Melola Discovery

← Melola Discovery

Prosiding

KEMAMPUAN CALON GURU DALAM MENGAJUKAN CONTEXTUAL WORD PROBLEMS TENTANG PENGURANGAN PECAHAN

Prosiding Seminar Nasional Riset Kuantitatif Terapan 2017 · Vol. 1 No. 1 (2018)

Published
2018-03-01
Publisher
Prosiding Seminar Nasional Riset Kuantitatif Terapan 2017
Language
eng

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi pengatahuan pedagogis dan konten (pedagogical content knowledge) calon guru tentang pengurangan pada pecahan. Tigapuluh empat calon guru matematika diminta mengajukan contextual word problems yang solusinya dapat diperoleh dari menghitung 4/5 dikurangi dengan 2/3. Pengajuan masalah digunakan sebagai cara untuk mengevaluasi kompetensi profesional calon guru. Data terdiri dari protokol verbal bersama dengan catatan tertulis yang dibuat oleh subjek. Penelitian ini merupakan kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dari data yg diperoleh fokus pada mengidentifikasi struktur dari soal yang diajukan dan konteks seperti apa yang umumnya digunakan oleh subjek. Sedangkan analisis kuantitatif menghasilkan data dalam bentuk diagram dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konteks yang paling banyak digunakan dalam contextual word problems yang diajukan adalah pembagian kue, berat benda, dan pengukuran panjang. Struktur contextual word problems yang dihasilkan oleh calon guru matematika memiliki kelemahan dalam dua komponen yaitu: 1) dalam mengajukan konteks yang sesuai; dan 2) dalam memberikan informasi yang cukup sehingga solusi dari masalah yang diajukan dapat diperoleh dengan menerapkan konsep aritmatika 4/5 dikurangi dengan 2/3. Hasil ini menunjukkan temuan baru tentang kelemahan calon guru dalam pemahaman konsep aritmatika pecahan yang berpengaruh langsung dengan bagaimana mereka akan mengajarkan materi tersebut.Kata kunci—Calon Guru Matematika, Pengajuan Masalah, Kontekstual, Word Problems, Pengurangan Pecahan.

Collaboration network of the authors

40 authors · 182 co-authorship links · 2 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas Syiah Kuala
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Abd KadirUniversitas Halu Oleo9
Muhammad SudiaAffiliation unknown6
Salim SalimUniversitas Halu Oleo6
Ridway BalakaAffiliation unknown6
Samhuddin SamhuddinAffiliation unknown6
La MasiAffiliation unknown5
Mustamin AnggoUniversitas Halu Oleo5
Aminur AminurUniversitas Halu Oleo5
Al Ichlas ImranAffiliation unknown5
Salimin SaliminAffiliation unknown5
Fahinu FahinuAffiliation unknown4
Yuspian GunawanAffiliation unknown4
Agustinus LolokAffiliation unknown4
La HasanudinUniversitas Halu Oleo4
La ArapuAffiliation unknown3
Rahmad PrajonoAffiliation unknown3
Edi CahyonoUniversitas Halu Oleo3
La HasanuddinAffiliation unknown3
Muhammad HasbiUniversitas Syiah Kuala3
Anwar BeyAffiliation unknown3
Dedyerianto DedyeriantoInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Tandri PatihInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Halistin HalistinInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Suhar SuharAffiliation unknown2
Jafar JafarAffiliation unknown2
Kodirun KodirunUniversitas Halu Oleo2
La Ode Ahmad JazuliAffiliation unknown2
Mohamad SalamAffiliation unknown2
Ruslan RuslanAffiliation unknown2
Lukas Kano MangallaUniversitas Halu Oleo2
Budiman SudiaAffiliation unknown2
La NdiaUniversitas Halu Oleo2
Saleh SalehAffiliation unknown2
Nanang EndriatnoAffiliation unknown2
Muhammad Syarwa SangilaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Imaludin AgusInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Nur AiniInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
La Ode SardinInstitut Agama Islam Negeri Kendari1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/snrkt2017/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KEMAMPUAN CALON GURU DALAM MENGAJUKAN CONTEXTUAL WORD PROBLEMS TENTANG PENGURANGAN PECAHAN</dc:title>
	<dc:creator>Hadi, Amanda La</dc:creator>
	<dc:creator>Kadir, Kadir</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini menginvestigasi pengatahuan pedagogis dan konten (pedagogical content knowledge) calon guru tentang pengurangan pada pecahan.  Tigapuluh empat calon guru matematika diminta mengajukan contextual word problems yang solusinya dapat diperoleh dari menghitung 4/5 dikurangi dengan 2/3. Pengajuan masalah digunakan sebagai cara untuk mengevaluasi kompetensi profesional calon guru. Data terdiri dari protokol verbal bersama dengan catatan tertulis yang dibuat oleh subjek.  Penelitian ini merupakan kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dari data yg diperoleh fokus pada mengidentifikasi struktur dari soal yang diajukan dan konteks seperti apa yang umumnya digunakan oleh subjek. Sedangkan analisis kuantitatif menghasilkan data dalam bentuk diagram dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konteks yang paling banyak digunakan dalam contextual word problems yang diajukan adalah pembagian kue, berat benda, dan pengukuran panjang. Struktur contextual word problems yang dihasilkan oleh calon guru matematika memiliki kelemahan dalam dua komponen yaitu: 1) dalam mengajukan konteks yang sesuai; dan 2) dalam memberikan informasi yang cukup sehingga solusi dari masalah yang diajukan dapat diperoleh dengan menerapkan konsep aritmatika 4/5 dikurangi dengan 2/3. Hasil ini menunjukkan temuan baru tentang kelemahan calon guru dalam pemahaman konsep aritmatika pecahan yang berpengaruh langsung dengan bagaimana mereka akan mengajarkan materi tersebut.Kata kunci—Calon Guru Matematika, Pengajuan Masalah, Kontekstual, Word Problems, Pengurangan Pecahan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Prosiding Seminar Nasional Riset Kuantitatif Terapan 2017</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2018-03-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/snrkt2017/article/view/3600</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Prosiding Seminar Nasional Riset Kuantitatif Terapan 2017; Vol 1, No 1 (2017): Seminar Nasional Riset Kuantitatif Terapan 2017</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/snrkt2017/article/view/3600/2748</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 Prosiding Seminar Nasional Riset Kuantitatif Terapan 2017</dc:rights>
</oai_dc:dc>