Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal SINTA 2

Cultura Analysis in the Nyorong Tradition as Social Solidarity and Ethnopedagogical Perspective

Ethnopedagogical values in the Nyorong tradition: Strengthening social solidarity through cultural learning

Al-Ta'dib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan · Vol. 19 No. 1 (2026) · pp. 156–168

DOI
10.31332/atdbwv19i1.14126
ISSN
2598-3873, 1979-4908
Published
2026-05-28
Publisher
Institut Agama Islam Negeri Kendari
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan, rangkaian acara, dan makna sosial serta budaya dari tradisi Nyorong dalam adat masyarakat Sumbawa, khususnya di Desa Kebayan, Kelurahan Brang Biji, Kabupaten Sumbawa Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yang mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk analisis data, peneliti mengikuti model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tradisi Nyorong masih diadakan dan dilestarikan sebagai bagian penting dari prosesi pernikahan adat Sumbawa. Pelaksanaan tradisi tersebut terdiri dari tiga tahap, yakni (1) penyerahan Nyorong, (2) Rabalas Lawas dan potong pita, (3) Barodak dan Sarakal yang dilakukan untuk mempertegas nilai kebersamaan di antara keluarga. Temuan dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa tradisi Nyorong memiliki arti mendalam yang mencakup penghormatan terhadap calon mempelai perempuan serta keluarganya, penguatan solidaritas sosial, serta pelestarian identitas budaya masyarakat Sumbawa. Secara keseluruhan, tradisi Nyorong berperan sebagai pengikat hubungan sosial dan sarana untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai adat dalam kehidupan komunitas Sumbawa. Perspektif etnopedagogi memperlihatkan bahwa pelaksanaan Nyorong menjadi media pembelajaran berbasis budaya yang memperkuat solidaritas sosial dan keberlanjutan tradisi dalam kehidupan Masyarakat Sumbawa.

Collaboration network of the authors

3 authors · 3 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • University of Muhammadiyah Mataram
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

This record comes from Crossref (what the publisher deposited), because the journal's own OAI-PMH endpoint could not be harvested.

Metadata source: Crossref API (cadangan, berdasarkan ISSN) https://api.crossref.org/journals/2598-3873/works, first harvested 29 Okt 2026, last seen 29 Okt 2026.
Metadata as oai_dc, converted from Crossref
<oai_dc:dc xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"><dc:title>Cultura Analysis in the Nyorong Tradition as Social Solidarity and Ethnopedagogical Perspective</dc:title><dc:title>Ethnopedagogical values in the Nyorong tradition: Strengthening social solidarity through cultural learning</dc:title><dc:creator>Andriani, Heni</dc:creator><dc:creator>Bilal, Arpan Islami</dc:creator><dc:creator>Muhdar, Syafruddin</dc:creator><dc:description>&lt;jats:p&gt;Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan, rangkaian acara, dan makna sosial serta budaya dari tradisi Nyorong dalam adat masyarakat Sumbawa, khususnya di Desa Kebayan, Kelurahan Brang Biji, Kabupaten Sumbawa Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yang mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk analisis data, peneliti mengikuti model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tradisi Nyorong masih diadakan dan dilestarikan sebagai bagian penting dari prosesi pernikahan adat Sumbawa. Pelaksanaan tradisi tersebut terdiri dari tiga tahap, yakni (1) penyerahan Nyorong, (2) Rabalas Lawas dan potong pita, (3) Barodak dan Sarakal yang dilakukan untuk mempertegas nilai kebersamaan di antara keluarga. Temuan dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa tradisi Nyorong memiliki arti mendalam yang mencakup penghormatan terhadap calon mempelai perempuan serta keluarganya, penguatan solidaritas sosial, serta pelestarian identitas budaya masyarakat Sumbawa. Secara keseluruhan, tradisi Nyorong berperan sebagai pengikat hubungan sosial dan sarana untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai adat dalam kehidupan komunitas Sumbawa. Perspektif etnopedagogi memperlihatkan bahwa pelaksanaan Nyorong menjadi media pembelajaran berbasis budaya yang memperkuat solidaritas sosial dan keberlanjutan tradisi dalam kehidupan Masyarakat Sumbawa.&lt;/jats:p&gt;</dc:description><dc:publisher>Institut Agama Islam Negeri Kendari</dc:publisher><dc:date>2026-05-28</dc:date><dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type><dc:format>application/pdf</dc:format><dc:identifier>https://doi.org/10.31332/atdbwv19i1.14126</dc:identifier><dc:identifier>10.31332/atdbwv19i1.14126</dc:identifier><dc:source>Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan; Vol 19 No 1 (2026); 156-168</dc:source><dc:source>2598-3873</dc:source><dc:source>1979-4908</dc:source><dc:relation>https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/al-tadib/article/download/14126/4060</dc:relation><dc:rights>http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights></oai_dc:dc>