Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Analisis Jenis Mulsa Organik Pada Bobot yang berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica sp.)

Berkala Penelitian Agronomi · Vol. 10 No. 1 (2022) · pp. 23–35

DOI
10.33772/bpa.v10i1.19511
ISSN
2502-3314, 2089-9858
Published
2022-06-29
Publisher
Universitas Halu Oleo
Language
eng

Abstract

Tanaman sawi (Brassica sp.) merupakan tanaman sayuran yang termasuk dalam tanaman hortikultura. Permasalahan yang dihadapi rendahnya produksi tanaman sawi disebabkan faktor lingkungan diantaranya kekeringan dimusim kemarau dan curah hujan yang tinggi dimusim hujan. Teknologi yang dapat dikembangkan adalah dengan penggunaan bobot dan jenis mulsa organik yang berbeda. Penelitian bertujuan menyelidiki pengaruh penggunaan bobot dan jenis mulsa organik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica sp.), mengetahui pengaruh mandiri penggunaan bobot dan jenis mulsa organik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica sp.), dan mengetahui bobot dan jenis mulsa organik yang lebih baik untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica sp.). Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terpisah yang terdiri atas dua faktor. Bobot mulsa sebagai petak utama (main plot) terdiri atas: mulsa dengan bobot 3,75 t ha-1 dan bobot mulsa 7,50 t ha-1. Sedangkan jenis mulsa pada anak petak (sub plot), terdiri atas: mulsa alang-alang, mulsa jerami padi dan mulsa kirinyu. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan bobot dan jenis mulsa organik yang berbeda berpengaruh terhadap variabel yang diamati. Kombinasi perlakuan jenis mulsa alang-alang dengan bobot mulsa 7,50 t ha-1 berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah daun tanaman umur 1, 3 dan 4 minggu setelah tanam, bobot segar brangkasan dan akar, bobot kering brangkasan dan akar, nisbah pupus akar dan produksi serta efisiensi penggunaan air. Terdapat interaksi antara bobot mulsa 3,75 t ha-1 dan mulsa jerami. Kombinasi perlakuan terbaik adalah mulsa alang-alang dengan bobot 7,50 t ha-1.Kata kunci: Efisiensi penggunaan air, mulsa organik, sawi.

Collaboration network of the authors

40 authors · 221 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
La Ode SafuanUniversitas Halu Oleo9
Abdul MadikiUniversitas Halu Oleo9
Nini Mila RahniUniversitas Halu Oleo7
Sarawa SarawaUniversitas Halu Oleo7
LA KARIMUNAUniversitas Halu Oleo7
Andi NurmasUniversitas Halu Oleo6
Gusti Ayu Kade SutariatiUniversitas Halu Oleo6
MIRZA ARSIATY ARSYADUniversitas Halu Oleo5
MUHIDIN MUHIDINUniversitas Halu Oleo4
La Ode AfaUniversitas Halu Oleo4
Sitti LeomoUniversitas Halu Oleo4
Dedi ErawanAffiliation unknown4
La Ode Agus Salim MandoUniversitas Halu Oleo3
Safril KasimUniversitas Halu Oleo3
Arsy Aysyah AnasUniversitas Halu Oleo3
Zulfikar ZulfikarUniversitas Halu Oleo3
Waode Siti Anima HiseinUniversitas Halu Oleo3
IMRAN SUBAIRUniversitas Halu Oleo3
Kahirun KahirunUniversitas Halu Oleo2
La Ode Santiaji BandeAffiliation unknown2
Laode AfaAffiliation unknown2
Nur Fitriani LittaAffiliation unknown2
La Baco SudiaAffiliation unknown2
Asrianti ArifUniversitas Halu Oleo2
Gusti R. SadimantaraAffiliation unknown2
La Ode MidiUniversitas Halu Oleo2
Nur ArafahUniversitas Halu Oleo2
Hamirul HadiniUniversitas Halu Oleo2
Norma ArifUniversitas Halu Oleo2
Makmur Jaya ArmaAffiliation unknown2
Halim HalimUniversitas Halu Oleo2
Jamili JamiliAffiliation unknown2
Laode safuanAffiliation unknown2
Teguh WijayantoAffiliation unknown2

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/oai, first harvested 30 Okt 2026, last seen 30 Okt 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Jenis Mulsa Organik Pada Bobot yang berbeda Terhadap  Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica sp.)</dc:title>
	<dc:creator>Uddin, Uddin</dc:creator>
	<dc:creator>Sabaruddin, Laode</dc:creator>
	<dc:creator>Bahrun, Andi</dc:creator>
	<dc:creator>Kandari, Aminuddin Mane</dc:creator>
	<dc:creator>Hasid, Rachmawati</dc:creator>
	<dc:creator>Rakian, Tresjia Corina</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanaman sawi (Brassica sp.) merupakan tanaman sayuran yang termasuk dalam tanaman hortikultura . Permasalahan yang dihadapi rendahnya produksi tanaman sawi disebabkan faktor lingkungan diantaranya kekeringan dimusim kemarau dan curah hujan yang tinggi dimusim hujan. Teknologi yang dapat dikembangkan adalah dengan penggunaan bobot dan jenis mulsa organik yang berbeda. Penelitian bertujuan menyelidiki pengaruh penggunaan bobot dan jenis mulsa organik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica sp.), mengetahui pengaruh mandiri penggunaan bobot dan jenis mulsa organik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica sp.), dan mengetahui bobot dan jenis mulsa organik yang lebih baik untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica sp.). Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terpisah yang terdiri atas dua faktor. Bobot mulsa sebagai petak utama (main plot) terdiri atas : mulsa dengan bobot 3,75 t ha-1 dan bobot mulsa 7,50 t ha-1. Sedangkan jenis mulsa pada anak petak (sub plot), terdiri atas : mulsa alang-alang, mulsa jerami padi dan mulsa kirinyu. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan bobot dan jenis mulsa organik yang berbeda berpengaruh terhadap variabel yang diamati. Kombinasi perlakuan jenis mulsa alang-alang dengan bobot mulsa 7,50 t ha-1 berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah daun tanaman umur 1, 3 dan 4 minggu setelah tanam, bobot segar brangkasan dan akar, bobot kering brangkasan dan akar, nisbah pupus akar dan produksi serta efisiensi penggunaan air. Terdapat interaksi antara bobot mulsa 3,75 t ha-1 dan mulsa jerami . Kombinasi perlakuan terbaik adalah mulsa alang-alang dengan bobot 7,50 t ha-1 .Kata kunci: Efisiensi penggunaan air, mulsa organik, sawi .</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Halu Oleo</dc:publisher>
	<dc:contributor xml:lang="en-US"></dc:contributor>
	<dc:date>2022-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/article/view/19511</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.33772/bpa.v10i1.19511</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Berkala Penelitian Agronomi; Vol 10, No 1 (2022); 23-35</dc:source>
	<dc:source>2502-3314</dc:source>
	<dc:source>2089-9858</dc:source>
	<dc:source>10.33772/bpa.v10i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/article/view/19511/pdf</dc:relation>
	<dc:relation>https://ojs.uho.ac.id/index.php/agronomi/article/downloadSuppFile/19511/3142</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Berkala Penelitian Agronomi</dc:rights>
</oai_dc:dc>