Prosiding
Evaluasi Mutu, Penerimaan Panelis Dan Analisis Usaha Mi Instan Yang Dibuat Dari Pati Sagu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS (2015) · pp. 242–250
- Published
- 2015-03-09
- Publisher
- Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara
- Language
- eng
Abstract
Bahan baku utama dalam pembuatan mi instan adalah tepung terigu yang sampai saat ini biji gandum sebagai bahan bakunya masih harus diimpor. Kebutuhan gandum untuk tepung terigu di Indonesia sangat tinggi. Salah satu upaya mengurangi penggunaan tepung terigu dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang banyak tersedia misalnya pati sagu. Saat ini konsumsi sagu kebanyakan dikonsumsi dalam bentuk makanan tradisional seperti papeda, kapurung, sagu bakar dan lain-lain. Produk olahan sagu perlu dikembangkan sedemikian rupa sehingga sesuai dengan selera masyarakat. Salah satunya dijadikan bahan baku dalam proses pembuatan mi instan. Penelitian ini dilakukan secara eksprimen dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan sidik ragam. Apabila hasil F hitung lebih besar atau sama dengan F tabel maka dilanjutkan dengan uji beda nyata DNMRT pada taraf 5%. Mi instan sagu yang dibuat dengan skala “home industry” dilakukan uji penerimaan oleh 35 panelis dengan cara membandingkannya dengan mi instan komersil. Uji organoleptik dilakukan pada dua sampel mi instan, mi instan sebelum dan setelah dimasak. Setelah itu dilakukan analisis usaha mi instan yang terbuat dari pati sagu asal Riau. Data penerimaan panelis terhadap mi instan sagu dianalisis menggunakan Qohran’s Q Test dan data analisis usaha mi instan sagu ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perebusan memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter mutu yaitu keutuhan, kadar air, kadar protein dan bilangan asam mi instan sagu. Mi instan sagu yang dihasilkan dari perlakuan P2, P4 dan P5 telah memenuhi standar mutu mi instan (SNI 01- 3551- 2000). Mi instan terbaik diperoleh dari perlakuan S2 (lama perebusan 15 menit) yang mempunyai keutuhan sebesar 93,96%, kadar air setelah pengeringan 10,87%, kadar air setelah penggorengan dan 9,99%, kadar protein 11,53% dan bilangan asam 0,21 mg KOH/g minyak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mi instan sagu dapat diterima oleh panelis berdasarkan uji Qohran Q test. “Home Industry” mi instan berbasis sagu mempunyai prospek yang menguntungkan dan layak untuk diusahakan karena nilai R/C rasio lebih besar dari satu (R/C 1)
Collaboration network of the authors
30 authors · 58 co-authorship links · 10 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Bina Sarana Informatika
- Universitas Muhammadiyah Malang
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
- Tanjungpura University
- Universitas Halu Oleo
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Ridwansyah Ridwansyah | Universitas Bina Sarana Informatika | 1 |
| Henny Destiana | Universitas Bina Sarana Informatika | 1 |
| Sugiono Sugiono | Universitas Bina Sarana Informatika | 1 |
| Abdul Hamid | Universitas Bina Sarana Informatika | 1 |
| Wahyu Andhika | Universitas Muhammadiyah Malang | 1 |
| Munifah Nur | Universitas Muhammadiyah Malang | 1 |
| Rizkhi Dwi Nugroho | Universitas Muhammadiyah Malang | 1 |
| Dwi Marisa Midyanti | Tanjungpura University | 1 |
| Syamsul Bahri | Tanjungpura University | 1 |
| Risnawati Risnawati | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Haslianti Haslianti | Affiliation unknown | 1 |
| Suwarjoyowirayatno Suwarjoyowirayatno | Affiliation unknown | 1 |
| Ridwan Syah Nuhun | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Adris Ade Putra | Affiliation unknown | 1 |
| Siti Nurjanna Ahmad | Affiliation unknown | 1 |
| Dewi Fortuna Ayu | Affiliation unknown | 1 |
| Hardy Prawira | Affiliation unknown | 1 |
| Darwis | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Ashry Sallatu | Affiliation unknown | 1 |
| Hazairin Zubair | Affiliation unknown | 1 |
| Rismaneswati Rismaneswati | Affiliation unknown | 1 |
| Asmita Ahmad | Affiliation unknown | 1 |
| Rohaya Langkoke | Affiliation unknown | 1 |
| Ratna Husain | Affiliation unknown | 1 |
| Meinarni Thamrin | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.