Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Respons Tanaman Kedelai (Glycine Max L.) terhadap Aplikasi Bokasi Plus pada Lahan Kering Marjinal

Berkala Penelitian Agronomi · Vol. 7 No. 1 (2019)

DOI
10.33772/bpa.v7i1.9957
ISSN
2502-3314, 2089-9858
Published
2019-08-17
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon tanaman kedelai terhadap aplikasi bokasi plus pada lahan kering marginal. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan, Desa Watopute, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara dari bulan April hingga Juli 2017. Desain yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dalam pola faktorial. Faktor pertama adalah Varietas (V) yang terdiri dari dua level, yaitu varietas Anjasmoro (V1), dan varietas Dering-1 (V2), sedangkan faktor kedua adalah aplikasi bocation plus yang terdiri dari 5 level yaitu: tanpa bokasi plus (Bo), bokasi plus 3 ton ha-1 (B1), bokasi plus 6 ton ha-1 (B2), bokasi plus 9 ton ha-1 (B3) dan bokasi plus 12 ton ha-1 (B4). Setiap perlakuan diulang 3 kali, sehingga ada total 30 unit percobaan. Pertumbuhan tanaman (ILD, LTT dan LAB), komponen hasil dan hasil panen dianalisis dengan varian univariat (Anova) pada tingkat signifikan 5%. Untuk membedakan efek perlakuan rata-rata dari setiap respons, uji Duncan diterapkan pada tingkat signifikansi yang signifikan α = 0,05. Untuk menjelaskan hubungan antara serapan N dan berat kering tanaman serta hubungan antara serapan P dan produksi tanaman dilakukan dengan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi varietas kedelai dan aplikasi bokasi plus pada lahan kering marginal berpengaruh terhadap respon pertumbuhan tanaman, sebagian besar komponen hasil dan hasil tanaman kedelai varietas Anjasmoro dan Dering-1, aplikasi bokasi plus independen berpengaruh pada LTT tanaman kedelai, dosis bokasi ditambah 12 t ha-1 memberikan hasil tertinggi tanaman di varietas Anjasmoro 1,54 t ha-1 sedangkan pada varietas Dering-1 hasil tertinggi 1,67 ha-1 diperoleh oleh tanaman diberikan bokasi plus 9 t ha-1.Kata kunci: Bocation plus, komba-komba, pupuk kandang, unggas lahan kering marginal, kedelai dan.

Collaboration network of the authors

40 authors · 198 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Laode SabaruddinUniversitas Halu Oleo6
LA KARIMUNAUniversitas Halu Oleo5
Zulfikar ZulfikarUniversitas Halu Oleo4
Arsy Aysyah AnasUniversitas Halu Oleo4
Sarawa SarawaUniversitas Halu Oleo4
Andi NurmasUniversitas Halu Oleo4
Tresjia Corina RakianUniversitas Halu Oleo4
MIRZA ARSIATY ARSYADUniversitas Halu Oleo3
La Ode SafuanUniversitas Halu Oleo3
Halim HalimUniversitas Halu Oleo3
Abdul MadikiUniversitas Halu Oleo3
Sitti LeomoUniversitas Halu Oleo3
Waode Siti Anima HiseinUniversitas Halu Oleo2
La Ode Santiaji BandeAffiliation unknown2
Laode AfaAffiliation unknown2
Nur Fitriani LittaAffiliation unknown2
Andi BahrunUniversitas Halu Oleo2
Aminuddin Mane KandariUniversitas Halu Oleo2
ZULFIKAR ZULFIKARUniversitas Halu Oleo2
IMRAN SUBAIRUniversitas Halu Oleo2
La Ode Arfan DeduAffiliation unknown2
Teguh WijayantoAffiliation unknown2
Waode NuraidaAffiliation unknown2
Makmur Jaya ArmaAffiliation unknown2
Gusti Ayu Kade SutariatiUniversitas Halu Oleo2
Wa Kuasa BakaAffiliation unknown1
Murdjani KamaluddinUniversitas Halu Oleo1
RANI ANDRIANIUniversitas Halu Oleo1
ILMI AMALIAUniversitas Halu Oleo1
WA ODE SUMIATIUniversitas Halu Oleo1
Syamsu AlamUniversitas Halu Oleo1
Asnia AsniaUniversitas Halu Oleo1
Hijria HijriaUniversitas Halu Oleo1
La Ode AfaUniversitas Halu Oleo1
ARSY AYSYAH ANASAffiliation unknown1
AMAR MUARIF MUSAAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Respons Tanaman Kedelai (Glycine Max L.) terhadap Aplikasi Bokasi Plus  pada Lahan Kering Marjinal</dc:title>
	<dc:creator>Irawaty, Rahmah Ekha</dc:creator>
	<dc:creator>Rahni, Nini Mila</dc:creator>
	<dc:creator>Gusnawaty, Gusnawaty</dc:creator>
	<dc:creator>Hasid, Rachmawati</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">              Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon tanaman kedelai terhadap aplikasi bokasi plus pada lahan kering marginal. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan, Desa Watopute, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara dari bulan April hingga Juli 2017.  Desain yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dalam pola faktorial. Faktor pertama adalah Varietas (V) yang terdiri dari dua level, yaitu varietas Anjasmoro (V1), dan varietas Dering-1 (V2), sedangkan faktor kedua adalah aplikasi bocation plus yang terdiri dari 5 level yaitu: tanpa bokasi plus (Bo), bokasi plus 3 ton ha-1 (B1), bokasi plus 6 ton ha-1 (B2), bokasi plus 9 ton ha-1 (B3) dan bokasi plus 12 ton ha-1 (B4). Setiap perlakuan diulang 3 kali, sehingga ada total 30 unit percobaan. Pertumbuhan tanaman (ILD, LTT dan LAB), komponen hasil dan hasil panen dianalisis dengan varian univariat (Anova) pada tingkat signifikan 5%. Untuk membedakan efek perlakuan rata-rata dari setiap respons, uji Duncan diterapkan pada tingkat signifikansi yang signifikan α = 0,05. Untuk menjelaskan hubungan antara serapan N dan berat kering tanaman serta hubungan antara serapan P dan produksi tanaman dilakukan dengan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi varietas kedelai dan aplikasi bokasi plus pada lahan kering marginal berpengaruh terhadap respon pertumbuhan tanaman, sebagian besar komponen hasil dan hasil tanaman kedelai varietas Anjasmoro dan Dering-1, aplikasi bokasi plus independen berpengaruh pada LTT tanaman kedelai, dosis bokasi ditambah 12 t ha-1 memberikan hasil tertinggi tanaman di varietas Anjasmoro 1,54 t ha-1 sedangkan pada varietas Dering-1 hasil tertinggi 1,67 ha-1 diperoleh oleh tanaman diberikan bokasi plus 9 t ha-1.Kata kunci: Bocation plus, komba-komba, pupuk kandang, unggas lahan kering marginal, kedelai dan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2019-08-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/article/view/9957</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/bpa.v7i1.9957</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Berkala Penelitian Agronomi; Vol 7, No 1 (2019)</dc:source>
	<dc:source>2502-3314</dc:source>
	<dc:source>2089-9858</dc:source>
	<dc:source>10.33772/bpa.v7i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/article/view/9957/7122</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2019 Berkala Penelitian Agronomi</dc:rights>
</oai_dc:dc>