Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Hubungan Kesuburan Tanah dengan Hasil Biji Kakao (Theobroma cacao L.) di Sulawesi Tenggara

Berkala Penelitian Agronomi · Vol. 7 No. 2 (2020) · pp. 103–109

DOI
10.33772/bpa.v7i2.9676
ISSN
2502-3314, 2089-9858
Published
2020-01-21
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Sulawesi Tenggara merupakan provinsi dengan luas areal perkebunan kakao terbesar kedua di Indonesia, setelah Sulawesi Tengah. Informasi tentang hubungan kesuburan tanah dengan hasil biji kakao di wilayah ini masih sangat terbatas. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengevaluasi hubungan kesuburan tanah dengan hasil biji kakao dan untuk mengetahui karakteristik tanah yang paling berpengaruh dan menjadi pembeda terhadap hasil biji kakao di daerah ini. Penelitian dilaksanakan di tiga kabupaten (i.e. Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, dan Kolaka Utara. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei. Sampel tanah diambil secara komposit (lima komposit per UPS/unit pengambilan sampel) sampai kedalaman 30 cm. Jumlah UPS adalah 48 yang masing-masing berukuran 100 x 100 m. Karakteristik tanah yang dianalisis adalah tekstur tanah, kandungan C-organik, N-total, rasio C:N, pH, K2O, P2O5, Ca, Mg, K, Na, alkalinitas, jumlah basa, KTK, kejenuhan basa, Al, dan kejenuhan Al. Analisis korelasi Pearson dilakukan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik tanah dengan hasil biji kakao. Hasil analisis menunjukkan hasil biji kering kakao secara signifikan (P0.05) berkorelasi positif dengan pH, K2O, P2O5, Ca, jumlah basa, dan KTK tanah. Karakteristik tanah yang paling berpengaruh dan menjadi pembeda terhadap hasil biji kakao adalah kandungan Ca dan K2O, dengan persamaan regresi: Y = 78,65Ca +13,17K2O +292,41 (R2=0,27).Kata kunci: hasil biji, kakao, kesuburan tanah, korelasi

Collaboration network of the authors

40 authors · 142 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
M. TUFAILA HEMONUniversitas Halu Oleo4
Namriah NamriahUniversitas Halu Oleo4
Jufri KarimUniversitas Halu Oleo3
Lies IndriyaniAffiliation unknown3
Lukman YunusAffiliation unknown3
SYAMSU ALAMAffiliation unknown3
La BacoAffiliation unknown3
La Ode SafuanUniversitas Halu Oleo3
Tufaila HemonAffiliation unknown2
Hasbullah SyafUniversitas Halu Oleo2
ZULFIKAR ZULFIKARUniversitas Halu Oleo2
La Ode AfaUniversitas Halu Oleo2
Sahindomi BanaAffiliation unknown2
Dewi Nurhayati YusufUniversitas Halu Oleo2
Asniah AsniahUniversitas Halu Oleo2
Sahta GintingUniversitas Halu Oleo2
Teguh WijayantoAffiliation unknown2
M. Tufaila .Affiliation unknown1
Yamin HakimAffiliation unknown1
Analuddin AnaluddinUniversitas Halu Oleo1
Irfan IdoAffiliation unknown1
Muliddin MuliddinAffiliation unknown1
Ansyahrul MukmininAffiliation unknown1
Resman ResmanUniversitas Halu Oleo1
NANDRI IYANTIUniversitas Halu Oleo1
ZULFIKAR ZULFIKARUniversitas Halu Oleo1
Zulfikar ZulfikarUniversitas Halu Oleo1
NASRYANI ERMANUniversitas Halu Oleo1
Sumarlin SumarlinUniversitas Halu Oleo1
LA KARIMUNAUniversitas Halu Oleo1
Gusti Ayu Kade SutariatiUniversitas Halu Oleo1
Zahrima ZahrimaAffiliation unknown1
Darwis DarwisUniversitas Halu Oleo1
Rusdaling RusdalingAffiliation unknown1
Muhammad Albar PattahAffiliation unknown1
Laode SabaruddinUniversitas Halu Oleo1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Kesuburan Tanah dengan Hasil Biji Kakao (Theobroma cacao L.)  di Sulawesi Tenggara</dc:title>
	<dc:creator>Arsana, Made Widana</dc:creator>
	<dc:creator>Tufaila, M.</dc:creator>
	<dc:creator>Syaf, Hasbullah</dc:creator>
	<dc:creator>Rakian, Tresjia C.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sulawesi Tenggara merupakan provinsi dengan luas areal perkebunan kakao terbesar kedua di Indonesia, setelah Sulawesi Tengah. Informasi tentang hubungan kesuburan tanah dengan hasil biji kakao di wilayah ini masih sangat terbatas. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengevaluasi hubungan kesuburan tanah dengan hasil biji kakao dan untuk mengetahui karakteristik tanah yang paling berpengaruh dan menjadi pembeda terhadap hasil biji kakao di daerah ini. Penelitian dilaksanakan di tiga kabupaten (i.e. Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, dan Kolaka Utara. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei. Sampel tanah diambil secara komposit (lima komposit per UPS/unit pengambilan sampel) sampai kedalaman 30 cm. Jumlah UPS adalah 48 yang masing-masing berukuran 100 x 100 m. Karakteristik tanah yang dianalisis adalah tekstur tanah, kandungan C-organik, N-total, rasio C:N, pH, K2O, P2O5, Ca, Mg, K, Na, alkalinitas, jumlah basa, KTK, kejenuhan basa, Al, dan kejenuhan Al. Analisis korelasi Pearson dilakukan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik tanah dengan hasil biji kakao. Hasil analisis menunjukkan hasil biji kering kakao secara signifikan (P0.05) berkorelasi positif dengan pH, K2O, P2O5, Ca, jumlah basa, dan KTK tanah. Karakteristik tanah yang paling berpengaruh dan menjadi pembeda terhadap hasil biji kakao adalah kandungan Ca dan K2O, dengan persamaan regresi: Y = 78,65Ca +13,17K2O +292,41 (R2=0,27).Kata kunci: hasil biji, kakao, kesuburan tanah, korelasi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">M. Tufaila, Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo</dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Hasbulah Syaf, Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo</dc:contributor>
	<dc:contributor xml:lang="en-US">Rachmawati Hasid, Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo</dc:contributor>
	<dc:date>2020-01-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/article/view/9676</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/bpa.v7i2.9676</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Berkala Penelitian Agronomi; Vol 7, No 2 (2019); 103-109</dc:source>
	<dc:source>2502-3314</dc:source>
	<dc:source>2089-9858</dc:source>
	<dc:source>10.33772/bpa.v7i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/article/view/9676/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Berkala Penelitian Agronomi</dc:rights>
</oai_dc:dc>