Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

RESPON BIBIT KAKAO TERHADAP SUNGKUP PLASTIK BERWARNA DAN ENTRES KLON KAKAO PADA METODE SAMBUNG PUCUK

Berkala Penelitian Agronomi · Vol. 9 No. 1 (2021) · pp. 9–20

DOI
10.33772/bpa.v9i1.16060
ISSN
2502-3314, 2089-9858
Published
2021-04-30
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Metode sambung merupakan teknik perbanyakan yang paling sederhana dan singkat produksinya. Tujuan penelitian ini mengkaji pengaruh entres klon kakao dan plastik sungkup terhadap pertumbuhan tanaman kakao. Perlakuan terdiri dari warna pelastik sungkup (sungkup bening, sungkup merah, sungkup kuning, dan sungkup ungu) dan entres klon kakao (MCC-02, Sulawesi 1, dan Sulawesi 2). Perlakuan diulang tiga kali mengikuti prosedur rancangan acak kelompok. Hasil penelitian menunjukan interaksi entres klon kakao dan plastik sungkup pada pengamatan tinggi tunas, jumlah daun, diameter batang, luas daun, berat basah dan berat kering tidak berpengaruh signifikan. Perlakuan entris klon kakao yang berpengaruh signifikan hanya pada kemunculan tunas dan luas daun 15 HSBS. Pengamatan klorofil a menghasilkan perlakuan tertinggi yaitu P3E2, sedangkan klorofil b dan total klorofil menghasilkan perlakuan tertinggi sama yaitu P1E1. Disimpulkan untuk pertumbuhan tanaman, interaksi terbaik dihasilkan oleh perlakuan P2E2 (Sungkup kuning + Entris Klon Sulawesi 1), walaupun pengaruhnya tidak berbeda nyata namun perlakuan ini memiliki potensi menjadi perlakuan terbaik karena merupakan perlakuan dengan nilai tertinggi pada pengukuran luas daun, jumlah daun, dan tinggi tunas. Sedangkan pengaruh interaksi sungkup plastik berwarna dan entres klon kakao untuk klorofil menghasilkan perlakuan terbaik yakni P1E1 (Plastik Sungkup Merah + Entres Klon MCC-02) dengan Klorofil b dan total klorofil tertinggi.

Collaboration network of the authors

40 authors · 216 co-authorship links · 5 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Rachmawati HasidUniversitas Halu Oleo7
MIRZA ARSIATY ARSYADUniversitas Halu Oleo7
Gusti Ayu Kade SutariatiUniversitas Halu Oleo6
Abdul MadikiUniversitas Halu Oleo6
Tresjia Corina RakianUniversitas Halu Oleo6
Dirvamena BoerUniversitas Halu Oleo4
La Ode SafuanUniversitas Halu Oleo4
Waode Siti Anima HiseinUniversitas Halu Oleo4
Hamirul HadiniUniversitas Halu Oleo4
Sitti LeomoUniversitas Halu Oleo4
ROBIATUL ADAWIYAHUniversitas Halu Oleo3
Gusti Ray SadimantaraAffiliation unknown3
Dewi Nurhayati YusufUniversitas Halu Oleo3
LA KARIMUNAUniversitas Halu Oleo3
I GUSTI RAY SADIMANTARAUniversitas Halu Oleo3
Laode SabaruddinUniversitas Halu Oleo3
Makmur Jaya ArmaAffiliation unknown3
Rahayu MallarangengUniversitas Halu Oleo2
Dedi ErawanAffiliation unknown2
Waode NuraidaAffiliation unknown2
Gusti R. SadimantaraAffiliation unknown2
Yulianti YuliantiInstitut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI2
Azhar AnsiUniversitas Halu Oleo2
Norma ArifUniversitas Halu Oleo2
Nini Mila RahniUniversitas Halu Oleo2
Arsy Aysyah AnasUniversitas Halu Oleo2
ILMI AMALIAUniversitas Halu Oleo1
Idrus SalamUniversitas Halu Oleo1
Agustono SlametUniversitas Halu Oleo1
AGUNG YUSWANAUniversitas Halu Oleo1
MUSLIMAH MUSLIMAHAffiliation unknown1
AMRIADI AMRIADIUniversitas Halu Oleo1
FATKUR RAHMANUniversitas Halu Oleo1
AFRIANTI AFRIANTIUniversitas Halu Oleo1
Eka FebriantiUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 1 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RESPON BIBIT KAKAO TERHADAP SUNGKUP PLASTIK BERWARNA DAN ENTRES KLON KAKAO PADA METODE SAMBUNG PUCUK</dc:title>
	<dc:creator>Mundu, Awal</dc:creator>
	<dc:creator>Muhidin, Muhidin</dc:creator>
	<dc:creator>Nurmas, Andi</dc:creator>
	<dc:creator>Suaib, Suaib</dc:creator>
	<dc:creator>Sarawa, Sarawa</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Metode sambung merupakan teknik perbanyakan yang paling sederhana dan singkat produksinya. Tujuan penelitian ini mengkaji pengaruh entres klon kakao dan plastik sungkup terhadap pertumbuhan tanaman kakao. Perlakuan terdiri dari warna pelastik sungkup (sungkup bening, sungkup merah, sungkup kuning, dan sungkup ungu) dan entres klon kakao (MCC-02, Sulawesi 1, dan Sulawesi 2). Perlakuan diulang tiga kali mengikuti prosedur rancangan acak kelompok. Hasil penelitian menunjukan interaksi entres klon kakao dan plastik sungkup pada pengamatan tinggi tunas, jumlah daun, diameter batang, luas daun, berat basah dan berat kering tidak berpengaruh signifikan. Perlakuan entris klon kakao yang berpengaruh signifikan hanya pada kemunculan tunas dan luas daun 15 HSBS. Pengamatan klorofil a menghasilkan perlakuan tertinggi yaitu P3E2, sedangkan klorofil b dan total klorofil menghasilkan perlakuan tertinggi sama yaitu P1E1. Disimpulkan untuk pertumbuhan tanaman, interaksi terbaik dihasilkan oleh perlakuan P2E2 (Sungkup kuning + Entris Klon Sulawesi 1), walaupun pengaruhnya tidak berbeda nyata namun perlakuan ini memiliki potensi menjadi perlakuan terbaik karena merupakan perlakuan dengan nilai tertinggi pada pengukuran luas daun, jumlah daun, dan tinggi tunas. Sedangkan pengaruh interaksi sungkup plastik berwarna dan entres klon kakao untuk klorofil menghasilkan perlakuan terbaik yakni P1E1 (Plastik Sungkup Merah + Entres Klon MCC-02) dengan Klorofil b dan total klorofil tertinggi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2021-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/article/view/16060</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/bpa.v9i1.16060</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Berkala Penelitian Agronomi; Vol 9, No 1 (2021); 9-20</dc:source>
	<dc:source>2502-3314</dc:source>
	<dc:source>2089-9858</dc:source>
	<dc:source>10.33772/bpa.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/article/view/16060/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Berkala Penelitian Agronomi</dc:rights>
</oai_dc:dc>