1
Andi Samsu AlamAffiliation unknown1
Irwan TaslimAffiliation unknown1
Nusirwan NusirwanAffiliation unknown1
Jaka BudimanAffiliation unknown1
Dedy Rahmad SitinjakAffiliation unknown1
Sarjiyanto SarjiyantoAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/oai, first harvested 6 Nov 2026, last seen 6 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">ESTIMASI BIOMASSA KARBON SERASAH DI KAWASAN  HUTAN SEKUNDER PEGUNUNGAN DEUDAP, KECAMATAN PULO ACEH,  KABUPATEN ACEH BESAR</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Elvina, Cut Yoesi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mulyanda, Muhammad Fadhil</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lisa, Sri Mona</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hidayat, Muslich</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mulyadi, Mulyadi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Pulo Nasi adalah salah satu pulau dari beberapa pulau yang menjadi bagian dari gugusan kepulauan PuloAceh yang terletak di kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Pulau Nasi berada pada koordinat  95◦ 9’ 4.44” BT dan 5◦ 37’ 18.68” LU. Hutan sekunder merupakan hutan yang tumbuh dan berkembang secara alami sesudah terjadi kerusakan/perubahan pada hutan yang pertama. Biomasa tumbuhan merupakan jumlah total bobot kering semua bagian tumbuhan hidup. Biomasa tumbuhan bertambah karena tumbuhan menyerap karbondioksida  (CO2) dari udara dan mengubah zat ini menjadi bahan organik melalui proses fotosintesis, bagian dari biomassa tumbuhan contoh salah satunya serasah. Serasah adalah lapisan tanah bagain atas yang terdiri dari bagian tumbuhan yang telah mati seperti guguran daun, ranting dan cabang, bunga dan buah, kulit kayu serta bagian lainnya yang menyebar dipermukaan tanah di bawah hutan sebelum bahan tersebut mengalami dekomposis. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui estimasi biomassa serasah dan estimasi karbon serasah di hutan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan sampling plot yaitu pengukuran yang memuat panjang dan lebar yang sama. Ukuran plot adalah 1x1m. Hasil Penelitian diperoleh dari total keseluruhan biomassa karbon serasah hutan di 9 titik pada setiap jalur diperoleh total biomassa karbon tertinggi yaitu pada jalur II (masjid) titik ke 3 dengan total 4864098,931 sedangkan total biomassa karbon yang paling rendah yaitu pada jalur 1 (lapangan) titik ke 3 dengan total 1077245,213.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.</dc:publisher>
	<dc:date>2019-01-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/article/view/4254</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22373/pbio.v6i1.4254</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan; Vol. 6 No. 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018</dc:source>
	<dc:source>10.22373/pbio.v6i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/PBiotik/article/view/4254/2790</dc:relation>
	<dc:relation>10.22373/pbio.v6i1.4254.g2790</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Prosiding Biotik</dc:rights>
</oai_dc:dc>