Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal SINTA 4

IDENTIFIKASI KESALAHAN SISWA DALAM MERUMUSKAN DAN MENAFSIRKAN MASALAH PADA SOAL LITERASI MATEMATIS MODEL PISA

De Fermat: Jurnal Pendidikan Matematika · Vol. 8 No. 2 (2025) · pp. 971–979

DOI
10.36277/defermat.v8i2.2404
ISSN
2621-7309, 2621-6078
Published
2025-12-25
Publisher
Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan
Language
eng

Abstract

English

Literasi matematis memiliki peranan penting dalam membantu individu menerapkan penalaran matematis secara efektif untuk menganalisis serta menyelesaikan berbagai permasalahan dalam konteks kehidupan nyata. Namun, hasil evaluasi PISA menunjukkan bahwa kualitas pendidikan matematika di Indonesia masih tergolong rendah, yang menandakan kemampuan literasi matematis siswa belum optimal. Dalam literasi matematis terdapat tiga indikator utama, namun penelitian ini difokuskan pada dua indikator, yaitu kemampuan merumuskan (formulate) dan menafsirkan (interpret). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis serta penyebab kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal literasi matematis model PISA. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan 8 siswa kelas VIII SMPS Islam Al-Ikhlas Kota Jambi sebagai responden. Instrumen utama berupa tes kemampuan literasi matematis model PISA yang telah divalidasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan signifikan dalam merumuskan dan menafsirkan masalah, yang disebabkan oleh keterbatasan pemahaman konteks soal dan kurangnya kemampuan dalam memaknai istilah matematis. Disarankan agar guru mengembangkan strategi pembelajaran kontekstual dan memperbanyak latihan soal nonrutin model PISA untuk meningkatkan literasi matematis siswa.

Bahasa Indonesia

Literasi matematis memiliki peranan penting dalam membantu individu menerapkan penalaran matematis secara efektif untuk menganalisis serta menyelesaikan berbagai permasalahan dalam konteks kehidupan nyata. Namun, hasil evaluasi PISA menunjukkan bahwa kualitas pendidikan matematika di Indonesia masih tergolong rendah, yang menandakan kemampuan literasi matematis siswa belum optimal. Dalam literasi matematis terdapat tiga indikator utama, namun penelitian ini difokuskan pada dua indikator, yaitu kemampuan merumuskan (formulate) dan menafsirkan (interpret). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis serta penyebab kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal literasi matematis model PISA. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan 8 siswa kelas VIII SMPS Islam Al-Ikhlas Kota Jambi sebagai responden. Instrumen utama berupa tes kemampuan literasi matematis model PISA yang telah divalidasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan signifikan dalam merumuskan dan menafsirkan masalah, yang disebabkan oleh keterbatasan pemahaman konteks soal dan kurangnya kemampuan dalam memaknai istilah matematis. Disarankan agar guru mengembangkan strategi pembelajaran kontekstual dan memperbanyak latihan soal nonrutin model PISA untuk meningkatkan literasi matematis siswa.

Keywords

Collaboration network of the authors

11 authors · 20 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Jambi
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Syamsir SainuddinUniversitas Jambi3
Fahri Hadi NugrahaAffiliation unknown1
Dhea Wahyu NingrumUniversitas Jambi1
Indah MonikaUniversitas Jambi1
Rohati RohatiUniversitas Jambi1
Rita NingsihAffiliation unknown1
Kamid KamidAffiliation unknown1
Balqis Saffanah NabilahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://jurnal.pmat.uniba-bpn.ac.id/index.php/DEFERMAT/oai, first harvested 29 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">IDENTIFIKASI KESALAHAN SISWA DALAM MERUMUSKAN DAN MENAFSIRKAN MASALAH PADA SOAL LITERASI MATEMATIS MODEL PISA</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">IDENTIFIKASI KESALAHAN SISWA DALAM MERUMUSKAN DAN MENAFSIRKAN MASALAH PADA SOAL LITERASI MATEMATIS MODEL PISA</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="id">Billa, Putri Inaya Sasha</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Ramalisa, Yelli</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Junita, Ranisa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Kesalahan Siswa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Literasi Matematis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Menafsirkan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Merumuskan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Soal PISA</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">kesalahan siswa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">literasi matematis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">menafsirkan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">merumuskan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">soal pisa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Literasi matematis memiliki peranan penting dalam membantu individu menerapkan penalaran matematis secara efektif untuk menganalisis serta menyelesaikan berbagai permasalahan dalam konteks kehidupan nyata. Namun, hasil evaluasi PISA menunjukkan bahwa kualitas pendidikan matematika di Indonesia masih tergolong rendah, yang menandakan kemampuan literasi matematis siswa belum optimal. Dalam literasi matematis terdapat tiga indikator utama, namun penelitian ini difokuskan pada dua indikator, yaitu kemampuan merumuskan (formulate) dan menafsirkan (interpret). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis serta penyebab kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal literasi matematis model PISA. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan 8 siswa kelas VIII SMPS Islam Al-Ikhlas Kota Jambi sebagai responden. Instrumen utama berupa tes kemampuan literasi matematis model PISA yang telah divalidasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan signifikan dalam merumuskan dan menafsirkan masalah, yang disebabkan oleh keterbatasan pemahaman konteks soal dan kurangnya kemampuan dalam memaknai istilah matematis. Disarankan agar guru mengembangkan strategi pembelajaran kontekstual dan memperbanyak latihan soal nonrutin model PISA untuk meningkatkan literasi matematis siswa.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Literasi matematis memiliki peranan penting dalam membantu individu menerapkan penalaran matematis secara efektif untuk menganalisis serta menyelesaikan berbagai permasalahan dalam konteks kehidupan nyata. Namun, hasil evaluasi PISA menunjukkan bahwa kualitas pendidikan matematika di Indonesia masih tergolong rendah, yang menandakan kemampuan literasi matematis siswa belum optimal. Dalam literasi matematis terdapat tiga indikator utama, namun penelitian ini difokuskan pada dua indikator, yaitu kemampuan merumuskan (formulate) dan menafsirkan (interpret). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis serta penyebab kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal literasi matematis model PISA. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan 8 siswa kelas VIII SMPS Islam Al-Ikhlas Kota Jambi sebagai responden. Instrumen utama berupa tes kemampuan literasi matematis model PISA yang telah divalidasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan signifikan dalam merumuskan dan menafsirkan masalah, yang disebabkan oleh keterbatasan pemahaman konteks soal dan kurangnya kemampuan dalam memaknai istilah matematis. Disarankan agar guru mengembangkan strategi pembelajaran kontekstual dan memperbanyak latihan soal nonrutin model PISA untuk meningkatkan literasi matematis siswa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.pmat.uniba-bpn.ac.id/index.php/DEFERMAT/article/view/2404</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36277/defermat.v8i2.2404</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">De Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika; Vol. 8 No. 2 (2025); 971-979</dc:source>
	<dc:source>2621-7309</dc:source>
	<dc:source>2621-6078</dc:source>
	<dc:source>10.36277/defermat.v8i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.pmat.uniba-bpn.ac.id/index.php/DEFERMAT/article/view/2404/205</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 De Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika</dc:rights>
</oai_dc:dc>