Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

A Microtremor Survey to Identify Seismic Vulnerability Around Banda Aceh Using HVSR Analysis

Elkawnie · Vol. 6 No. 2 (2020) · hlm. 342–358

DOI
10.22373/ekw.v6i2.7886
ISSN
2460-8912, 2460-8920
Terbit
2020-12-30
Penerbit
Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Bahasa
eng

Abstrak

Abstract: Banda Aceh can be categorized as an earthquake-prone city because of the existence of two active segments namely Seulimeum and Aceh. Both segments are considered to provide great potential damage in the future. In this article, we conduct a microtremor survey in the Peukan Bada, sub-part of Banda Aceh city, to learn the vulnerability level and support disaster mitigation plan. A total of 20 sites were measured with a seismometer to record the seismic waveform. The waveform was recorded in 45 minutes with a sampling rate of 100 sps and has analyzed using the horizontal-vertical spectrum ratio (HVSR). The results obtained are the dominant parameters, such as the period with a range of 0 – 0.5s, frequency with a range of 0 – 6 Hz, seismicity vulnerability index with a range of 0.1 – 0.5. The result was relevant to the geological conditions of Peukan Bada that dominated by alluvial rocks and mud sediments. The level of vulnerability (Kg > 1.0) obtained is quite high and proportional to the soil type that can amplify the seismic waveform. The results obtained are expected to be a supporting study of disaster mitigation and understand the geological conditions of Banda Aceh in terms of seismic vulnerability.Abstrak: Banda Aceh dapat dikategorikan sebagai kota rawan gempa karena adanya dua segmen aktif yaitu Seulimeum dan Aceh. Kedua segmen tersebut bisa memberikan potensi kerusakan yang besar di masa mendatang. Pada tulisan ini, kami melakukan survei mikrotremor di Kecamatan Peukan Bada, salah satu sub-wilayah kota Banda Aceh, untuk mempelajari tingkat kerentanan dan mendukung rencana mitigasi bencana. Sebanyak 20 lokasi diukur dengan seismometer untuk merekam bentuk gelombang seismik. Gelombang direkam selama 45 menit dengan jumlah sampel 100 sps dan dianalisis menggunakan horizontal-vertical spectrum ratio (HVSR). Hasil yang diperoleh adalah parameter yang dominan yaitu periode dengan rentang 0 – 0,5s, frekuensi dengan range 0 - 6 Hz, indeks kerentanan kegempaan dengan rentang 0,1 – 0,5. Hasil tersebut relevan dengan kondisi geologi Peukan Bada yang didominasi oleh batuan aluvial dan endapan lumpur. Tingkat kerentanan (Kg > 1,0) yang diperoleh cukup tinggi dan sebanding dengan jenis tanah yang dapat memperbesar gelombang seismik. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat menjadi pendukung kajian mitigasi bencana dan memahami kondisi geologi Banda Aceh dari segi kerentanan seismik.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 92 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Halu Oleo
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Sarinah SarinahUniversitas Halu Oleo5
Sakir SakirUniversitas Halu Oleo3
Dhian HerdhiansyahAfiliasi tidak diketahui3
Asriani AsrianiAfiliasi tidak diketahui3
Adelina FitriAfiliasi tidak diketahui3
Hartini HartiniAfiliasi tidak diketahui3
Rd. HalimAfiliasi tidak diketahui2
Evy WisudarianiAfiliasi tidak diketahui2
Rizalia WardiahAfiliasi tidak diketahui2
Sri Astuti SiregarAfiliasi tidak diketahui2
Marta Butar ButarAfiliasi tidak diketahui2
Helmi Suryani NasutionAfiliasi tidak diketahui2
Vinna Rahayu NingsihAfiliasi tidak diketahui2
FitrianingsihAfiliasi tidak diketahui2
Elisma .Afiliasi tidak diketahui2
Hendra Dhermawan SitanggangAfiliasi tidak diketahui2
Dian AswitaAfiliasi tidak diketahui2
La Ode Ali BasriAfiliasi tidak diketahui1
Syahrun SyahrunAfiliasi tidak diketahui1
La KarimunaUniversitas Halu Oleo1
Sufiana SufianaAfiliasi tidak diketahui1
Muhamad SafarUniversitas Halu Oleo1
Darno DarnoUniversitas Halu Oleo1
Ilham La OdeUniversitas Halu Oleo1
Ade Sidratul HayatUniversitas Halu Oleo1
La Ode Muhammad Muslihun HusuniAfiliasi tidak diketahui1
Febriani FebrianiUniversitas Halu Oleo1
Sakinah Ambang Diandry LesmanaAfiliasi tidak diketahui1
Sarinah SarinahAfiliasi tidak diketahui1
Jannatin JannatinAfiliasi tidak diketahui1
La Ode KasrunAfiliasi tidak diketahui1
La KarimunaAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad TisaktiUniversitas Halu Oleo1
Wa UlianaAfiliasi tidak diketahui1
Izza Annisa RahmaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/elkawnie/oai, pertama di-harvest 7 Nov 2026, terakhir terlihat 7 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">A Microtremor Survey to Identify Seismic Vulnerability Around  Banda Aceh Using HVSR Analysis</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Simanjuntak, Andrean Vesalius Hasiholan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Asnawi, Yusran</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Umar, Muksin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rizal, Syamsul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Syukri, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">microtremor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">seismic</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">susceptibility</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">alluvial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">dominant parameter</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Abstract: Banda Aceh can be categorized as an earthquake-prone city because of the existence of two active segments namely Seulimeum and Aceh. Both segments are considered to provide great potential damage in the future. In this article, we conduct a microtremor survey in the Peukan Bada, sub-part of Banda Aceh city, to learn the vulnerability level and support disaster mitigation plan. A total of 20 sites were measured with a seismometer to record the seismic waveform. The waveform was recorded in 45 minutes with a sampling rate of 100 sps and has analyzed using the horizontal-vertical spectrum ratio (HVSR). The results obtained are the dominant parameters, such as the period with a range of 0 – 0.5s, frequency with a range of 0 – 6 Hz, seismicity vulnerability index with a range of 0.1 – 0.5. The result was relevant to the geological conditions of Peukan Bada that dominated by alluvial rocks and mud sediments. The level of vulnerability (Kg &amp;gt; 1.0) obtained is quite high and proportional to the soil type that can amplify the seismic waveform. The results obtained are expected to be a supporting study of disaster mitigation and understand the geological conditions of Banda Aceh in terms of seismic vulnerability.Abstrak: Banda Aceh dapat dikategorikan sebagai kota rawan gempa karena adanya dua segmen aktif yaitu Seulimeum dan Aceh. Kedua segmen tersebut bisa memberikan potensi kerusakan yang besar di masa mendatang. Pada tulisan ini, kami melakukan survei mikrotremor di Kecamatan Peukan Bada, salah satu sub-wilayah kota Banda Aceh, untuk mempelajari tingkat kerentanan dan mendukung rencana mitigasi bencana. Sebanyak 20 lokasi diukur dengan seismometer untuk merekam bentuk gelombang seismik. Gelombang direkam selama 45 menit dengan jumlah sampel 100 sps dan dianalisis menggunakan horizontal-vertical spectrum ratio (HVSR). Hasil yang diperoleh adalah parameter yang dominan yaitu periode dengan rentang 0 – 0,5s, frekuensi dengan range 0 - 6 Hz, indeks kerentanan kegempaan dengan rentang 0,1 – 0,5. Hasil tersebut relevan dengan kondisi geologi Peukan Bada yang didominasi oleh batuan aluvial dan endapan lumpur. Tingkat kerentanan (Kg &amp;gt; 1,0) yang diperoleh cukup tinggi dan sebanding dengan jenis tanah yang dapat memperbesar gelombang seismik. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat menjadi pendukung kajian mitigasi bencana dan memahami kondisi geologi Banda Aceh dari segi kerentanan seismik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/elkawnie/article/view/7886</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.22373/ekw.v6i2.7886</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Elkawnie; Vol. 6 No. 2 (2020); 342-358</dc:source>
	<dc:source>2460-8912</dc:source>
	<dc:source>2460-8920</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/elkawnie/article/view/7886/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Yusran Asnawi, Andrean V. H. Simanjuntak, Muksin Umar, Syamsul Rizal, Muhammad Syukri</dc:rights>
</oai_dc:dc>