Jurnal
RESPON VARIETAS PADI TERHADAP KEPADATAN POPULASI DAN INTENSITAS SERANGAN WERENG BATANG COKLAT (Nilaparvata lugens Stal.)
Berkala Penelitian Agronomi · Vol. 9 No. 1 (2021) · pp. 1–8
- ISSN
- 2502-3314, 2089-9858
- Published
- 2021-04-30
- Publisher
- Universitas Halu Oleo
- Language
- eng
Abstract
Serangan hama WBC dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi petani. Intensitas serangan dapat mencapai lebih dari 90% atau gagal panen (hopperburn). Penanaman padi Varietas Unggul Tahan Wereng (VUTW) merupakansalah satu upaya penanganan hama WBC. Oleh karena itu tujuan penelitian adalah mengevaluasi respon pertumbuhan dan intensitas serangan WBC pada tiga varietas padi yang diinvestasi dengan tingkat kepadatan populasi yang berbeda. Penelitian didesain dalam pola faktorial dengan rancangan dasar Rancangan Petak Terpisah (RPT) yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama Varietas sebagai petak utama (PU) yang terdiri atas tiga taraf yaitu Inpari 33 (V1), Tarabas (V2), dan Mekongga (V3). Faktor kedua tingkat kepadatan populasi WBC sebagai anak petak (AP) yang terdiri atas lima taraf yaitu lima ekor WBC (P1), 10 ekor WBC (P2), 15 ekor WBC (P3), 20 ekor WBC (P4) dan kontrol tanpa populasi WBC (P0). Setiap perlakuan diulang tiga kali sehingga total unit percobaan ada 45 pot. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, dan Intensitas serangan WBC. Hasil penelitian menunjukkan ada interaksi antara semua variabel yang diamati. Semakin tinggi jumlah serangga yang diinvestasi maka semakin rendah tinggi tanaman 86,00 cm pada kombinasi varietas Mekongga dengan jumlah 20 ekor WBC/rumpun, sebaliknya kombinasi varietas Tarabas dengan tanpa investasi WBC memberikan respon tinggi tanaman tertinggi. Sebaliknya pada variabel jumlah anakan varietas Tarabas dengan 20 ekor WBC/rumpun menghasilkan jumlah anakan terendah 5,33 anakan. sedangkan kombinasi inpari-33 tanpa WBC menghasilkan jumlah anakan tertinggi 12,33 anakan. Intensitas serangan WBC yang tertinggi terjadi pada kombinasi varietas Tarabas dengan jumlah WBC 20 ekor/rumpun yang mencapai 45%. Hal yang menarik terjadi pada kombinasi Inpari-33 dengan 10 WBC/rumpun intensitas serangan 0% dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya, sebaliknya dua varietas lainnya yang diuji menunjukkan adanya intensitas serangan WBC meskipun masih sangat rendah. Nampaknya varietas Inpari-33 memberikan respon pertumbuhan yang lebih baik ketika diinvestasi dengan WBC, sedangkan varietas Terabas memberikan respon pertumbuhan yang rendah serta tingkat serangan WBC paling tinggi. Kata Kunci: Padi, Kepadatan populasi, WBC, intensitas serangan,
Collaboration network of the authors
40 authors · 161 co-authorship links · 1 across different organisations · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- Universitas Muhammadiyah Kendari
- Universiti Teknologi MARA
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| HS Gusnawaty | Affiliation unknown | 7 |
| Asniah Asniah | Universitas Halu Oleo | 6 |
| Andi Khaeruni | Universitas Halu Oleo | 5 |
| Asmar Hasan | Universitas Halu Oleo | 4 |
| SYAIR SYAIR | Universitas Halu Oleo | 4 |
| Gusnawaty HS | Universitas Halu Oleo | 3 |
| Gusnawaty HS Gusnawaty HS | Affiliation unknown | 3 |
| Vit Neru Satrah | Universitas Halu Oleo | 2 |
| RAHAYU M | Affiliation unknown | 2 |
| Muhammad Botek | Universitas Halu Oleo | 2 |
| Isalman Isalman | Affiliation unknown | 2 |
| La Hatani | Affiliation unknown | 2 |
| Yusuf Yusuf | Universitas Muhammadiyah Kendari | 2 |
| Muhammad Masri | Affiliation unknown | 2 |
| Al Hadiat Al Hadiat | Affiliation unknown | 2 |
| AGUNG YUSWANA | Universitas Halu Oleo | 1 |
| SUBHAN FITRATUL HAQ | Affiliation unknown | 1 |
| NUR ISNAINI ULFA | Affiliation unknown | 1 |
| Rachmawati Hasid | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Ahmad Sainul | Affiliation unknown | 1 |
| La Ode Santiaji Bande | Affiliation unknown | 1 |
| Serli Ratu | Affiliation unknown | 1 |
| Neli Afrianti | Affiliation unknown | 1 |
| Sri Wahyuni Basoka | Affiliation unknown | 1 |
| Nurmini Nurmini | Affiliation unknown | 1 |
| Ibnu Hajar | Universiti Teknologi MARA | 1 |
| Dewi Asyifa Mutmaina | Affiliation unknown | 1 |
| Abdul Razak Yusuf | Affiliation unknown | 1 |
| Yusuf Montundu | Affiliation unknown | 1 |
| Danti Namirah | Affiliation unknown | 1 |
| Faulika Faulika | Affiliation unknown | 1 |
| Teguh Wijayanto | Affiliation unknown | 1 |
| Dirvamena Boer | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Ni Wayan Sri Suliartini | Affiliation unknown | 1 |
| SARNI SARNI | Affiliation unknown | 1 |
| MIRZA ARSIATY ARSYAD | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Waode Siti Anima Hisein | Universitas Halu Oleo | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.